Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss Explain, Create) terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran matematika di madrasah ibtidaiyah negeri Ramadani, Siti; Siregar, Lailatun Nur Kamalia
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424620

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Riset ini ialah pendekatan kuantitatif dengan tipe riset yang diterapkan ialah kuasi eksperimen. Desain eksperimen ini adalah versi yang dikembangkan dari True Eksperimental Desain menggunakan soal tes awal dan tes akhir. Populasi dalam studi ini adalah semua siswa kelas IV MIN 4 Kota Medan sebanyak 4 kelas. Sampel yang diambil dalam riset ini adalah kelas IV-C dan IV-D. Kelas IV-C adalah kelas eksperimen dan kelas IV-D adalah kelas kontrol. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Hasil riset menunjukkan adanya dampak penggunaan model pembelajaran RADEC terhadap berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran matematika. Ini terbukti sehingga dari hasil penelitian uji hipotesis (uji-t) hasil signifikan diperoleh 0,174 < 0,05. Hasil perhitungan uji-t sebesar 6,327 dapat dilihat dari nilai  ≥  yaitu 6,327 > 2,0075.
Pengaruh model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss Explain, Create) terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran matematika di madrasah ibtidaiyah negeri Ramadani, Siti; Siregar, Lailatun Nur Kamalia
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424620

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Riset ini ialah pendekatan kuantitatif dengan tipe riset yang diterapkan ialah kuasi eksperimen. Desain eksperimen ini adalah versi yang dikembangkan dari True Eksperimental Desain menggunakan soal tes awal dan tes akhir. Populasi dalam studi ini adalah semua siswa kelas IV MIN 4 Kota Medan sebanyak 4 kelas. Sampel yang diambil dalam riset ini adalah kelas IV-C dan IV-D. Kelas IV-C adalah kelas eksperimen dan kelas IV-D adalah kelas kontrol. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Hasil riset menunjukkan adanya dampak penggunaan model pembelajaran RADEC terhadap berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran matematika. Ini terbukti sehingga dari hasil penelitian uji hipotesis (uji-t) hasil signifikan diperoleh 0,174 < 0,05. Hasil perhitungan uji-t sebesar 6,327 dapat dilihat dari nilai  ≥  yaitu 6,327 > 2,0075.
Population data collection as an instrument for preventing social conflict: a study in Gampong Meurandeh Dayah Ramadani, Siti; Aldino, Hanri; Rachmad, Andi; Krisna, Liza Agnesta Krisna; Fachrizal, Fachrizal
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v8i3.444

Abstract

This study aims to examine the strategic role of population data collection by the village government as an instrument for preventing social conflict between local residents and migrants in Gampong Meurandeh Dayah, Langsa City. Employing a juridical-empirical method through field studies, data were collected via interviews, observations, and documentation involving village officials and community members. The findings reveal that the increasing number of migrant residents—primarily students from outside the region—has led to potential social frictions stemming from cultural differences and weak administrative oversight. The village government implements various data collection mechanisms such as routine censuses, the use of the SIGAP village information system, and mandatory self-reporting by newcomers to obtain a domicile certificate. Accurate data collection has proven effective in the early identification of potential conflicts, regulating the number of migrants, and mapping social needs. Furthermore, approaches such as deliberation, the application of local wisdom, and customary-based mediation have served as effective conflict resolution tools. This study underscores that systematic and collaborative population registration is crucial in fostering social harmony at the village level.