Meilani, Tati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Milenial FoMO: Dispersi Perilaku Sosial Generasi Milenial Maulana, Maulana; Meilani, Tati; Al-Azhiem, Mochamad Faros-Fawwaz; Salamah, Sopia Afwa; Utami, Nidita Fajria
Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 13, No 1 (2023): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v13i1.59985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi milenial agar tidak FoMO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan kepada delapan informan, di mana seluruh informan merupakan pengguna aktif media sosial. Hasil temuan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) mengikuti tren kekinian dalam perkembangan lifestyle, (2) melakukan trading saham dan koin digital, (3) berlebihan dalam mengoleksi skincare dan fashion, (4) ikut berpartisipasi aktif diberbagai kegiatan dalam waktu yang bersamaan.
Strawberry Generation: Dilematis Keterampilan Mendidik Generasi Masa Kini Aulia, Syifa; Meilani, Tati; Nabillah, Zachrah
JURNAL PENDIDIKAN Vol 31 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v31i2.2485

Abstract

Generasi muda saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi komponen dari karakter ideal yang dibutuhkan dalam menopang kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa di masa mendatang. Strawberry Generation merepresentasikan buah stroberi yang indah namun mudah rapuh dan hancur apabila dipijak. Kelahiran Strawberry Generation dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola asuh orang tua dalam mendidik dan membesarkan anaknya. Peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut mengenai keterampilan orang tua dalam mendidik anak-anak masa kini. Penggunaan metode fenomenologi sebagai upaya dalam menguraikan dan mengungkapkan bagaimana keterampilan orang tua dalam mendidik anak masa kini dan bagaimana perubahan perilaku yang terjadi sebagai akibat didikan tersebut terhadap perumpamaan istilah yang dihubungkan dengan generasi Z yaitu strawberry generation. Hasil dari penelitian ini, didapatkan bahwa terdapat keterampilan orang tua dalam mendidik anak yang berpotensi tumbuhnya mereka menjadi bagian dari strawberry generation, diantaranya pola asuh overprotective, pola asuh otoriter, dan pemberian apresiasi atau pujian secara berlebihan. Solusi guna meminimalisir anak menjadi Strawberry Generation diantaranya: 1) membangun mental; 2) berikan kepercayaan kepada anak untuk mengerjakan tanggung jawab yang mampu membuatnya belajar dan meng-upgrade diri, sehingga anak merasa berkontribusi dan merasa berharga; 3) melatih anak untuk mengambil keputusan; 4) selalu memahami kondisi anak.Kata-kata Kunci:  Strawberry Generation, Generasi-Z, Keterampilan Mendidik.
Ketahanan Perempuan Purna Pekerja Migran: Potret Agensi Perempuan Dalam CBO Ibu-Tin Berseri Wulandari, Puspita; Utami, Nindita Fajria; Meilani, Tati; Arief, Dwi; Hibrizi, Sultan Akmal
Sosioglobal Vol 10, No 1 (2025): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i1.61787

Abstract

ABSTRAKKetahanan perempuan dan agensi mereka dalam berbagai konteks sosial merupakan aspek penting dalam memahami dinamika pemberdayaan gender. Artikel ini mengkaji konsep ketahanan perempuan dalam aspek ekonomi, sosial dan keluarga dengan menyoroti peran agensi perempuan, khususnya bagi perempuan purna pekerja migran. Penelitian ini dilakukan di Desa Tinumpuk, Kabupaten Indramayu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literature. Subjek penelitian berjumlah 11 orang yang terdiri dari pengurus komunitas, perempuan purna pekerja migran, pemangku kepentingan dan keluarga pekerja migran, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi perempuan berperan dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui pengambilan keputusan strategis dalam aspek ekonomi, pendidikan dan sosial. Perempuan purna pekerja migran juga mampu mengembangkan otonomi finansial dan memperkuat peran mereka dalam keluarga maupun komunitas setelah kembali ke tanah air. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa agensi perempuan pekerja migran tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan keluarga, tetapi juga memperluas ruang keberdayaan di ranah sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan kelembagaan dan kebijakan berbasis gender, khususnya melalui penguatan peran komunitas berbasis community based organization (CBO), untuk mempercepat proses reintegrasi sosial-ekonomi perempuan purna pekerja migran secara berkelanjutan.Kata kunci: Ketahanan perempuan, agensi perempuan, perempuan purna pekerja migran, pemberdayaan genderABSTRACT Women's resilience and agency in various social contexts are important aspects in understanding the dynamics of gender empowerment. This article examines the concept of women's resilience in economic, social, and family aspects by highlighting the role of women's agency, especially for former female migrant workers. This research was conducted in Tinumpuk Village, Indramayu Regency, using a qualitative approach and phenomenological methods through in-depth interviews, participatory observation, and literature study. The research subjects consisted of 11 people, including community leaders, female former migrant workers, stakeholders, and families of migrant workers, who were selected using purposive sampling based on their experiences. The results show that women's agency plays a role in increasing family resilience through strategic decision-making in economic, educational, and social aspects. Former female migrant workers are also able to develop financial autonomy and strengthen their roles in their families and communities after returning to their homeland. The conclusion of this study confirms that the agency of female migrant workers not only contributes to family resilience but also expands the space for empowerment in the social. The implications of this study show the importance of institutional support and gender-based policies, particularly through strengthening the role of community-based organizations (CBOs), to accelerate the process of sustainable socio-economic reintegration of former female migrant workers.Keywords: Women's resilience, women's agency, migrant workers, gender empowerment