Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perhitungan Sumberdaya Nijih Nikel Menggunakan Metode Inverse Distance Weighting Pada Pit Pandawa Block 8A PT. Prima Sentosa Alam Lestari, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah Zulfahmi; Kasmira; Sulistyanto, Indra; Ranggu, Ruth Bunga; Alhabsyi, Gina Audina P
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.304

Abstract

Salah satu upaya untuk mengetahui jumlah sumberdaya yang ada adalah melalui kegiatan eksplorasi berupa perhitungan sumberdaya. Oleh sebab itu, perhitungan sumberdaya berperan penting dalam menentukan jumlah, kualitas, dan kemudahan dalam penambangan secara komersial dari suatu endapan. Di dalam melakukan perhitungan penambangan cadangan bijih nikel laterit, diperlukan estimasi untuk dapat menghitung volume cadangan tersebut mengingat pentingnya perhitungan cadangan dalam kelangsungan suatu tambang. Mengingat pentingnya perhitungan sumberdaya maka perusahaan mutlak untuk melakukan estimasi jumlah sumberdaya beserta model sebaran dari endapan yang terdapat dibawah tanah melalui penggunaan aplikasi program tambang dalam hal ini Surpac 6.4.1 karena itu penelitian ini dititik beratkan pada lingkup perhitungan sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi nikel laterit berdasarkan metode estimasi kadar.Metode yang digunakan adalah metode Inverse Distance Weighting (IDW).Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dengan wawancara dan studi literatur. Dari Pengolahan data menggunakan Software Surpac 6.4.1 diperoleh gambaran blok model penyebaran kadar bijih nikel yang menunjukkan penyebaran yang tidak merata dengan kadar 1.6 % - 1.8 % yang sangat mendominasi sebanyak 711.954 Ton.Berdasarkan hasil perhitungan sumberdaya bijih nikel menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW), maka jumlah tonase sumberdaya bijih nikel untuk Pit Pandawa sebesar 2.308.171 Ton dengan COG 1.48 % dan density 1.48 ton/m3, maka kadar Ni rata – rata 1.79 %.
Experimental Assessment of Mining Waste Utilization in Cementitious Construction Materials: Strength, Water Absorption, and Durability Performance Ranggu, Ruth Bunga; Sani, Hendra; Sumbung, Dwi Yolanda
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 7 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v7i1.2610

Abstract

Purpose – This study aims to comparatively evaluate the potential of three Indonesian mining and industrial waste streams gold-mine tailings, ferronickel slag, and coal fly ash for utilization in cementitious materials within a unified experimental framework, supporting sustainable construction and circular economy strategies. Design/methods/approach – A screening-level experimental design was applied by incorporating tailings as a 10% fine-aggregate replacement, and ferronickel slag and fly ash as 10% cement replacements. Performance was assessed using compressive strength, water absorption, and durability-related behavior under 28 days of 5% NaCl immersion, with conventional concrete as a control. Statistical analysis included one-way ANOVA and Tukey HSD, alongside pooled correlation analysis. Findings – Results indicate that waste type significantly influences performance. The slag mixture (S-10) achieved the best balance, with a 28-day compressive strength of 28.93 MPa (90.32% of control), low water absorption (4.50%), and a “Good” durability rating. Tailings-based concrete showed moderate performance, while the fly-ash mixture exhibited the weakest chloride resistance. Statistical tests confirmed significant differences across all groups (p < 0.05), and a strong inverse correlation between compressive strength and water absorption (r = −0.798, p = 0.0019). Research implications/limitations – The study provides initial comparative insights but is limited by its exploratory NaCl immersion method and absence of advanced characterization (XRF, XRD, SEM) and leaching analysis, restricting mechanistic and environmental interpretation. Originality/value – This research contributes a novel comparative framework by evaluating multiple waste streams and utilization pathways under a standardized protocol, offering practical screening evidence to guide material selection in sustainable construction