Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPROVING THE PROFESSIONALISM OF HIGH SCHOOL TEACHERS THROUGH ASSISTANCE IN THE DEVELOPMENT OF INDEPENDENT CURRICULUM ASSESSMENT INSTRUMENTS AT SMAN MANDE, CIANJUR REGENCY Tjalla, Awaluddin; Ridwan, Achmad; Sarifah, Iva; Komarudin, Komarudin; Rahayu, Wardani; Riyadi, Riyadi; Yunida, Helvy; AFRIADI, BAMBANG; Salman, Ibnu; Widodo, Eko
International Education Trend Issues Vol. 1 No. 2 (2023): International Education Trend Issue
Publisher : PT. BATARI EDU CALYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ieti.v1i3.241

Abstract

The current era of digitalization is experiencing very rapid changes. To adjust this, very fast adaptation is needed. Starting from the development of the younger generation in this era, we are currently in the revolution of industry 4.0. The industrial revolution 4.0 is marked by rapid developments in the IT world. The key is in several words such as automation, big data analysis, robot technology, artificial intelligence (AI), to the internet of things (IoT). While many are still adapting to the industrial revolution 4.0, the discourse about the next revolution is the Industrial Revolution 5.0 where in this era it takes knowledge, skills and character of the younger generation who are able to quickly adopt and adapt to the new technology. To keep up with this era, teacher professionalism is needed in order to educate students to become a young generation who are able to move quickly to adapt to the environment. Conducting Community Service through improving the professionalism of SMAN Mande teachers through assistance in the development of the Merdeka curriculum assessment instrument is one of the strategies to support as a support system to realize that era. A teacher with high professionalism will be able to increase the capacity and capability of his students, so that they can welcome the era of the industrial revolution 4.0 and 5.0.
EVALUASI PASCA PELATIHAN ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA BAGI DOKTER DAN BIDAN DI FASYANKES Yunida, Helvy
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah Kependudukan masih menjadi tantangan nasional, dan salah satu strategi pengendalian adalah penggunaan alat kontrasepsi yang efektif dan merata. Evaluasi program alat kontrasepsi diperlukan untuk menilai efektivitas implementasi program dalam meningkatkan efektivitas implementasi program dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyakarat. Tujuan Penelitian: untuk menilai efektivitas program pelatihan alat kontrasesi keluarga berencana secara komprehensif. Metodologi Penelitian: Jenis Penelitian pada kegiatan EPP Alat kontrasepsi keluarga berencana ini, adalah Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Waktu kegiatan dilaksanakan Bulan Mei 2025, tempat di Jakarta, Banten, Bandung, Bogor (Asal peserta Pelatihan). Desain penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan model evaluasi CIRO. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah seluruh alumni peserta pelatihan alat kontrasepsi keluarga berencana, sampel penelitian penelitian ini adalah sebagian dari jumlah alumni peserta latih dengan diambil secara random dengan teknik Non probability sampling teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi saat dipilih menjadi sampel. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan sumber data primer, yaitu mengambil langsung data dengan menggunakan instrument kepada alumni peserta pelatihan, rekan kerja dan atasan. Teknik analisa data dilakukan secara deskriptif menggunakan SPSS 22. Hasil Penelitian: Hasil Evaluasi secara trianggulasi yang dilakukan pada alumni, rekan kerja dan atasan dari alumni, hasilnya baik. Artinya persepsi alumni, rekan kerja dan atasan rekan kerja, sudah sesuai. Kesimpulan: sudah sesuai, ada perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan peserta latih terhadap hasil kinerja pegawai.