Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JKaKa

URGENSI KONSELING KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS Sa'diyah, Kholifatus; Sunarto, Sunarto
JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jkaka.v5i1.3634

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademik terkait tingginya angka konflik keluarga disebabkan tidak adanya manajemen keluarga sehingga terjadi perselisihan dan pertengkaran yang berakhir dengan perceraian. Sehingga dirasa penting untuk diteliti terkait konseling keluarga dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis, berupa peran konseling keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, dan peran konseling keluarga dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Jenis penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian jenis riset kepustakaan (library research), yaitu jenis riset yang kegiatannya berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Penelitian ini bersumber dari buku, jurnal, maupun referensi lain yang berkaitan dengan konseling keluarga dan rumah tangga harmonis. Hasil analisis literature sistematik menunjukkan Keluarga adalah satuan unit kecil dalam masyarakat. Konseling keluarga dapat dimaknai dengan bantuan atau usaha pemecahan masalah yang berkaitan dengan keluarga. Konseling keluarga dimaksudkan untuk menjawab kondisi krisis yang terjadi dalam keluarga. Konselor hadir sebagai tenaga profesional mengemban tugas untuk mengembangkan komunikasi dalam keluarga yang terkendala oleh emosi- emosi tertentu. Karena salah satu kunci sukses tercapainya rumah tangga yang harmonis adalah komunikasi.
KONSELING TRAUMATIK DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM Alubys, Sunarto; Sunarto, Sunarto; Sa'diyah, Kholifatus
JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jkaka.v6i1.4867

Abstract

Indonesia juga memiliki potensi bencana yang sifatnya hiderometorologi seperti banjir dan longsor. Perubahan iklim yang ekstrim, curah hujan tinggi, serta terjadinya degradasi lingkungan menjadikan Indonesia memiliki potensi bencana tersebut. Sebagaimana dilansir media online, di penghujung tahun 2025, Desember lalu banjir bandang melanda saudara kita di Sumatera dan Aceh. Ribuan korban jiwa meninggal dunia, dan ratusan jiwa korban hilang belum ditemukan. Bahkan ratusan rumah tempat hunian mereka tinggal rata dengan tanah. Bencana alam tidak hanya kerusakan secara fisik, tetapi juga meniggalkan luka mendalam bagi korban. Penetian ini berusaha untuk menguraikan betapa pentingnya konseling traumatik dalam menghadapi bencana, dampak bencana alam terhadap psikologis korban, dan proses layanan konseling traumatic dalam menghadapi bencana alam. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah bentuk kualitatif. Metodenya menggunakan kajian literatur sebagai teknik pengambilan data. Teknik pengambilan data sendiri berorientasi pada pendekatan pengambilan data yang tidak lain adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan dampak bencana alam merupakan salah satu musibah yang tidak hanya merusak tatatanan infrastruktur secara fisik, melainkan juga merusak tatanan kejiwaan seseorang yang bersifak psikis. Bencana alam adalah ancaman global bagi keberlangsungan hidup. Ia tidak hanya merusak bangunan, tetapi sekaligus meninggalkan luka mendalam pada individu dan masyarakat. Hadirnya konselor dalam pada situasi dan kondisi ini sangat dibutuhkan karena sangat membantu dalam proses pemulihan korban terdampak bencana. Korban yang mengalami trauma tentu hidupnya tidak terasa nyaman- hidupnya tidak bermakna. Bahkan tidak dapat berpikir rasional atas peristiwa yang menimpa. Bantuan orang lain yang kompeten seperti konselor sangat dibutuhkan untuk membantu korban keluar dari zona traumatis ke zona nyaman- tenang dan damai sebagaimana mereka rasakan sebelum terjadinya bencana.