Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tindak Tutur Direktif Menuntut dalam Film Promosi Sambal ABC Berjudul Capciptop! Dilivia, Ailsa Zevaulima; Alwan, Ibnu; Sujarwo, Joko; Jaya, Kauela Majenta Hendra; Syahputra, Reyhan Muhammad
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.791 KB) | DOI: 10.20884/1.iswara.2022.2.1.6178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif menuntut yang digunakan dalam percakapan antar tokoh dalam film Capciptop! sebagai bentuk promosi produk Sambal ABC. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat dari dialog antar tokoh dalam film pendek Capciptop! yang mengandung tindak tutur direktif menuntut. Sumber data penelitian ini adalah film pendek Capciptop! yang diambil dari YouTube. Metode penyediaan data dilakukan dengan mengacu pada teknik rekam dan catat. Metode analisis data dilakukan dengan metode distribusional dan metode padan pragmatis. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa tindak tutur direktif menuntut yang terdapat dalam film pendek Capciptop! dibagi menjadi dua berdasarkan konteks penutur dan mitra tutur. Pertama, tindak tutur direktif menuntut antara ibu-ibu yang menunjukkan adanya kekuasaan relatif karena adanya kesamaan usia dan latar belakang budaya di antara peserta tutur. Kedua, tindak tutur direktif menuntut antara orang tua dan anak kecil yang menunjukkan daya peringkat karena adanya perbedaan usia di antara peserta tutur. Kata kunci: tindak tutur direktif, permintaan, promosi film
Pengembangan Fitur Pada Website Survei DPRD Provinsi DKI Jakarta Untuk Meningkatkan Kepuasan Pengguna Pertama, Muhammad Ibnu Alwan; Nurlelah, Elah; Alwan, Ibnu
Indonesian Journal Computer Science Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijcs.v3i1.2553

Abstract

DPRD adalah mitra pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah DPRD menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah agar dapat dilaksanakan. Aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah dapat berupa informasi penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan fitur formulir kuesioner, fitur komentar, fitur grafik hasil kuesioner, dan profil perusahaan pada website survei DPRD Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data yang berisikan observasi, wawancara, dan studi pustaka Tujuan dari skripsi ini adalah sebagai berikut: Mengembangkan fitur formulir kuesioner, Mengembangkan fitur pengguna, Mengembangkan fitur komentar, Mengembangkan fitur grafik, Mengembangkan fitur profil perusahaan Berdasarkan penelitian yang dilakukan Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada skripsi dengan judul "Pengembangan Fitur pada Website Survei DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk Meningkatkan Kepuasan Pengguna", dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:Penambahan fitur formulir kuesioner pada website survei DPRD Provinsi DKI Jakarta merupakan langkah penting untuk mempermudah pengguna dalam mengisi survei.Adanya fitur komentar pada website survei memungkinkan pengguna untuk memberikan pendapat atau saran secara lebih bebas terkait dengan topik survei.
EMPOWERMENT OF ERGONOMIC FERTILIZER SOWING EQUIPMENT INNOVATION IN FARMER GROUPS TO INCREASE PRODUCTIVITY AND EFFECTIVENESS IN AGRICULTURE AND TEMPEH WASTE MANAGEMENT IN SADASARI VILLAGE Rahmatudin, Jajang; Molidina, Mega Rizky; Depuri, Lily Tira; Kusumawati , Ida; Sholihah, Nur Farhanah; Azizah, Nur; Alwan, Ibnu; Nurfadhila , Jihan; Paramita, Deta Arella; Rahman, Maulana Aditya; Fadhilah, Nazla; Maula, Lusi Shofiatul; Fahreza, Denis Setiawan; Rahmatullah, Syaiful; Ristianto, Rifal; Iswadi , Iswadi; Setiawati, Ita; Adhiansyah, Ferdy Nur; Akbar , Maulana
Jurnal Abdisci Vol 3 No 5 (2026): Vol 3 No 5 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i5.1114

Abstract

Background. The Student Work Lecture Program (KKM), held in Sadasari Village, Argapura District, Majalengka Regency, aims to address two main problems faced by the local community. The first problem is the low work efficiency of farmers, who still use traditional fertilizer-sowing tools that are not ergonomic, leading to physical fatigue and reduced agricultural productivity. The second problem is environmental pollution from liquid waste from tempeh production, which is directly discharged into rivers and irrigation canals, even though the waste has significant economic potential if processed properly. Purpose. To overcome these problems, the KKM team developed two innovative solutions, namely designing an ergonomic fertilizer sowing tool made of PVC and durable materials that are lighter and easier to use, and processing tempeh liquid waste into Liquid Organic Fertilizer (POC) using simple materials such as tempeh waste, EM4, and molasses. Method. This program is carried out through five systematic stages starting from preparation, problem identification, innovation design, implementation through socialization and practical training to farmer groups and MSME actors, to program evaluation. The socialization activity also involved the Argapura District Agricultural Extension Center (BPP) in providing additional materials and ensuring the sustainability of the program. Results. The results of this program include increased knowledge and skills among the community in using appropriate technology for agriculture, as well as new skills in processing waste into products of economic value. Conclusion. This program has not only reduced environmental pollution but also opened new business opportunities for the people of Sadasari Village. With a participatory approach that actively involves the community in every stage. Implementation. This KKM program is expected to be sustainable, have a long-term positive impact on the welfare of village communities, and serve as a model that can be replicated in other villages with similar problems.