Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Salah satu pendekatan terapi obesitas adalah penghambatan aktivitas enzim lipase pankreas yang berperan dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Rimpang bangle (Zingiber cassumunar) secara empiris digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiobesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiobesitas ekstrak dan fraksi rimpang bangle melalui uji penghambatan lipase pankreas secara in vitro serta memprediksi interaksi molekuler senyawa aktifnya terhadap enzim lipase pankreas secara in silico. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks bertingkat menggunakan petroleum eter dan etanol 70%, kemudian dilakukan fraksinasi cair–cair menghasilkan fraksi n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas antilipase pankreas diuji menggunakan metode enzimatis dengan substrat p-NPB (para nitrophenyl butyrate) dengan instrumen multimode reader. Studi in silico dilakukan menggunakan metode molecular docking dengan perangkat lunak AutoDock terhadap protein lipase pankreas (PDB ID: 5ZUN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi memiliki aktivitas antiobesitas in vitro. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan lipase pankreas tertinggi pada konsentrasi 100 ppm dengan persentase inhibisi sebesar 62,62 ± 0,84%, diikuti fraksi n-heksana sebesar 55,54 ± 0,44% dan fraksi air sebesar 49,06 ± 1,03% serta ekstrak sebesar 78,80 ± 2,21%. Skrining fitokimia dan analisis KLT menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan ekstrak etanol mengandung flavonoid, alkaloid, senyawa fenolik, triterpenoid, dan minyak atsiri. Studi in silico menunjukkan bahwa beberapa senyawa hasil identifikasi memiliki afinitas ikatan yang kuat terhadap enzim lipase pankreas, dengan energi bebas pengikatan terendah sebesar −8,77 kcal/mol pada senyawa 2-Propenoic acid, 3-(4-methoxyphenyl)-, 2-ethylhexyl ester. Hal ini menunjukkan bahwa rimpang bangle berpotensi dikembangkan sebagai sumber kandidat bahan alam antiobesitas.