Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS “X” KOTA SOLO Octavian Ashido Nababan; Isma Oktadiana; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslikh; Ratna Mildawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 2 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i2.185

Abstract

Hipertensi atau dikenal dengan “Silent Killer” yang merupakan pengukuran tekanan darah yang melebihi normal (140/90mmHg). Obat hipertensi dapat memberikan efek pada saat penggunaannya yang dapat menunjukkan sejauh mana obat yang telah diberikan mencapai terapi yang diharapkan secara praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan obat antihipertensi, efektivitas penggunaan dan perbandingan efektivitas obat antihipertensi tiap kelompok pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian secara deskriptif retrospektif, artinya didasarkan pada informasi yang diperoleh dari rekam medis pasien dengan melihat kejadian di masa lalu. Pada rekam medis dimasukkan data pasien hipertensi rawat jalan Puskesmas "X" Kota Solo pada bulan September 2023. Berdasarkan temuan penelitian, 40,30% pasien adalah laki-laki dan 59,70% pasien adalah perempuan. Terdapat 46 orang yang berusia lebih dari 60 tahun dan 21 pasien berusia antara 20 dan 60 tahun. Penggunaan antihipertensi sebagai obat tunggal digambarkan sebesar 35,82%, dan sebagai kombinasi, sebesar 64,18%. Studi tersebut mengklasifikasikan kemanjuran obat menjadi dua kategori: obat tunggal dan obat kombinasi. Dua kelompok telah dibandingkan mengenai kemanjuran antihipertensi individu. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan obat pada beberapa golongan obat seperti CCB 41,67%. Golongan obat kombinasi CCB+ARB 46,51%. Karena obat antihipertensi mencapai target terapeutik tekanan darah sistolik sekitar 7-13 mmHg dan tekanan darah diastolic sekitar 4-8 mmHg. Perbandingan efektivitas antihipertensi Tunggal golongan ACEI Captopril (5.028/6.677). Golongan ARB Valsartan (16.666/5.715).
Virtual Socialization about the Use of Family Medicinal Plants (TOGA) as an Alternative for Treatment Ratna Mildawati; Bandhi Prasetya Nugroho; Fendy Prasetyawan; Ary Kristijono; Yuneka Saristiana; Isma Oktadiana; Arlan K Imran
Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/assoeltan.v1i2.270

Abstract

The use of plants as a treatment solution, whether as preventive, promotive or curative therapy, is becoming popular again with the public due to the trend of back to nature medicine. Family Medicinal Plants (TOGA) are plants that have medicinal properties and grow around community yards which are managed by families and planted to meet the family's medicinal needs. The development and utilization of family medicinal plant cultivation is very necessary to support public health. This activity is carried out in an effort to provide knowledge to improve health. The target of this health education activity is housewives. The activity method carried out in this community service is outreach using the lecture method and using power point slides which contain explanations of several types of superior family medicinal plants and by inviting the public to plant TOGA. The success of this community service is assessed from the target number of participants of 75%, achievement of goals of 80%, achievement of material targets of 80% and success of planting TOGA at home 80%. The conclusion of this community service is that TOGA education increases people's knowledge and understanding of TOGA
Increasing Awareness Among Teenagers About Preventing Non-Communicable Diseases Through The Use Of Multimedia At Karang Taruna Wates Bandhi Prasetya Nugroho; milda, ratna; Fendy Prasetyawan; Baarik Lana Fadli; Yuneka Saristiana; Isma Oktadiana; Arsiaty Sumule
Amaluna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/amaluna.v3i1.3408

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are currently a serious health problem in the world, because these diseases are one of the most common causes of death. Community empowerment in preventing PTM through community components, one of which is youth organizations or youth organizations which have an important role in taking part, is expected to be able to prevent PTM through various more interesting media. The aim of this community service is to provide PTM education through the use of multimedia. The method used is to convey information accompanied by posters, pictures and discussions. After providing education, it is hoped that youth organizations will be able to be more critical about PTM and be able to provide further education to the wider community, especially in the Wates area, by utilizing multimedia. Keywords: Non-communicable diseases, Karang Taruna, Multimedia
Education about worms through animated videos for early childhood Ana Amalia; milda, ratna; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Isma Oktadiana; Arsiaty Sumule
Amaluna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/amaluna.v3i1.3431

Abstract

This worm disease can infect all ages, but those who are most susceptible to infection are children under five and elementary school age (SD) aged 5 to 14 years. To be able to break the chain of worm infections and reduce the number of worm infections in schools, this can be done by providing information or education. Providing education about worms can increase students' knowledge regarding preventing worms. The aim of this activity is to increase the knowledge of students and girls in preventing worms. The method of this service is to provide education using animated video media about worm disease and hand washing demonstrations. After counseling and demonstrations, the results of the education that has been provided will be evaluated using a questionnaire to evaluate students' knowledge of worms and their prevention after 1 week of providing counseling via educational video media. The results of the activity showed an increase in knowledge and psychomotor skills after being given education regarding worms and washing hands. It is hoped that increasing understanding of the dangers of worms can foster awareness and independence in preventing worms in families and communities. Keywords: Worms, education, animated video
Penyuluhan Meningkatkan Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Penanganan Dismenorea Menggunakan Teknik Akupreseur Neny Yuli Susanti; Isma Oktadiana
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i2.1168

Abstract

Teknik akupreseur merupakan upaya pengobatan yang sederhana dan dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi nyeri haid (dismenorea). Penatalaksanaan nyeri haid yang tidak rasional dapat mengakibatkan berbagai efek samping, bahkan kerugian seperti kesalahan pengobatan karena dosis yang tidak tepat dan penggunaan obat yang tidak tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang penanganan dismenorea dan penerapan teknik pijat akupresur untuk mengurangi dismenorea. Penyuluhan diberikan kepada wanita usia subur berjumlah 17 orang dengan metode ceramah dan praktek. Partisipan mengisi angket pre test, kemudian mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengisi angket post test. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang penanganan dismenorea dan penggunaan teknik akupreseur sebelum dan setelah kegiatan yaitu sebelum kegiatan pengetahuan peserta baik sebanyak 60 % dan setelah kegiatan meningkat menjadi 90%. Saran bagi peserta untuk melakukan akupreseur sebagai salah satu alternatif penanganan dismenorea
Gambaran Penggunaan Obat Tunggal Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Rawat Jalan Puskesmas Octavian Ashido Nababan; Fendy Prasetyawan; Yuneka Saristiana; Faisal Akhmal Muslihk; Ratna Mildawati; Isma Oktadiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi yang seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan dapat menjadi faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kardiovaskular yang serius. Pengelolaan yang efektif dari hipertensi penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang yang berpotensi fatal. Salah satu pendekatan utama dalam pengobatan hipertensi adalah penggunaan obat antihipertensi, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi, tergantung pada kebutuhan setiap pasien. Di fasilitas kesehatan tingkat primer seperti Puskesmas, manajemen hipertensi sering dilakukan melalui pemberian obat tunggal sebagai terapi awal. Namun, penting untuk memahami pola penggunaan obat tunggal antihipertensi pada pasien hipertensi di rawat jalan Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana obat tunggal antihipertensi digunakan pada pasien hipertensi di Puskesmas. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif yang mendalam dengan pendekatan retrospektif. Data pasien hipertensi dikumpulkan dari rekam medis pasien selama bulan September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi cenderung menggunakan kombinasi terapi daripada obat tunggal, dengan presentase penggunaan obat tunggal sebesar 35,82% dan penggunaan obat kombinasi sebesar 64,18%. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi terapi kombinasi dalam manajemen hipertensi, yang didukung oleh efek aditif dan sinergis dari kombinasi obat serta kemampuan untuk mengurangi risiko efek samping. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pedoman pengobatan yang lebih efektif dan individualized bagi pasien hipertensi di tingkat fasilitas rawat jalan