Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi E- Information Motivation Behavior Skill (IMBS) sebagai Upaya Peningkatan Self Care Prediabetes pada Komunitas Joglo Listrikawati, Martini; Nurlaily, Ari Febru; Nusantoro, Agik Priyo
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3254

Abstract

Diabetes Mellitus saat ini masih menjadi issue kesehatan penyakit tidak menular yang mematikan. Kondisi awal seseorang sebelum mengalami diabetes mellitus disebut sebagai kondisi Prediabetes. Angka kejadian prediabetes mengalami peningkatan signifikan di seluruh dunia dan para ahli memprediksi bahwa lebih dari 470 juta orang akan mengalami prediabetes pada tahun 2030. Kondisi pesakitan ini akan berdampak pada gangguan baik fisik berupa peningkatan kadar gula darah maupun psikologis berupa kualitas hidup yang lebih rendah, kecemasan dan depresi. Intervensi yang mendukung strategi koping positif adalah langkah penting dalam membantu individu memiliki status fisik dan psikologis yang lebih baik Salah satu intervensi yang diapliksikan adalah model Information-Motivation-Behavioral Skills (IMBS) terhadap self care prediabetes. Tujuan pengabdian ini berupa pengaplikasian E-IMBS ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif pada komunitas dengan resiko prediabetes. Metode pengabdian berupa Comunity Based Research dengan tehnik edukasi dan demonstrasi (IMBS) dan screening kadar gula darah mengenai prediabetes. Hasil dari pengabdian ini adalah komunitas joglo yang beresiko prediabetes menunjukkan peningkatan informasi, motivasi, sikap dan skill terhadap self care pencegahan diabetes mellitus.
AROMATERAPI GINGER OIL UNTUK MENURUNKAN DERAJAT MORNING SICKNESS PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Ekacahyaningtyas, Martina; Murti, Dita Kuncoro; Nurlaily, Ari Febru
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 3 No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morning sickness or nausea and vomiting in the morning usually occurs in first trimester pregnant women at 6-12 weeks of gestation. Continuous morning sickness can have a negative impact on pregnant women, namely hyperemesis gravidarum. This has a bad impact on pregnant women. One of the treatments that can be done is through ginger oil aromatherapy which has a strong aromatic stimulus and can control nausea and vomiting by increasing intestinal peristalsis. This study aims to determine the effectiveness of the use of ginger oil aromatherapy against morning sickness in first trimester pregnant women. The research design used was a quasi-experimental approach with pre-test and post-test without control group design. Data analysis in this study used the Wilcoxon test. The results of this study indicate a p value of 0.000 (p value <0.05), which means that there is an effect of ginger oil aromatherapy on morning sickness in first trimester pregnant women. The conclusion of this study is ginger oil aromatherapy is effective in reducing the degree of morning sickness in first trimester pregnant women.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Dan Mitigasi Bencana Berbasis Desa Tangguh Dani Saputro, Sutiyo; Nurlaily, Ari Febru; Afni, Annisa Cindy Nurul; Saraswati, Hanugrah Ardya Crisdian
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2aee7p08

Abstract

Daerah yang rentan terhadap bencana secara geografis terletak di wilayah tertentu. Untuk mengurangi cedera dan kerugian, langkah-langkah reaksi dini seperti perencanaan dan pencegahan harus diterapkan. Setiap komunitas harus meningkatkan mitigasi dan kesiapan. Meningkatkan kapasitas komunitas untuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana berdasarkan komunitas yang tangguh adalah tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini. Keterlibatan aktif masyarakat berperan sebagai mitra kerja sama dalam perencanaan dan mitigasi bencana melalui penggunaan PAR (Participatory Action Research) dalam pendekatan pengabdian masyarakat ini. Skor pra-tes dan pasca-tes meningkat secara signifikan sebagai hasil dari implementasi pengabdian masyarakat; skor pra-tes rata-rata adalah 7,68 (40%), tetapi skor pasca-tes rata-rata adalah 12,75 (79,7%) setelah konseling dan simulasi. Kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dapat ditingkatkan dengan menerapkan pengabdian masyarakat melalui konseling dan bermain peran