Fatamorgana, Pijar Beyna
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PANGAN LOKAL SEHAT BERGIZI PADA BALITA STUNTING PUSKESMAS KAWALU Saragih, Marianawati; Listianasari, Yanita; Fatamorgana, Pijar Beyna
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.405

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan zat gizi dalam jangka waktu yang lama. Nutrisi ibu yang kurang baik dapat menimbulkan pertumbuhan janin yang kurang baik. Pertumbuhan janin yang buruk, pada akhirnya meningkatkan risiko kematian neonatal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi yang perlu diwujudkan di masyarakat dengan partisipasi dan komitmen dari seluruh warga. Kegiatan edukasi dan pendampingan ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tahun 2023 yang bermitra dengan Puskesmas Kawalu Tasikmalaya, dilaksanakan kelurahan Talagasari. Diharapkan adanya kerjasama dan partisipasi dari seluruh masyarakat dan peran serta Kepala Puskesmas dan Tenaga Pelaksana Gizi sangat mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan yang dimaksud adalah berupa edukasi dan pendampingan pembuatan makanan sehat dan bergizi berbahan dasar lokal di Kelurahan Talaga Sari dengan peserta kader posyandu Anggrek, Anggrek Putih, Flamboyan, Mekar Jaya, Melati A, Melati B, Setia Asih A, Setia Asih B kota Tasikmalaya, sehingga diperoleh leaflet dan video tutorial yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam pembuatan makanan yang sehat, aman dan bergizi bergizi serta berbahan dasar pangan lokal yang dapat dijadikan contoh bagi kelurahan lain di wilayah kota Tasikmalaya
SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI PADA COOKIES MOCAF SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU DAN BAYAM SEBAGAI CAMILAN PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA REMAJA Nur, Edri Indah Yuliza; Fatamorgana, Pijar Beyna; Nabila, Salsa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi AGB di Jawa Barat mencapai 42,4%. Salah satu penyebab terjadinya anemia yaitu karena kekurangan zat besi didalam tubuh. Selama ini cookies yang beredar di pasaran berbahan dasar tepung terigu yang masih mengandalkan produk import. Maka dari itu, pemanfaatan produk pangan lokal seperti tepung mocaf  (Modified Cassava Flour) dapat digunakan sebagai alternaif untuk mengurangi ketergantungan konsumsi tepung terigu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat organoleptik dan kandungan gizi cookies mocaf  substitusi tepung kacang hijau dan bayam sebagai camilan pencegahan AGB pada remaja. Jenis penelitiannya eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Poltekkes Tasikmalaya. Cookies dibuat dalam 3 perlakuan dengan perbandingan F1 (90% : 10%), F2 (80% : 20%) dan F3 (70%: 30%). Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis tidak terlatih yaitu remaja putri usia 13-15 tahun. Hasil uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur cookies mocaf  substitusi tepung kacang hijau dan bayam paling disukai yaitu F1 dengan perbandingan (63 g mocaf  dan 27 g tepung kacang hijau : 10 g bayam) dengan kesukaan warna (3,76), aroma (3,76), rasa (4,03), tekstur (3,9).  Nilai gizi per 100 g (10 keping) cookies F1 mengandung energi 477,16 kkal, protein 6,59 g, lemak 23,76 g, karbohidrat 61,26 g, dan zat besi (Fe) 6,75 mg sehingga 10 keping cookies dapat mencukupi 45% kebutuhan zat besi pada remaja menurut AKG 2019 yaitu 15 mg/hari. Selain itu juga cookies ini dapat diklaim tinggi zat besi karena mengandung 30,6% Acuan Label Gizi. Perkiraan harga jual produk cookies mencapai Rp. 8,688 per 100 g.  
Analisis Asupan Gizi Makro dan Serat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Komplikasi Dislipidemia yang Menjalani dan Tidak Menjalani Konseling Gizi Listianasari, Yanita; Fatamorgana, Pijar Beyna; Nur, Edri Indah Yuliza
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/vfhvvd14

Abstract

Nutrition counseling is education for patients to maintain food intake according to needs. Adequate intake of macronutrients and fiber in patients with type 2 diabetes mellitus complicated by dyslipidemia is expected to maintain blood glucose control and lipid profile in good condition. The aim of this study was to determine the intake of macronutrients and fiber in patients with type 2 diabetes mellitus complicated by dyslipidemia at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya who has undergone nutritional counseling and has never undergone nutritional counseling. This type of research was observational with descriptive analysis on 87 patients with type 2 diabetes mellitus complicated by dyslipidemia, namely 43 patients who had undergone nutritional counseling and 43 patients who had never undergone nutritional counseling. Sampling used purposive sampling technique. Data collection was carried out by filling out questionnaires on respondent characteristics (history of nutritional counseling, gender, age, education, employment, nutritional status) obtained by interview, anthropometric measurements (body weight and height) and intake of macronutrients and fiber with formula foods. 24 hour recall. The results of the study showed that macronutrient intake in patients who underwent nutritional counseling and who did not undergo nutritional counseling, including protein and carbohydrates, was included in the deficit category. Meanwhile, fat intake is included in the category above requirements. Fiber intake is included in the severe deficit category. This shows that there is a need to increase nutritional programs related to education for patients with type 2 diabetes mellitus with complications so that nutritional intake can be met according to needs with good dietary management.