Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Kognitif melalui Permainan Tradisional Ular Naga pada Anak TK Ika Karya Bakti Probolinggo Puspita, Wedya
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas permainan tradisional Ular Naga dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak di TK Ika Karya Bakti Probolinggo. Permainan tradisional, yang kaya akan interaksi sosial dan strategi, diyakini memiliki dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan melibatkan 30 anak sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, tes kognitif, dan wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kognitif anak-anak setelah berpartisipasi dalam permainan Ular Naga, terutama dalam aspek pemecahan masalah, berpikir logis, dan memori. Penelitian ini menegaskan bahwa permainan tradisional seperti Ular Naga dapat berfungsi sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam merangsang perkembangan kognitif anak usia dini. Hasil ini memberikan implikasi bagi para pendidik untuk lebih mengoptimalkan penggunaan permainan tradisional dalam proses pembelajaran di sekolah.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Magic Box Andayani, Ratih Tri; Siswono, Hendrik; Puspita, Wedya
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2587

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian anak usia dini, khususnya pada anak usia 4–5 tahun di TK Mentari Krejengan Probolinggo. Anak-anak tersebut masih sering bergantung pada bantuan guru atau teman dalam melakukan aktivitas sederhana, seperti mengancing baju, memasang resleting, dan berangkat sekolah tanpa pendamping. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak melalui penggunaan media Magic Box dalam pembelajaran. Tujuan khususnya adalah untuk mendeskripsikan penerapan media Magic Box, mengetahui peningkatan kemandirian anak, dan memberikan alternatif media kreatif bagi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 21 anak kelompok A TK Mentari pada tahun pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan penilaian anekdot anak. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemandirian anak, termasuk kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, lebih percaya diri, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model penerapan media Magic Box yang dapat menjadi inovasi pembelajaran di PAUD.
Pengaruh Kegiatan Finger Painting terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di TK Muslimat NU 48 Jember Musdzalifah, Lailina; Jazuly, Ahmad; Puspita, Wedya
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.15332

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kegiatan Finger Painting terhadap perkembangan motorik halus anak di TK Muslimat NU 48 Jember. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 20 anak usia 5-4 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan motorik halus anak sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji T-test paired sample dan uji Efektivitas N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus anak dengan nilai rata-rata pretest 74,5 menjadi 88,5 pada posttest, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan korelasi 0,806. Uji efektivitas N-Gain Score menunjukkan nilai 0,58 (kategori sedang) dengan tingkat efektivitas 58,33% (cukup efektif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan Finger Painting berpengaruh signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak, sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan untuk stimulasi motorik halus anak usia dini. Kata Kunci: Finger Painting, Perkembangan Motorik Halus, Anak Usia Dini
Interaksi Guru-Anak terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 55 Jember Fikriyah, Anif Ifadatul; Jazuly, Ahmad; Puspita, Wedya
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 3 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i3.15474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi guru dan anak dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif yang dilakukan di TK Muslimat NU 55, Kesilir, Jember pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Subjek penelitian adalah 21 siswa berusia 4-5 tahun yang terdiri dari 17 laki-laki dan 4 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru dan anak sangat dipengaruhi oleh teori humanistik yang menekankan potensi anak untuk berkembang secara positif. Guru berperan sebagai fasilitator utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi sosial positif. Pendekatan langsung guru melalui komunikasi empati, keterlibatan dalam aktivitas bermain, dan membantu menyelesaikan masalah berdampak positif terhadap kemampuan anak dalam mengelola emosi, membentuk hubungan sosial, dan meningkatkan kepercayaan diri. Interaksi sosial memiliki peran penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama dalam membentuk kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kepribadian dan keterampilan sosial anak. Pendekatan guru yang hangat dan empatik terbukti berkontribusi signifikan pada perkembangan sosial emosional anak.. Kata kunci: interaksi guru-anak, perkembangan sosial emosional, anak usia dini.