p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SinarFe7 IJSS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal di Kota Bogor Silvia Dian Anggraeni1; Naeli Fitria; Rusdi J. Abbas; M. Fauzi Abdul Rachman; Octavia Adiel Permata; Muhamad Fadilah Aziz; Intan Putri Permatasari
Indonesian Journal of Social Science Vol. 2 No. 2 (2024): JULY- IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v2i2.75

Abstract

Kajian mengenai peran pemerintah daerah dan pemerintah kota dalam mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) semakin berkembang. Tren urbanisasi yang cepat di kota-kota besar di Indonesia menuntut pemerintah kota untuk mengembangkan solusi yang inklusif serta memastikan akses layanan publik, seperti air bersih, sanitasi, serta energi, dapat terjangkau oleh seluruh warganya. Kota Bogor terpilih sebagai pilot project oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengimplementasikan tujuan SDGs melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015-2024. Ini menunjukkan bahwa indikator-indikator dalam RPJMD Kota Bogor telah diselaraskan dengan indikator SDGs. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor adalah membangun infrastruktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk tangki septik komunal dan individual, untuk menyediakan akses sanitasi yang lebih baik. Meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam realisasi pembangunan infrastruktur IPAL ini, seperti keterbatsan anggaran, kondisi lahan yang kurang mendukung, minimnya partisipasi masyarakat, serta kendala teknis, pengelolaan IPAL komunal di Kota Bogor dinilai cukup berkelanjutan dengan skor 54,23 dari 100. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini menganalisis kapasitas kelembagaan Pemerintah Kota Bogor dalam mencapai SDGs melalui beberapa indikator, yaitu: (1) kapasitas strategis atau kepemimpinan, (2) kapasitas analisis dan manajemen data, (3) kapasitas manajemen organisasi, dan (4) kapasitas manajemen kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bogor telah memiliki fondasi kapasitas kelembagaan di keempat aspek tersebut. Namun, beberapa aspek kapasitas tampaknya belum tercapai secara optimal, terutama kapasitas analitis dan kapasitas strategis.
Penggunaan Algoritma K-means untuk Menentukan Calon Penerima Beasiswa Intan Putri Permatasari; Fajaryanto Cobantoro, Adi; Mustikasari, Dyah
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pemberian beasiswa merupakan salah satu bentuk dukungan finansial yang diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan agar dapat mengakses pendidikan tinggi secara berkualitas. Namun, dalam proses seleksi penerima beasiswa, seringkali terjadi kendala seperti subjektivitas penilaian, lamanya proses seleksi, dan kurang tepatnya sasaran penerima beasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma K-Means Clustering dalam menentukan calon penerima beasiswa secara lebih objektif, efisien, dan akurat. Metode K-Means digunakan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kriteria seperti IPK, penghasilan orang tua, dan jumlah tanggungan keluarga. Data mahasiswa digunakan sebagai input dalam proses clustering, yang kemudian dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu layak, dipertimbangkan, dan tidak layak menerima beasiswa. Metode K-Means digunakan untuk mengelompokkan data mahasiswa berdasarkan kedekatan nilai-nilai tersebut terhadap centroid awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat mengelompokkan 461 mahasiswa ke dalam tiga cluster dengan akurasi sebesar 86.8%. Data yang digunakan adalah data mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Selain itu, sistem ini diharapkan juga mampu memberikan kemudahan dalam proses pengelolaan data dan pengambilan keputusan untuk pemberian beasiswa secara lebih objektif dan efisien. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses seleksi calon penerima beasiswa dapat dilakukan secara lebih sistematis dan transparan. Dari penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu memberikan pengelompokan yang lebih sistematis dan membantu panitia dalam pengambilan keputusan pemberian beasiswa secara lebih cepat dan transparan. Dengan demikian, implementasi algoritma K-Means dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi proses seleksi penerima beasiswa