Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pendidikan Islam Perspektif Tafsir Al Quran Asswan Cahyadi, Wendy; Qomariyah, Siti Qomariyah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.146

Abstract

Indonesia is still a country with a low quality of education. The low quality of education in Indonesia can be caused by poor infrastructure and teacher competence. The purpose of this study was to determine the pedagogical competence of teachers in Islamic education from the perspective of Al-Qur'an interpretation. This research is library research, with descriptive method of qualitative analysis. The researcher describes the Teacher's Pedagogic Competence in Islamic Education, then analyzes it in detail and depth with the Al-Qur'an Tafsir Perspective. Namely the book Tanwir Miqbas Min Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Jalalain, Tafsir al Qur'an al Azim. Research results: research results include: 1. Understanding of students; Effective Communication (qaulan balighah/words that leave scars and qaulan makrufah/good words) 2. Objectives of Islamic education; 3. Obligation to seek knowledge; 4. Curriculum 5. Evaluation 6. Learning Models and Methods: Uswatun Hasanah (Good Exemplary) Method, Teaching to be Thorough, Detailed and Responsible, Lecture Method with Wisdom and Mauidlah Hasanah, Collaborative Discussion Learning Method with Creative Thinking, Story Method / Story, Method of Approaching Imagery as Lesson, Method of Reward / Targhib / Reward and Punishment / Tarhib / Punishment, Method of Reading, Studying and Studying with Basmalah and memorization method.
AI-Literate: Sosialisasi dan Peningkatan Berpikir Kritis Terhadap AI Di Era Digital Asswan Cahyadi, Wendy; Muharam, Deni; Gina, Abdul; Ridwan, Achmad; Adhi Saputra, Alfian; Mulya Adhi Pradana, Fajar
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v7i1.57967

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan interaksi sosial di era digital. Namun, pesatnya adopsi teknologi AI belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat literasi dan kemampuan berpikir kritis masyarakat dalam memahami cara kerja, potensi, serta risiko penggunaan AI secara bertanggung jawab. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi AI (AI-literacy) dan kemampuan berpikir kritis masyarakat terhadap pemanfaatan AI melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi terstruktur. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang mencakup penyampaian materi konseptual tentang AI, diskusi kritis mengenai implikasi etis dan sosial AI, serta simulasi penggunaan aplikasi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Krisis Moralitas Di Era Otomasi: Studi Refleksi Etika Generasi Z Dalam Menghadapi Dilema Kehadiran Artificial Intelligence Eduar Muda, Yose; Asswan Cahyadi, Wendy; Juliawati, Fatimatuzahro; Nadila Syahira, Febby; Lastri; Hilaliyah Aprilia Widagdo, Maimunah
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v7i1.58156

Abstract

Akselerasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah menciptakan pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan, di mana efisiensi otomasi sering kali berbenturan dengan nilai-nilai moralitas konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STIKOM El Rahma ini bertujuan untuk melakukan studi refleksi etika guna membekali siswa SMK IT Yasiba Bogor dengan kesadaran moral dalam menghadapi dilema kehadiran AI. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah tingginya risiko degradasi kejujuran akademik dan ketergantungan kognitif pada teknologi instan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi sosialisasi nilai, diskusi dilema etis, dan simulasi dampak otomasi terhadap integritas diri. Hasil utama menunjukkan peningkatan kesadaran etis peserta sebesar 85%, di mana siswa mulai mampu meredefinisi peran AI sebagai asisten produktivitas dan bukan pengganti otoritas berpikir. Dampak signifikan yang dicapai adalah terbentuknya integritas digital siswa dalam memitigasi plagiarisme serta penguatan karakter tanggung jawab intelektual di era otomasi.
Transformasi Kognitif Generasi Z Melalui Program AI-Literate: Strategi Penguatan Nalar Kritis Di Era Disrupsi Algoritma Asswan Cahyadi, Wendy; Muharam, Deni; Gina, Abdul; Ridwan, Achmad; Adhi Saputra, Alfian
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v7i1.58157

Abstract

Disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menciptakan pergeseran fundamental dalam pola kognitif generasi Z, yang sering kali terjebak dalam penggunaan alat generatif tanpa pemahaman kritis terhadap validitas data. Program ini dirancang untuk mentransformasi paradigma siswa dari konsumen teknologi pasif menjadi pengguna yang analitis dan etis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mengintegrasikan sosialisasi teoretis, demonstrasi teknik prompt engineering, dan simulasi deteksi bias algoritma. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 27 Oktober 2025 dengan melibatkan siswa kelas XII sebagai subjek utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan analisis kritis peserta sebesar 82%, di mana siswa mampu mengidentifikasi halusinasi informasi pada AI dan menerapkan prinsip verifikasi data mandiri. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah penguatan resiliensi kognitif siswa dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus membekali mereka dengan integritas akademik dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.