Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung: Urgensi Integrasi Budaya dalam Intervensi Psikologi Damanik, Novitasari Rohdearni
Journal of Research and Measurement in Psychology: JPPP Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi Vol 13 No 1 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNJ dan Program Studi Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPP.131.01

Abstract

Pada Era Society 5.0 yang dinamis dan penuh tantangan sekarang, psikologi memiliki peran krusial membantu masyarakat menavigasi kompleksitas modernitas. Dalam lanskap yang terus berubah dengan percepatan teknologi seperti kecerdasan buatan dan isu-isu sosial yang meliputi kemiskinan, kerusakan lingkungan, serta diskriminasi di tempat kerja, kehidupan manusia menjadi semakin kompleks dan menuntut solusi yang tidak hanya efektif tetapi juga responsif. Psikologi, sebagai ilmu yang mempelajari perilaku serta proses fisiologis dan mental yang mendasarinya, memiliki kapasitas untuk menerapkan pengetahuannya tentang dinamika manusia untuk mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi manusia (Weiten dkk., 2018). Dengan demikian, Psikologi tidak hanya bertujuan untuk memahami dan menganalisis interaksi manusia dengan lingkungan dan isu-isunya, tetapi juga memberikan intervensi yang tepat sebagai respons terhadap kompleksitas tersebut. Salah satu intervensi psikologi dalam menanggapi isu-isu sosial adalah intervensi perubahan perilaku. Perubahan perilaku dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks lingkungan, perubahan perilaku diterapkan dengan efektif mendorong penggunaan transportasi publik (Bamberg, 2006), mendorong praktik perilaku konservasi air atau penggunaan sumber daya air secara bijak (Datta dkk., 2015; Seyranian dkk., 2016), meningkatkan kebiasaan penggunaan kertas yang hemat (Egebark & Ekstrom, 2016), serta mengurangi penggunaan plastik (Rubens dkk., 2015). Dalam domain kesehatan, perubahan perilaku terwujud misalnya dalam meningkatkan jumlah kunjungan perempuan untuk melakukan pemeriksaan dini kesehatan payudara (Cohen & Azaiza, 2010) dan mendorong individu untuk lebih mengkonsumsi makanan sehat (Montagni dkk., 2020). Pada konteks kepatuhan membayar pajak, intervensi perubahan perilaku terbukti dapat meningkatkan ketaatan membayar pajak masyarakat di Guatemala (Kettle, 2016). Dalam konteks finansial, intervensi perubahan perilaku mendorong individu menabung secara lebih teratur sebagai persiapan masa pensiun (Garcia & Vila, 2020).
PELATIHAN ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING UNTUK MENGURANGI BOARDING SCHOOL SYNDROME PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DI DESA PASIRTANJUNG, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN BOGOR Lupi Yudhaningrum; Yufiarti; Irma Rosalinda; Erik; Novitasari R. Damanik; Maulin; Nazwa; Pradna
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As part of community service, the Faculty of Psychology Education, State University of Jakarta (UNJ) implemented a community service program in Pasir Tanjung Village, Tanjungsari District, Bogor Regency. This program aims to improve achievement motivation of Islamic Boarding School students through Achievement Motivation Training (AMT). Based on initial observations, it was found that achievement motivation among students was still low. AMT training, developed by McClelland in 1960, aims to increase an individual's internal drive to achieve success. This program includes goal setting, use of feedback, increased personal responsibility, and curiosity about new situations. In addition to helping with learning success, AMT is also useful in facing life's challenges and achieving goals. Evaluation of the effectiveness of the program was carried out through pre-tests and post-tests to measured by NGain Score which will look over the impact of this training. The result is that AMT can reduce Boarding School Syndrome which is often experienced by boarding school students, analyzed with N-Gain (0.58) and effectiveness of 58.46% indicates a significant decrease in boarding school syndrome. Abstrak Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan program pengabdian di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi santri Pondok Pesantren melalui pelatihan Achievement Motivation Training (AMT). Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa motivasi berprestasi di kalangan santri masih rendah. Pelatihan AMT yang dikembangkan oleh McClelland pada tahun 1960, bertujuan untuk meningkatkan dorongan internal individu dalam mencapai kesuksesan. Program ini mencakup penetapan tujuan, penggunaan umpan balik, peningkatan tanggung jawab pribadi, dan rasa ingin tahu terhadap situasi baru. Selain membantu dalam keberhasilan belajar, AMT juga bermanfaat dalam menghadapi tantangan hidup dan mencapai cita-cita. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur dampak dari pelatihan ini. Hasilnya, Pelatihan AMT dapat mengurangi Boarding School Syndrome yang sering dialami oleh santri, dimana pada perlakuan ini dianalisis menggunakan N-Gain (0,58) dan efeketivitas sebesar 58,46% yang menunjukkan penurunan signifikan pada Boarding Schoole Syndrome yang dialami oleh santri.
Pengembangan Keterampilan Kewirausaahaan pada Pelaku Usaha Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor Yudhaningrum, Lupi; Erik; R.A. Fadhallah; R.Damanik, Novitasari
Jendela Akademika Vol. 1 No. 01 (2023): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.101.04

Abstract

Economical problem is the root of other problems such as social, culture and human resource. Hence, it needs to be solved in nation building plan. Village of Pasirtanjung, in district of Tanjungsari Bogor, West Java has prioritized human resource enhancement through even distrubution of Education and improvement in civil economic growth. There are some solutions to address this economical problem and to improve civil economic growth. One of the solutions is to empower the society to become entrepreneur or business person. To be an entrepreneur or business person does not take a money capital only. Beside money capital, it takes an entrepreneur skill so individual be able to run the business successfully and profitable. As our community service program, Village of Pasirtanjung, in district of Tanjungsari Bogor, West Java, has some potencies to enhance entrepreneur skills. Hence, this community service program focuses on the enhancement of entrepreneur skill of business person, as a solution to enhance human resource capacity and improve civil economic growth. The outcome of this community service is evidence of entrepreneur skill improvement, activity video, and cooperation agreement.
Pengembangan Keterampilan Brand Awareness pada Pelaku Usaha Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor Damanik, Novitasari; Fajar Rakhman, Gumgum Gumelar; Yudhaningrum, Lupi
Jendela Akademika Vol. 1 No. 02 (2023): Jendela Akademika
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JendelaAkademika.102.03

Abstract

Economic challenges extend beyond financial implications, influencing various facets of society. Consequently, addressing these issues is vital for national development. Empowering communities to become entrepreneurs is a key solution for fostering economic growth. Notably, brand awareness among business operators is a critical component in shaping public perception and recognition of their endeavors. Our community service initiative in Pasirtanjung Village, West Java, is tailored to the specific needs of this community. The village's business operators lack awareness of the significance of brand identity, evident in their businesses' absence of distinctive branding. In this context, our program centers on elevating brand awareness by enhancing entrepreneurial skills among local business operators. The training aims to bridge this awareness gap and facilitate the creation of distinctive brand identities for these enterprises. Crucially, our program yielded significant results, with pre-test scores (M=61.5, SD=19.8) differing significantly from post-test scores (M=71, SD=16.2); t(19)=-3.047, p=0.007. This underscores the effectiveness of our efforts in enhancing entrepreneurial skills and brand awareness within the Pasirtanjung community. In summary, our program addresses the specific needs of Pasirtanjung Village, where business operators currently lack brand awareness. Through enhanced entrepreneurial skills, we aspire to empower them to develop unique brand identities, ultimately contributing to their economic growth and community development.
Peningkatan Well-Being Orang Tua dengan Metode Gamifikasi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23 Kota Depok Atikah Ainun Mufidah; Ernawati Ernawati; Novitasari R Damanik; Salsabila Mayang Sari; Arifani Arifani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.24505

Abstract

ABSTRAK Kesejahteraan (well-being) orang tua merupakan faktor penting dalam pengasuhan anak, namun hasil angket awal menunjukkan bahwa 50% orang tua di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23 Kota Depok masih memerlukan penguatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai well-being sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua melalui metode gamifikasi. Program dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, dan permainan interaktif. Kegiatan diikuti oleh 31 peserta, terdiri atas 22 orang tua dan 9 guru, namun analisis pre-test dan post-test dilakukan pada 19 orang tua yang bersedia mengisi instrumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor well-being orang tua dari 56,00 menjadi 57,53. Meskipun peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik, namun peserta memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya well-being, merasa lebih terhubung dengan sesama orang tua, serta mendapatkan inspirasi aktivitas positif yang dapat diterapkan di rumah. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis dalam pengasuhan, serta menunjukkan kecenderungan positif terhadap well-being orang tua melalui pendekatan gamifikasi. Kata Kunci: Well Being, Gamifikasi, Edukasi, Orang Tua, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Parental well-being is an important factor in child-rearing; however, the initial survey results showed that 50% of parents at TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23, Depok City, still required further strengthening in this area. This community service program aimed to provide an understanding of well-being while also increasing parents’ awareness through a gamification approach. The program was carried out in the form of counseling, training, and interactive games. A total of 31 participants took part in the activity, consisting of 22 parents and 9 teachers; however, the pre-test and post-test analysis was conducted on 19 parents who were willing to complete the instrument. The results showed an increase in the average parental well-being score from 56.00 to 57.53, although this increase was not statistically significant. Qualitatively, participants gained new insights into the importance of well-being, felt more connected with fellow parents, and obtained ideas for positive activities that could be applied at home. Thus, the program contributed to improving parents’ understanding and awareness of the importance of psychological well-being in parenting, while also showing a positive tendency toward parental well-being through a gamification approach.  Keywords: Well-Being, Gamification, Education, Parents, Community Service.