Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF RICE CROP PRODUCTION CHANGES DUE TO LAND USE CHANGES IN BAGIK POLAK VILLAGE, LABUAPI SUBDISTRICT WEST LOMBOK REGENCY Siddiqirly, Muhammad; Ningsi, Maulina; Mukmina, Mukmina; Putri, Mega Utami Regina; Selvia, Siska Ita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.852

Abstract

Bagik Polak Village is located in Labuapi District, West Lombok Regency. Its area is 2.50 km2 with 7 sub-villages and a population of 4,232 people and a population density of 1,693 people/km2. Geographically, Bagik Polak is located at coordinates 8037'39" S 116007'57" E. Agricultural activities such as planting rice, corn, horticulture, and livestock, are mostly carried out by the community to meet the needs of life. However, in the last 10 years, there has been a change in the function of agricultural land to non-agricultural land. An increase in population causes this, the dynamics of development and industrial development, which require space, so it has implications for changes in land use. The purpose of this study is to analyze changes in rice crop production based on land use changes in Bagik Polak Village from 2012 to 2022. The method used in this study is the evaluative descriptive method. Data processing and analysis is carried out using ArcGis 10.8, while the stages include geometric correction, image interpretation, calculating the digitized area and field observation. The data used are Google Earth Pro satellite imagery data from 2012-2022 and rice crop production data from 2012-2022. The analysis results show that changes in the use of agricultural land into settlements and housing are the most significant changes. In 2012 the area of agricultural land was 189.51 Ha with rice production of 11.867813 quintals. However, in 2022, the area of agricultural land decreased to 168.32 Ha with rice production of 11.571725 quintals. The average rate of shrinkage of rice crop production is -0.854782108. The land conversion is the main factor causing the decline in rice crop production in Bagik Polak Village. A correlation was found between changes in agricultural land use and a decrease in rice production in Bagik Polak Village, where changes in land use were directly proportional to a decrease in rice production
Inovasi Pengolahan Dan Pengemasan Produk UMKM Ikan Laut Di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara Suwardji; Putri, Mega Utami Regina; Maulidyasari; Satya, M. Erik Panji Dwi; Nurfaizah; Hanipah; Sartika, Luwy; Aziz, Muhamad Darul Amimi; Nadira; Hakim, Lukmanul; Zakaria, Abdul Wahid
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8026

Abstract

Desa Sukadana merupakan salah satu desa pesisir yang didominasi dengan profesi nelayan di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Hasil tangkapan yang didapat para nelayan sangat melimpah, namun belum adanya inovasi dalam pengolahan dan pengemasan ikan hasil tangkapan nelayan tersebut. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk membantu masyarakat setempat untuk mengolah hasil ikan menjadi produk yang lebih menarik sehingga ini dapat menjadi ide usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Teluk pada tanggal 10 dan 18 Januari 2024 di KWT Nina Maju dengan jumlah 15 orang. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan (demonstrasi masak) dan tahap evaluasi. Pada tahap persiapan, kami melakukan kegiatan awalan seperti melakukan diskusi dengan KUB Geger Gati dan KWT Nina Maju terkait dengan kesiapan untuk melaksanakan kegiatan pengolahan. Pada tahap pelaksanan kami menyiapkan alat dan bahan yang digunakan serta mempersiapkan desain produk dan kemasan, selain itu dilakukan metode demonstrasi, dimana kami memperagakan tahap-tahap mengolah ikan menjadi abon yang diikuti oleh KWT Nina Maju. Tahap terakhir adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan diskusi dua arah mencatat kekurangan-kekurangan yang terjadi saat melakukan pengolahan. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan ini, maka dapat disimpulkan bahwa Desa Sukadana memiliki potensi ikan laut yang melimpah sehingga dapat dimanfaatkan untuk menambah nilai jual ikan diolah menjadi abon ikan laut. Produk abon akan dipasarkan secara digital menggunakan teknologi seperti handphone atau laptop dan platform online. Usaha ini juga sekaligus dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan industri rumah tangga.