Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DIMASLIA

FASILITASI IMPLEMENTASI NEW POSYANDU 6 SPM: ADMINISTRASI POSYANDU DALAM PELAYANAN DAN TATA KELOLA KELEMBAGAAN Rokhayati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:. The transformation of primary health care services is one of the key pillars in Indonesia's Health System Transformation agenda to support the national vision of “Indonesia Emas 2045.” As the frontline of community-based services at the village level, Posyandu has evolved into the New Posyandu 6 SPM, expanding its service coverage to include education, health, public works, housing, public order and safety, and social welfare. This role expansion presents new challenges in administrative management and institutional governance. To address these challenges, a facilitation program was conducted in Ngalang Village, Gunungkidul Regency, aiming to enhance the capacity of Posyandu supervisors, administrators, and cadres.Objective: This activity aimed to strengthen the capacity of the Posyandu supervisory team, administrators, and cadres in understanding and implementing administrative procedures and institutional governance of the Posyandu 6 SPM model. Methods:The facilitation activity was conducted using interactive lectures, question-and-answer sessions, and guided discussions, supported by PowerPoint presentations.Results: The facilitation was conducted over two days in Ngalang Village and involved 85 participants, including Posyandu supervisory teams, administrators, and cadres. The activity was participatory and engaging. Evaluation results showed an improvement in participants' knowledge and skills in designing administrative and institutional governance frameworks for the Posyandu.Keyword: Posyandu 6 SPM, Service Administration, Institutional Governance
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA BAYI DAN BALITA DI KALURAHAN DEMANGREJO Rokhayati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar belakang : Penanganan stunting telah menjadi target prioritas baik secara global maupun nasional. penurunan prevalensi stunting pada balita telah menjadi salah satu major projec dengan target sebesar 14,00% di tahun 2024. Upaya percepatan penurunan stuting mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satu faktor terjaninya stunting adalah anemia. Anemia mengakibatkan kurangnya asupan oksigen ke jaringan tubuh terutama ke jaringan otak. Yang mengakibatkan menurunnya fungsi kognitif, menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat yakni melalui posyandu balita dengan minimal pelayanan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pemantauan perkembangan dan pemberian vitamin. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan gangguan gizi pada bayi dan balita agar terhindar dari anemia. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan orang tua anak usia 5-59 bulan akan pencegahan anemia defisiensi besi pada bayi dan balita Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang ciri ciri anemia pada balita, deteksi dini anemi apada balita mengunakan observasi pada warna kuku dan telapak tangan, cek sklera mata dan warna gusi. Hasil: Peserta kegiatan terdiri dari 30 orang tua bayi dan balita di Posyandu Balita Dusun Belik. Hasil evaluasi terlihat ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai deteksi dini anemia pada bayi dan balita, orang tua menjadi lebih mengetahui kebiasaan yang dapat menyebabkan anemia serta penanganan pada anak yang terindikasi anemia.Optimalisasi deteksi dini anemia ini hendaknya dilakukan secara rutin dan kontinyu oleh orang tua dirumah dan dilanjutkan dengan pemberian makanan bergizi dari orang tua. Kata kunci: Anemia, balita, posyandu ABSTRACK Background:. Handling stunting has become a priority target both globally and nationally. Reducing the prevalence of stunting in children under five has become one of the major projects with a target of 14.00% by 2024. Efforts to accelerate the reduction of stunting include specific nutritional interventions and sensitive nutritional interventions. One of the factors causing stunting is anemia. Anemia results in a lack of oxygen supply to body tissues, especially brain tissue. Which results in decreased cognitive function, inhibiting children's growth and development. One of the health service activities in the community is through posyandu for toddlers with a minimum of health services including weighing, monitoring development and administering vitamins. Health education is one of the efforts to prevent nutritional disorders in infants and toddlers to avoid anemia.Objective: to improve the knowledge of parents of children aged 5-59 months about preventing iron deficiency anemia in infants and toddlers Methods: This community service is carried out by providing education about the characteristics of anemia in toddlers, early detection of anemia in toddlers using observation of the color of nails and palms, checking eye sclera and gum color.Results: The participants consisted of 30 parents of babies and toddlers at posyandu balita in Dusun Belik. The results of the evaluation show that there is an increase in knowledge and understanding regarding early detection of anemia in babies and toddlers, parents become more aware of habits that can cause anemia and treatment of children who are indicated to be anemic. Optimizing early detection of anemia should be carried out routinely and continuously by parents at home and continued with the provision of nutritious food from the parents.Keyword: Anemia, toddlers, posyandu