Stefhanie, Stefhanie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya corporate social responsibility pada strategi perusahaan dalam masa resesi ekonomi Stefhanie, Stefhanie; Suhardjo, Iwan
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 4 (2022): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/fairvalue.v5i4.2199

Abstract

Previous study researching the relationship between corporate social responsibility (CSR) and corporate financial performance (CFP) shows how important industry specificity is. Seeing by the stakeholder theory, we argue that strategic fit of CSR has a multi-dimensional characteristics, some CSR activity will be more impactful for certain industry than the others. We tested two set of hypothesis including controversial and non-controversial industry. Furthermore, we do this research by using 2019 economic recession in Indonesia throughout Covid-19 as a boundaries condition. Our studies contributes to the literature and demonstrate the role of CSR by explaining the strategic fit of CSR to specific Industry. Additional testing with mechanism in time of economic hardship adds an aspect of uniqueness to our empirical contributions.
Bye Bye Perfectionism: Lepas Standar Kesempurnaan Yang Bikin Lelah Aninda, Nining; Stefhanie, Stefhanie; Septiana, Tia
Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Magister Manajemen, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jabdimas.v1i2.284

Abstract

Perfectionisme kerap dipersepsikan sebagai sikap positif karena identik dengan standar tinggi dan dorongan untuk mencapai hasil terbaik. Namun, dalam praktiknya, tuntutan untuk selalu sempurna justru sering menjadi sumber kelelahan mental, kecemasan, dan penurunan produktivitas. Artikel ini membahas fenomena perfectionism dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagaimana standar kesempurnaan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, proses belajar, serta kinerja individu. Melalui pendekatan reflektif dan deskriptif, tulisan ini menyoroti pergeseran sudut pandang dari mengejar kesempurnaan menuju penerimaan diri dan proses yang realistis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa melepaskan perfectionism bukan berarti menurunkan kualitas diri, melainkan membangun keseimbangan antara usaha, batas kemampuan, dan kesehatan mental. Dengan demikian, individu diharapkan mampu menjalani aktivitas secara lebih sehat, produktif, dan bermakna tanpa terbebani oleh tuntutan untuk selalu sempurna.