Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Posisi Head Up 30 Derajat Terhadap Pencegahan TIK Pasien Cedera Kepala di Ruang IGD RSUD PROF. DR. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Monoarfa, Susanti; Dali, Rahmawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15140

Abstract

ABSTRACT Head injury is a traumatic disturbance of brain function accompanied or without interstitial bleeding which includes trauma to the scalp, skull and brain. Complications that occur in head injuries are increased intracranial pressure, namely the pressure that occurs in the cerebral space due to an increase in brain volume that exceeds the tolerance threshold in the cranial space. Head injury treatment can be done by controlling intracranial pressure. Surgical intervention by providing a 30 degree head position can be given to head injury patients. The aim of the research is to analyze the 30 degree head up position on the prevention of ICT. The research method used pre-experimental design with one group pre and post test. The sample in this study consisted of 10 respondents. The results of the research showed that the highest pre-intervention intracranial pressure was obtained by GCS, namely Mild Head Injury, 5 respondents, the highest blood pressure, namely Stage 1 Hypertension, 4 respondents, the highest pulse category, namely bradycardia, 5 respondents, and the highest pain scale, namely mild, 5 respondents. Meanwhile, post-intervention intracranial pressure experienced the most changes obtained for GCS, namely Mild Head Injury, 7 respondents, the highest blood pressure, namely Pre Hypertension, 5 respondents, the highest pulse category, namely normal pulse, 5 respondents, and the lightest pain scale, namely 6 respondents. Based on the results of parametric and non-parametric statistics, it was found that all components of intracranial pressure had an influence after intervention, namely GCS with a p-value of 0.003, blood pressure with a p-value of 0.000, pulse with a p-value of 0.001, headache with a p-value of 0.000 where < 0.05, which means it has a significant effect after being given the intervention. For this reason, applying a 30 degree head up position can increase blood supply to the brain thereby reducing the risk of increasing intracranial pressure due to thrombolytic stroke as well as clinical complications for the patient. Keywords: Head Injury, Head Up 30 Degrees, ICT  ABSTRAK Cedera kepala adalah gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa perdarahan intersisial yang meliputi trauma kulit kepala, tengkorak, dan otak. Komplikasi yang terjadi pada cedera kepala adalah peningkatan tekanan intrakranial, yaitu tekanan yang terjadi pada ruang serebral akibat bertambahnya volume otak melebihi ambang toleransi dalam ruang cranium. Perawatan cedera kepala dapat dilakukan dengan mengontrol tekanan intrakranial. Intervensi keperawatan dengan memberikan posisi kepala 30 derajat dapat diberikan pada pasien cedera kepala. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis posisi head up 30 derajat terhadap pencegahan TIK. Metode penelitian menggunakan pre-experimental dengan desain one grup pre dan post test. Sampel pada penelitian ini berjumlah 10 respoden. Hasil penelitian menunjukkan tekanan intrakranial pre intervensi didapatkan untuk GCS terbanyak yaitu Cedera Kepala Ringan sebanyak 5 responden, tekanan darah terbanyak yaitu Hipertensi Tahap 1 sebanyak 4 responden, kategori nadi terbanyak yaitu nadi bradikardi sebanyak 5  responden, serta skala nyeri terbanyak yaitu ringan sebanyak 5 responden. Sedangkan tekanan intrakranial post intervensi mengalami perubahan didapatkan untuk GCS terbanyak yaitu Cedera Kepala Ringan sebanyak 7 responden, tekanan darah terbanyak yaitu Pre Hipertensi sebanyak 5 responden, kategori nadi terbanyak yaitu nadi normal sebanyak 5  responden, serta skala nyeri terbanyak yaitu ringan sebanyak 6 responden. Berdasarkan hasil statistik parametrik dan non parametrik didapatkan bahwa semua komponen tekanan intrakranial memiliki pengaruh setelah dilakukan intervensi yaitu GCS dengan p-value 0,003, tekanan darah dengan p-value 0,000, nadi dengan p-value 0,001, nyeri kepala dengan p-value 0,000 dimana < 0,05 yang artinya memiliki pengaruh secara signifikan setelah diberikan intervensi. Untuk itu pada penerapan posisi head up 30 derajat dapat meningkatkan suplay darah ke otak sehingga menurunkan resiko peningkatan tekanan intracranial akibat stroke trombolitik maupun komplikasi klinis pasien. Kata Kunci: Cedera Kepala, Head Up 30 Derajat, TIK
Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Perubahan Nadi dan Kecemasan Pada Pasien Stemi di Ruangan CVCU RSUD PROF. DR. H. Aloei Saboe Damansyah, Haslinda; Umar, Arifin; Pakaya, Idris; Mohamad, Nunung Amelia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.14898

Abstract

ABSTRACT Increased blood pressure in stemi patients due to anxiety can be seen from the patient's pulse. Treatment that can be given to stemi patients to reduce pulse rate and anxiety is murottal Al-Qur'an therapy. The purpose of this researchcapable studentsdetermine the effect of murottal therapy on pulse changes and anxiety in stemi patients in the CVCU Room at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital. The research method used was pre-experimental with a one group pre-post test design on 10 stemi patients in the CVCU room at Prof. Hospital. Aloei Saboe. The results of this study show that from the paired sample t-test analysis, the significant value for pulse before and after was 0.012 (<α 0.05) and the significant value for anxiety before and after was 0.000 (<α 0.05), meaning that there was an influence of murottal Al therapy. -Qur'an on changes in pulse and anxiety in STEMI patients in the CVCU Room at Prof. Hospital. Dr. H. Aloei Saboe. Keywords: Anxiety, Murottal, Nadi, Stemi, Therapy ABSTRAK Peningkatan tekanan darah pada pasien stemi akibat kecemasan dapat diketahui dari denyut nadi pasien. Penatalaksanaan yang dapat diberikan kepada pasien stemi untuk menurunkan denyut nadi dan kecemasan yaitu terapi murottal Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini mahasiswa mampu mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap perubahan nadi dan kecemasan pada pasien stemi di Ruangan CVCU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Metode penelitian yang digunakan yaitu pra-eksperimental dengan one group pre post test design pada 10 pasien stemi di ruangan CVCU RSUD Prof. Aloei Saboe. Hasil penelitian ini menunjukan dari analisis paired sample t-test diperoleh nilai signifikan untuk nadi sebelum dan sesudah adalah 0,012 (<α 0,05) dan nilai signifikan kecemasan sebelum dan sesudah adalah 0,000 (<α 0,05) artinya ada pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap perubahan nadi dan kecemasan pada pasien STEMI di Ruangan CVCU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kata Kunci:  Kecemasan, Murottal, Nadi, Stemi, Terapi
Perbedaan Kualitas Hidup Antara Lansia Yang Tinggal Di Keluarga Dengan Di Griya Lansia Jannati Umar, Arifin; Lasanudin, Hamna Vony; Lihu, Fahmi A
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i1.2414

Abstract

Secara alamiah semua orang akan mengalami proses menjadi tua. Menua merupakan proses yang akan dialami oleh semua orang karena bagian dari siklus kehidupan manusia. Proses menua akan diikuti penambahan jumlah usia dan disertai perubahan anatomi fisiologi seluruh sistem tubuh.  Kualitas hidup merupakan suatukonsep yang sangat luas yang dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis, tingkat kemandirian, serta hubungan lansia dengan lingkungan,sehingga memerlukan bantuan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup lansiaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kualitas hidup antara lansia yang tinggal di keluarga dengan lansia di Griya Lansia Janati. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi komparatif untuk menggambarkan variabel dan menguji perbedaan dalam variabel dalam dua atau lebih kelompok yang terjadi secara alami, dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Uji MannWhitney (alpha <0,05) digunakan untuk analisis data. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal di Griya Lansia Jannati dengan yang tinggal dikeluarga namun ditinjau dari setiap domain hanya domain psikologis yang terjadi perbedaan sedangkan domain Fisik, Sosial dan lingkungan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan kualitas hidup lansia harus ditingkatkan terutama pada aspek sosial
Hubungan Sikap Perawat Dengan Penerapan Standar Keselamatan Pasien di IGD Rumah Sakit Prof.Dr.H. Aloei Saboe Umar, Arifin; Monoarfa, Susanti; Lasangole, Sri Lismawati
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2905

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi 30 masyarakat di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe, sampel penelitian ini yaitu perawat IGD yang berjumlah 30 orang, dengan jenis sample purposive sampling, Dan instrumen penelitian ini adalah kuisioner. di dapatkan hasil Sikap perawat pada kategori sikap baik, dengan jumlah sebanyak 17 orang (57%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 13 orang (43%), Penerapan standar keselematan pasien, perawat yang menerapkan standar keselamatan pasien terbanyak pada kategori yang baik, dengan jumlah sebanyak 22 orang (73%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 8 orang (27%). .Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai p value sebesar 0,004, yang ternyata lebih rendah daripada tingkat signifikansi yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 0,005. Hal ini menunjukan adanya hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien. kesimpulan terdapat hubungan sikap dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe.
Kepuasan Pasien BPJS terhadap Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Umar, Arifin; Syukur, Sabirin B; Firmawati, Firmawati
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v10i2.2020

Abstract

BPJS sangat bermanfaat bagi masyarakat salah satunya sebagai pelayanan kesehatan medis di fasilitas kesehatan. Pelayanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit salah satunya pelayanan rawat jalan. Pelayanan rawat jalan menjadi salah satu pelayanan yang mendapat penilaian secara instan dari pasien, sehingga kepuasan pasien akan langsung dirasakan saat itu juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan rawat jalan. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif untuk mengetahui gambaran 5 dimensi yaitu responsivines, reliability, assurance, tangible, dan empathy. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan 100 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan ini menunjukkan nilai kepuasan baik dengan jumlah responden 89 dan Kepuasan cukup dengan jumlah 11 responden dari100 sampel yang ditentukan. Hasil penelitian pada 5 dimensi yaitu tangible terdapat 93 responden berkepuasan baik dan 7 responden berkepuasan cukup, pada reliability terdapat 92 responden berkepuasan baik dan 8 responden berkepuasan cukup, pada ketanggapan terdapat 91 responden berkepuasan baik dan 9 responden yang berkepuasan cukup, pada asuransi jaminan terdapat 96 responden berkepuasan baik dan 4 responden berkepuasan cukup, pada empaty terdapat 94 responden berkepuasan baik dan 6 responden berkepuasan cukup. Kesimpulannya kepuasan baik ini didapatkan dari pelayanan baik dan maksimal yang telah diberikan oleh para tenaga keshatan sehingga pasien BPJS merasa puas terhadap pelayanan yang ada
Pelayanan Prima dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Interna RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo Umar, Arifin; Yunus, Pipin; Blongkod, Sartika
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v10i1.1801

Abstract

Pelayanan prima ialah suatu usaha untuk melayani kebutuhan orang lain dengan memberikan yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan prima dengan tingkat kepuasan pasien. Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Hasil penelitian ini adalah responden yang menilai pelayanan prima kategori prima sebanyak (45,5%) responden, kategori cukup prima sebanyak (54,5%) responden. Kepuasan pasien kategori puas (45,5%) responden  dan kategori cukup puas sebanyak (54,5%) responden. Hasil menunjukan ada hubungan antara pelayanan prima dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap interna RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo