Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Novel “Sinta” Karya Sunarno Sisworahardjo Pardyatmoko, Pardyatmoko; Rizkiana, Ajeng; Harsono, Harsono; Efendi, Agus; Deswijaya, R Adi
Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/kawruh.v5i1.3954

Abstract

Novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo memiliki banyak gaya bahasa retoris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan ragam gaya bahasa retoris dalam novel Sinta karya Sunarno Sisworahardjo melalui pendekatan kajian stilistika. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data berupa kata dan struktur kalimat yang mengandung gaya bahasa retoris dalam novel Sinta. Sumber data adalah novel Sinta karangan Sunarno Sisworahardjo. Teknik pengumpulan data memakai teknik simak, teknik catat dan teknik pilah unsur penentu. Hasil penelitian ditemukan gaya bahasa retoris meliputi gaya bahasa aliterasi, asindeton, polisindeton, pertanyaan retoris, hiperbola, perifrasis, tautologi. Kontribusi penelitian ini diarahkan untuk memberikan sumbangan pemikiran dan pengembangan teori kajian formal bahasa sastra, stilistika, gaya bahasa.
Model Pembelajaran Literasi Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Yudha Mukti, Ahmad Permana; Wicaksana, Muhlis Fajar; Pardyatmoko, Pardyatmoko
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1531

Abstract

The low reading literacy achievement of vocational high school students in Indonesia indicates the need for learning strategies that foster critical thinking skills. This study aims to develop and test a critical literacy learning model in Indonesian language learning in vocational high schools. Critical literacy is defined as the ability to understand texts in depth, analyze the ideology behind them, and reflect on social reality. The study used a qualitative descriptive approach through a case study and involved 49 students as respondents. Data were collected through a Likert scale questionnaire and open-ended questions, then analyzed using the Miles & Huberman interactive analysis technique. The results showed that the majority of students felt the learning model helped them understand texts, think critically, and actively participate in discussions. Activities such as contextual learning, group discussions, and the use of media were proven to increase student participation and reasoning skills. However, the ability to write personal opinions remained low, indicating the need to strengthen the aspect of reflective expression. Critical literacy learning implemented in a participatory and meaningful manner can shape vocational high school students into individuals who are not only academically competent, but also sensitive to social issues and able to think logically and empathetically. This model is considered relevant to be integrated into the Indonesian language curriculum in vocational high schools consistently. Abstrak Rendahnya capaian literasi membaca siswa SMK di Indonesia menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji model pembelajaran literasi kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK. Literasi kritis dimaknai sebagai kemampuan memahami teks secara mendalam, menganalisis ideologi di baliknya, serta merefleksikan realitas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kasus dan melibatkan 49 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan pertanyaan terbuka, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa model pembelajaran membantu mereka memahami teks, berpikir kritis, dan terlibat aktif dalam diskusi. Kegiatan seperti pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, dan penggunaan media terbukti meningkatkan partisipasi dan daya nalar siswa. Namun, kemampuan menulis pendapat pribadi masih rendah, menunjukkan perlunya penguatan pada aspek ekspresi reflektif. Pembelajaran literasi kritis yang diterapkan secara partisipatif dan bermakna mampu membentuk siswa SMK menjadi individu yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga peka terhadap isu sosial dan mampu berpikir secara logis dan empatik. Model ini dinilai relevan untuk diintegrasikan dalam kurikulum Bahasa Indonesia di SMK secara konsisten.
Menguatkan Pemahaman Stilistika Melalui Gaya Bahasa Slogan Iklan Kopi di Media Elektronik Ratri Aulia Sari Nurjanah; Sri Wahono Saptomo; Pardyatmoko, Pardyatmoko
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3607

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa pada slogan iklan kopi di media elektronik yang dapat menguatkan pemahaman stilistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan kalimat slogan iklan kopi di media elektronik. Sumber data utama yang digunakan sebagai sasaran dari penelitian ini berupa kalimat slogan iklan kopi di media elektronik seperti di televisi, radio, internet, dan media sosial. Data penelitian berupa kalimat slogan iklan kopi yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 30 data yang terdiri dari 8 slogan dengan gaya bahasa perbandingan, 9 slogan dengan gaya bahasa pertentangan, 2 slogan dengan gaya bahasa pertautan, dan 11 slogan dengan gaya bahasa perulangan. Gaya bahasa dalam slogan iklan kopi berperan penting dalam memperkuat pemahaman stilistika melalui pemanfaatan elemen-elemen linguistik yang khas dan efektif.
Integration of Sukoharjo Local Wisdom in The Encyclopedia Digital Ethnoscience for Science Learning In Elementary Schools Sari, Nurratri Kurnia; Sukarno, Sukarno; Adriyanto, Adriyanto; Wicaksana, Muhlis Fajar; Pardyatmoko, Pardyatmoko
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.10326

Abstract

Natural Science (IPA) learning today in elementary schools tends to be still theoretical and less contextual with students' lives. This research aims to develop science teaching materials in the form of an ethnoscience-based digital encyclopedia that integrates the local wisdom of Sukoharjo Regency. The ethnoscience approach is used to bridge scientific concepts with local cultural values to increase the relevance and meaning of learning. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, including the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were obtained through literature studies, field observations, interviews with community leaders, and validation by material and media experts. Preliminary results suggest that various local practices, such as traditional food processing, herbal medicine, and agricultural systems, have scientific value that can be integrated into science material. The developed digital encyclopedia is equipped with illustrations, interactive narratives, and multimedia content to make it easier for students to understand. These findings show that the development of ethnoscience-based contextual teaching materials has the potential to improve the quality of science learning in elementary schools in a creative, meaningful, and rooted in local culture
STRATEGI MENDESKRIPSIKAN OBJEK SEBAGAI PEMBELAJARAN PUBLIC SPEAKING SISWA SMK Febryanti, Keysha Elia Putri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Kusumaningsih, Dewi; Pardyatmoko, Pardyatmoko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10806

Abstract

This study aims to describe the implementation of the strategy of describing objects as a public speaking learning for vocational high school students. The study used a qualitative descriptive design with one Indonesian language teacher and 32 grade XI students at a state vocational high school in Sukoharjo in the 2025/2026 academic year selected by purposive sampling as subjects. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and analysis of In-Depth Learning Plan (RPM) documents. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that this strategy was implemented through five integrated aspects: (1) functional teaching materials based on CP Indonesian speaking aspects delivered demonstratively; (2) media in the form of concrete objects in the classroom environment chosen spontaneously; (3) six stages of the strategy including the teacher as a model, offering rewards, spontaneous topic selection, directions for minimizing pauses, oral descriptions without text, and evaluation; (4) formative evaluation based on appreciative oral feedback; and (5) independent follow-up in the form of practice in front of a mirror and family. The conclusion of the study shows that the strategy of describing objects effectively increases students' participation, speaking courage, and fluency, while progressively reducing anxiety about appearing in front of the class. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan strategi mendeskripsikan objek sebagai pembelajaran public speaking siswa SMK. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan subjek satu orang guru Bahasa Indonesia dan 32 siswa kelas XI di salah satu SMK Negeri di Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini dilaksanakan melalui lima aspek yang terintegrasi: (1) bahan ajar fungsional berbasis CP Bahasa Indonesia aspek berbicara yang disampaikan secara demonstratif; (2) media berupa objek konkret di lingkungan kelas yang dipilih secara spontan; (3) enam tahapan strategi meliputi guru sebagai model, penawaran reward, pemilihan topik spontan, arahan minimalisasi jeda, deskripsi lisan tanpa teks, dan evaluasi; (4) evaluasi formatif berbasis umpan balik lisan yang apresiatif; serta (5) tindak lanjut mandiri berupa latihan di depan cermin dan keluarga. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi mendeskripsikan objek efektif meningkatkan partisipasi, keberanian berbicara, dan kelancaran siswa, sekaligus mengurangi kecemasan tampil di depan kelas secara progresif.