Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Systems Engineering and Management

Analisis sistem antrian model G/G/1 pada fasilitas layanan kesehatan Aditya Rahadian Fachrur; Laura Novel Hutagaol; Rendiansyah Rendiansyah
Journal of Systems Engineering and Management Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v1i1.17547

Abstract

Health care is one of the services that must maintain excellent service quality, particularly in terms of patient wait times, including for XYZ health care facilities. XYZ health care services include administration or registration, health check-ups, and drug collection. Queues of patients are frequently encountered during the outpatient service process at XYZ health facilities. These queues often occur when patients perform registration administration, allegedly because there is only one registration counter. This problem will certainly affect patient satisfaction because service waiting time is a health facility customer satisfaction indicator. This study aims to analyze the queuing system for administrative services and health checks using the queuing theory method to obtain a queuing model and queuing performance. The results of this study indicate that the XYZ health facility queuing model is G/G/1/FIFO/I/I with an arrival rate for each service stage of 13 and 11 patients per hour, respectively, with 11 and 13 patients. Steady-state conditions are not met in administrative services because the arrival rate is higher than the service level, so the performance of the queuing system can be analyzed only on health check services, with the result that the probability of service facilities experiencing idle is 0.12. The average number of patients in the queue is one patient per hour, and the average number of patients in the system is four people per hour, while the waiting time for health check services is 37.0820 minutes per patient. The average length of time is 37.0820 minutes per patient. Patients are in the health care system for 41.9714 minutes per patient.
Perbandingan kinerja peta kendali np klasik dan np bayes produk roti di UMKM BenRoti Snack Box Musthofa, Faris; Watsiqoh, Siti; Angin, Nurul Fadillah Boru; Sukamto, Aurora Elvaretta; Fachrur, Aditya Rahadian
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga jenis peta kendali np, yaitu peta kendali np klasik, peta kendali np bayes prior konjugat, dan peta kendali np bayes prior non-informatif dalam mengendalikan kualitas produk di UMKM BenRoti SnackBox. Saat ini, UMKM BenRoti SnackBox belum menggunakan alat pengendalian kualitas untuk produk-produknya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas ketiga jenis peta kendali np dalam membantu UMKM BenRoti SnackBox dalam mengendalikan kualitas produknya. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan nilai ARL (Average Run Length) sebagai ukuran kinerja dari ketiga jenis peta kendali np. ARL adalah rata-rata jumlah sampel yang diperlukan sebelum munculnya suatu sinyal atau peringatan bahwa kualitas produk telah menyimpang dari spesifikasi yang ditetapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peta kendali np bayes prior non-informatif memberikan hasil yang lebih baik dalam mengendalikan kualitas produk dibandingkan dengan peta kendali np klasik dan peta kendali np bayes prior konjugat. Peta kendali np bayes prior non-informatif memberikan nilai ARL yang relatif lebih kecil daripada peta kendali np klasik dan peta kendali np bayes prior konjugat, yang berarti waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi perubahan kualitas produk menjadi lebih singkat. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara peta kendali np klasik dan peta kendali np bayes prior konjugat. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan peta kendali np bayes prior non-informatif dapat membantu UMKM BenRoti SnackBox dalam mengendalikan kualitas produknya lebih efektif daripada peta kendali np klasik dan peta kendali np bayes prior konjugat.
Perancangan Detail Engineering Design (DED) dalam Upaya Revitalisasi Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Margaluyu Kota Serang Ramadhan, Tubagus Raihan; Sonda, Atia; Ulfah, Maria; Fachrur, Aditya Rahadian; Dewantari, Nustin Merdiana; Bahauddin, Achmad; Lufianawati, Dina Estining Tyas; Mariawati, Ade Sri; Herlina, Lely; Ummi, Nurul; Mutaqin, Ade Irman Saeful
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i2.29493

Abstract

Permukiman kumuh di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Margaluyu, Kota Serang, seringkali dihadapkan pada infrastruktur yang buruk, kepadatan penduduk tinggi, serta terbatasnya akses ke layanan dasar seperti sanitasi dan air bersih. Masalah ini diperparah oleh urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat, sehingga diperlukan upaya revitalisasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah perancangan Detail Engineering Design (DED), yang bertujuan menghasilkan gambar teknis lengkap dan spesifik sebagai panduan dalam pelaksanaan proyek. Dalam konteks ini, DED untuk jalan lingkungan dan sistem drainase di Kelurahan Margaluyu dirancang untuk meminimalisir kesalahan pelaksanaan dan menjamin keberlanjutan proyek. Kriteria konstruksi yang diusulkan mencakup jalan dengan fungsi penghubung antar kawasan dan sistem drainase untuk mengendalikan limpasan air hujan serta limbah. DED diharapkan dapat berfungsi sebagai landasan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur yang terstruktur dan berkelanjutan. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan pentingnya pendekatan perencanaan yang terstruktur, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan desain yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berdampak positif terhadap kualitas hidup di kawasan tersebut.