Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Risk mitigation action of sport shoes supply chain using the House of Risk Method Ulfah, Maria; Trenggonowati, Dyah Lintang; Muharni, Yusraeni; Herlina, Lely
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i2.21858

Abstract

PT PWI, a foreign capital company from South Korea, specializes in manufacturing Adidas and Reebok brand sports shoes. Throughout its supply chain activities, the company often faces challenges and risks, particularly delays in raw material deliveries from suppliers, which can significantly disrupt the production process. Hence, implementing risk mitigation actions becomes essential to alleviate these risks within the supply chain flow. This study aims to identify potential risk events and their agents, proposing strategies for risk mitigation. The House of Risk (HOR) method is employed, while the determination of business process criteria relies on the dimensions of the Supply Chain Operation Reference (SCOR). The study's outcomes include various risk mitigation measures, such as preparing backup suppliers, establishing agreements with suppliers (including compensation costs), implementing regular machine maintenance, enforcing stricter employee supervision, conducting more routine employee briefings, incorporating silica gel into each shoe, applying anti-mold spray to every shipment, implementing new rules for material retrieval using receipts, and enhancing raw material ordering plans and scheduling.
Building a resilient supply chain: Mitigating risks in label-holder production Ulfah, Maria; Bahauddin, Achmad; Ekawati, Ratna; Sonda, Atia; Muharni, Yusraini; Fachrur, Aditya Rahadian
Journal Industrial Servicess Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v10i1.24497

Abstract

This study investigates risk mitigation strategies within the label holder supply chain at a company specializing in convection-produced label holders. The House of Risk approach will be used to identify and prioritize potential risks and their sources throughout the supply chain activities, as defined by the Supply Chain Operation Reference (SCOR) method. Common supply chain risks include torn mica, detached stitches, and improper strap lengths. The risk identification process within the label holder supply chain activities resulted in 30 risk events, 27 risk agents, and 13 prioritized risk mitigation actions. These actions include regular routine machine maintenance, employee briefings, identifying backup suppliers, consistent performance monitoring, station coordination before production, machinery and tool upgrades for quality assurance, yearly shutdowns/maintenance, establishing customer contracts, user feedback coordination, training for raw material receiving personnel, implementing periodic product testing, enacting efficient inventory management practices, and improving finished goods quality management.
Application of the Nawaz-Enscore-Ham (NEH) algorithm for flow shop scheduling in a timber factory Muharni, Yusraini; Saeful Muttaqien, Ade Irman; Lazuardi, Hilal; Herlina, Lely; Febianti, Evi; Ilhami, Muhammad Adha; Ulfah, Maria; Hartono, Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v10i1.24503

Abstract

Scheduling is essential in production systems as it manages resource allocation and ensures precise and timely operations. A timber firm produces wooden hammocks and pallets to meet the demand for wooden pallets in the domestic market using a flow shop type production flow and the First Come First Served (FCFS) method. In December 2022, there was excess capacity due to a decrease in demand. Conversely, the company experienced a shortage of capacity in January due to a significant increase in demand for pallets from several companies. This situation resulted in idle time when switching to the next task, indicating that production capability was not being utilized to its full potential. The aim of this research is to provide production scheduling proposals to minimize makespan by applying the Nawaz-Enscore-Ham (NEH) method and the Integer Linear Programming (ILP) method. The proposed production scheduling with a lower makespan has been successfully obtained in this study.
Identification and strategy for the risk mitigation of supply chain with Fuzzy House of Risk: A case study in pallet products Ulfah, Maria; Bahauddin, Achmad; Trenggonowati, Dyah Lintang; Ekawati, Ratna; Arina, Faula; Sonda, Atia; Ridwan, Asep; Ferdinant, Putro Ferro
Journal Industrial Servicess Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v9i1.18953

Abstract

X Corp. is a manufacturing company that produces various wood packaging products, including pallets, which are in high demand, particularly for export commodities. However, the company's supply chain activities are often affected by various risks. If these risks are not addressed in a timely manner, they could disrupt the supply chain and lead to negative consequences for the company. Therefore, the company management needs to implement supply chain risk management to identify and mitigate these risks. This study aims to identify the risks that have occurred or are likely to occur in the supply chain of X Corp. and determine which risks should be prioritized for mitigation. The fuzzy house of risk method was used to analyze the data. The results of the study identified 38 risk events and 22 risk agents. Additionally, 17 proactive actions were proposed to the company to address the priority risk agents and mitigate their potential impact.
Penerapan Metode Six Sigma dalam Pengendalian Kualitas Produk Kabel Low Voltage Konduktor Tembaga pada PT JCC Tbk Ulfah, Maria; Trenggonowati, Dyah Lintang; Ekawati, Ratna; Arina, Faula; Sonda, Atia; Wulandari, Anting
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19398

Abstract

PT JCC Tbk. merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kabel listrik.,salah satu diantaranya kabel listrik tegangan rendah penghantar tembaga. Dalam proses produksinya, kabel low voltage konduktor tembaga masih ditemukan beberapa defect. Tujuan penelitian adalah menentukan CTQ (Critical To Quality), menghitung nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan nilai sigma di PT JCC  Tbk, menentukan defect terbanyak dan faktor-faktor penyebab munculnya defect, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga. Penelitian ini menggunakan metode six sigma yaitu suatu metode yang dapat membantu pihak perusahaan dalam meningkatkan kualitas produknya. Berdasarkan penelitian ini dapat ditentukan jenis CTQ sebanyak 26 jenis dan hanya terfokus pada 9 jenis. Nilai DPMO sebesar 182.235.416 dan nilai sigma yang didapatkan sebesar 5,06455730 yang berarti PT JCC Tbk merupakan industri rata-rata USA. Defect yang paling banyak terjadi ialah diameter kabel lebih dari spesifikasi, sedangkan faktor penyebab terjadinya munculnya defect adalah terdapat pada faktor manusia, mesin, material, metode, dan pengukuran dan usulan perbaikan untuk mengurangi terjadinya defect pada produk kabel low voltage konduktor tembaga adalah dengan merevisi atau memperbarui operation Standard oleh process engineering, melakukan pengadaan mesin extruder otomatis, mengadakan training atau pelatihan terhadap operator secara rutin, melakukan training terhadap operator, melakukan pengecekan dan mengupdate kalibrasi pada alat ukur, melakukan pengecekan ulang dan memastikan SPK yang tertulis benar, mengembalikan dan menerima ulang bahan konduktor dari supplier, dan melakukan perawatan terhadap mesin secara rutin oleh maintenance. 
Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Tinplate Pada PT. LN, TBK Ulfah, Maria
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v3i1.24775

Abstract

PT LN, Tbk adalah salah satu produsen tinplate di Indonesia yang saat ini telah menerapkan Supply Chain Management (SCM) karena sangat penting dalam operasional Perusahaan terutama untuk meningkatkan efisiensi logistiknya. Namun, dalam rantai pasok tersebut masih ditemukan risiko seperti ketidaksesuaian jadwal produksi, fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan supplier dalam negeri, peremajaan mesin, penurunan performa mesin, human error, keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen, dan pengiriman produk reject. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risk event dan risk agent, dan melakukan  prioritas aksi mitigasi risiko rantai pasok Tinplate PT LN, Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan wawancara. PT LN, Tbk memiliki sistem rantai pasok yang melibatkan procurement, manufacturing, warehousing, dan transportation. Metode yang digunakan House of Risk (HOR) dan menggunakan pendekatan SCOR sebagai model pengukuran kinerja rantai pasok.   Proses manajemen risiko meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko. Hasil penelitian ini terdapat 8 risk event dan 8 risk agent, dan  prioritas aksi mitigasi yang dilakukan yaitu segera mengirim produk jadi ke konsumen (PA1), mencari informasi lebih terkait suplier yang menyediakan bahan baku di dalam negeri (PA3) dan mencari informasi lebih terkait supplier yang menyediakan bahan baku dari dalam negeri (PA4), dan melakukan koordinasi dengan pihak delivery (PA7).
Meningkatkan Kualitas Pengiriman U – Ditch Dengan Integrasi Servqual – Kano – QFD di PT DAY Trenggonowati, Dyah Lintang; Ferdinant, Putro Ferro; Ulfah, Maria; Kurniawan, Bobby; Dewantari, Nustin Merdiana; Sonda, Atia; Wulandari, Anting; Bahauddin, Achmad; Mubarak, Hafair
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19384

Abstract

Pemberian layanan yang baik dengan selalu berusaha memenuhi keinginan pelanggan merupakan hal yang harus dilakukan untuk dapat mempertahankan pelanggannya. PT DAY merupakan penyedia jasa pengiriman U- Ditch di PT TPI.  Penelitian ini dibuat berdasarkan terjadinya permasalahan pada jasa pengiriman yang di berikan oleh pihak PT DAY sehingga membuat kepuasan dari PT TPI menjadi rendah. U- Ditch adalah beton pracetak yang diperuntukan sebagai saluran, baik untuk saluran drainase maupun saluran irigasi, ketinggian saluran terbuka ini dapat bervariasi mengikuti kebutuhan di lapangan atau elevasi saluran yang diinginkan. Dalam pekerjaan pengiriman material berupa U-Ditch dengan total pengiriman 1075 Pcs dalam waktu yang sudah dijadwalkan selama 4 bulan berdasarkan kesepakatan bersama antara PT DAY dan PT TPI tetapi terjadi keterlambatan pengiriman U-Ditch sampai 8 Bulan, yang menyebabkan pihak PT DAY terkena sanksi dari Manager PT TPI sehingga proyek pelebaran terlambat selama 2 Tahun dan berdampak pada hubungan kerjasama kedua perusahaan dimasa depan. Pengiriman terlambat menjadi 8 bulan karena adanya jumlah permintaan yang dikirim tidak sesuai, seperti pada tanggal 2 Februari 2021 PT TPI meminta pengiriman sebanyak 148 tetapi yang terkirim sejumlah 71 dan 77 U-Ditch pada hari itu tidak terkirim. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuatlah penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada pengiriman U-Ditch di PT DAY dengan menggunakan integrasi SERVQUAL - Kano - QFD. Data pada penelitian ini diambil menggunakan data primer yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 responden. Dimensi yang digunakan sebanyak 5 dimensi dari model SERVQUAL dengan hasil 15 atribut pendukungnya. Berdasarkan perhitungan integrasi SERVQUAL - Kano - QFD, atribut pelayanan yang perlu dilakukan perbaikan sebanyak 8 dari 15 atribut pelayanan. Atribut U-Ditch yang dikirim telah memenuhi spesifikasi dari PT TPI (Rl7) menjadi prioritas dengan nilai Adjusted Importance 16.24 yang harus dilakukan peningkatan kualitas pelayanannya dengan cara meningkatkan kualitas dengan melakukan pengecekan U-Ditch di gudang secara berkala (1 hari sekali) menjadi prioritas respons teknis yang dilakukan untuk perbaikan dengan bobot 29.53 %.
Mitigasi Risiko Rantai Pasok Sayur Menggunakan Metode House of Risk Ulfah, Maria
Journal of Systems Engineering and Management Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/joseam.v3i2.29424

Abstract

UKM Sayur  merupakan UKM yang bergerak dalam bidang retailer sayuran. UKM  ini pada aktivitas rantai pasok terutama pada proses distribusi masih sering ditemukan risiko seperti kualitas sayuran yang dikirim rusak, keterlambatan pengiriman sayur,oleh karena itu dibutuhkan analisis risiko untuk menemukan risiko yang ditimbulkan dari setiap masalah yang ada agar dapat mengantisipasi kerugian dan hambatan yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risk event yang terjadi pada rantai pasok sayuran, menentukan risk agent prioritas pada rantai pasok sayuran, dan menentukan strategi mitigasi yang diprioritaskan untuk diterapkan pada rantai pasok sayuran. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) dan HOR (House of Risk). SCOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event dan mengklasifikasikannya berdasarkan 5 dimensi (plan, source, make, deliver dan return). HOR digunakan untuk menentukan prioritas sumber risiko dan aksi mitigasi yang perlu dilakukan. Pada UKM ini terdapat 14 risk event, yaitu pada plan terdapat 2 kejadian, source 4 kejadian, make 3 kejadian, deliver 4 kejadian, dan return 1 kejadian. Terdapat 10 risk agent yang menyebabkan terjadinya risk event. Terdapat 8 strategi mitigasi yang perlu dilakukan terhadap risiko-risiko prioritas yang terjadi.
Integration of SERVQUAL and Six Sigma for enhancing academic service quality in departments and laboratories: A case study Ulfah, Maria; Arina, Faula; Sonda, Atia; Muharni, Yusraini; Anggraeni, Shanti Kirana; Gunawan, Akbar; S. Muttaqin, Ade Irman
Journal Industrial Servicess Vol 11, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v11i1.29226

Abstract

Academic services are super important for shaping how students experience their education and feel about their school. The quality of these services, whether in academic departments or laboratories, affects how well students perform, how engaged they are, and what they think of their institution. This study sets out to figure out the lowest gap value, calculate the sigma value and satisfaction level, and suggest ways to improve the academic services in the Department and Laboratory. We used Servqual and Six Sigma methods to dig into this. The results showed that all service attributes, for both the department and the lab, had negative gap values. For department services, the total sigma value was 2.205 with an average satisfaction level of 76.2%. For lab services, it was a sigma of 2.274 and a satisfaction level of 78.04%. The biggest issue for both was the same: the comfort of the study room in the department and the practicum room in the lab, which were rated as super important but had the lowest satisfaction. Using the 5W + 1H method, we came up with practical suggestions to fix what’s making students unhappy.