Pengelolaan ekowisata terumbu karang memerlukan strategi yang mampu menyeimbangkan kepentingan konservasi lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan karakteristik dan kondisi terumbu karang berdasarkan zonasi konservasi di Desa Temukus, Kabupaten Buleleng, dan (2) merumuskan strategi pengelolaan ekowisata terumbu karang berbasis konservasi dengan pendekatan analisis SWOT. Penelitian dilakukan di wilayah pesisir Desa Temukus pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, survei transek terumbu karang, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan (pemerintah desa, Pokdarwis, Pokmaswas, pelaku usaha wisata, tokoh adat, akademisi, dan media), kuesioner masyarakat, serta dokumentasi spasial dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Desa Temukus bervariasi antar zonasi, di mana zona inti relatif lebih terjaga dibandingkan zona pemanfaatan dan zona wisata yang mengalami tekanan akibat aktivitas snorkeling, pencemaran, dan lemahnya penerapan SOP wisata. Analisis SWOT menghasilkan strategi prioritas berupa penguatan zonasi berbasis peta spasial, peningkatan kapasitas kelembagaan lokal, penyusunan SOP wisata bahari ramah lingkungan, serta penguatan kolaborasi stakeholder melalui pendekatan Penta Helix. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi aspek spasial, sosial, dan kelembagaan merupakan kunci dalam mewujudkan pengelolaan ekowisata terumbu karang yang berkelanjutan di wilayah pesisir Bali Utara.