Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Study: Dynamics of Young Generation Political Ethics in the Digital Era Supriyantomo, Nur Adi; Tatimmussa'adah, Raden; Aulia, Putri Varizza; Sukmana, Nana; Sihombing, Andreas Parlin Roberto; Danova, Mohammad Gavin; Furnamasari, Yayang Furi
Malikussaleh Social and Political Reviews Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Master Program of Sociology, Universitas Malikussaleh,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mspr.v5i1.16283

Abstract

The significance of ethics in young people's use of social media for political involvement is profound. During general elections, divergent viewpoints are normal, but mutual respect is crucial. Engaging in political life requires maturity and integrity, reflecting political ethics as a personal obligation. Social media enables young people to interact, express thoughts, and exchange information, but it also exposes them to unethical activities such as cyberbullying, peer pressure, and spreading misleading information. Therefore, young people must be aware of the moral ramifications of their social media usage and engage in politics in a morally sound and responsible manner. Understanding the impact of their online actions and maintaining ethical standards are essential. This ensures that their political engagement contributes positively to the democratic process and fosters a respectful and informed political discourse. Ethical participation in politics is crucial for maintaining a healthy and functioning democracy, promoting fairness, and upholding the integrity of the electoral process.
OPTIMALISASI PERAN JABATAN FUNGSIONAL BIDANG IPTEK, RISET DAN INOVASI DI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN BERBASIS BUKTI MENGGUNAKAN METODE HOWLETT Yusuf, Khanan; Yudhianto, Rio; Rahayu, Septiani; Vebriyanti, Dewi Indah; Apriliya, Nurhayati; Cahayan, Agustin Ema Nur; Maulana, Supriyadi Indra; Sukmana, Nana
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7795

Abstract

Perumusan kebijakan publik di tingkat daerah sering kali menghadapi tantangan kurangnya dasar empiris dalam proses pengambilan keputusan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pendekatan Evidence-Informed Policy (EIP) menjadi paradigma baru yang menekankan pentingnya data, hasil riset, dan informasi ilmiah dalam seluruh tahap kebijakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jabatan fungsional binaan BRIN yakni Peneliti, Perekayasa, Analis Data Ilmiah (ADI), dan Analis Pemanfaatan Iptek (API) dapat berkontribusi dalam memperkuat siklus kebijakan publik daerah menggunakan kerangka analisis teori siklus kebijakan dari Michael Howlett. Melalui kajian teoritis dan analisis struktur fungsional ASN di daerah, artikel ini memetakan keterkaitan peran antar JF dalam lima tahapan siklus kebijakan: agenda setting, policy formulation, decision-making, policy implementation, dan policy evaluation. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi peran JF ilmiah mampu memperkuat ekosistem kebijakan berbasis data dan riset, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan. Artikel ini menyarankan perlunya penguatan kelembagaan dan mekanisme koordinatif antar-JF dan pimpinan daerah agar praktik EIP dapat diimplementasikan secara optimal.