Suryanovianti, Elsa
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS ISLAM DAN AKTIVISME MAHASISWA DALAM KERANGKA DEMOKRASI: STUDI KASUS MAHASISWA FPEB UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Suryanovianti, Elsa; Armayra , Miza; Raihan , Muhammad; Simangunsong, Naomi Oktavia; Syahidah , Nasywa; Suresman , Edi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1867

Abstract

Mahasiswa sering kali muncul sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi, terutama dalam masyarakat yang berdemokrasi. Hal ini tentu harus diimbangi dengan pengetahuan individu mengenai ajaran dan nilai-nilai islam agar aktivitas yang dilakukan tetap sesuai ajaran agama yang telah ditentukan. Identitas Islam tidak hanya merujuk pada keyakinan keagamaan personal, tetapi juga melibatkan pengalaman budaya, politik, dan sosial yang ditafsirkan melalui perspektif agama Islam. Bagi sebagian mahasiswa, identitas Islam memainkan peran kunci dalam membentuk sikap dan tindakan politik mereka. Konsep-konsep seperti keadilan, kebebasan, dan solidaritas sosial yang diperintahkan ajaran Islam sering menjadi sumber motivasi mahasiswa untuk terlibat aktivisme.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelajahi hubungan antara identitas aktivisme mahasiswa dan Islam dalam konteks kerangka demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menjelaskan hasil dari jawaban yang didapatkan melalui penyebaran kuisioner melalui google form dengan sampel penelitian yaitu 100 responden yang merupakan Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kuat antara identitas islam dengan aktivisme mahasiswa. Mahasiswa setuju bahwa identitas islam membentuk sikap, dan tindakan politik sebagai mahasiswa. Identitas islam juga menjadi sumber keberagaman dan diakui dalam aktivisme mahasiswa. Serta segala aktivisme mahasiswa yang berlandaskan identitas islam bersifat positif.
MANUAL DAN KOMPUTERISASI : MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF DALAM PENERAPAN SIKLUS AKUNTANSI Armayra, Miza; Suryanovianti, Elsa; Raihan, Muhammad; Syahidah, Nasywa; Farid, Reynaldi; Mulyani, Heni; Abdul Rozak, Rama Wijaya
JPEAKU (Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi Kewirausahaan) Vol 3 No 1 (2023): JPEAKU (Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpeaku.v3i1.19981

Abstract

Revolusi Industri membuat perkembangan teknologi bergerak cepat. Dalam perkembangannya teknologi mampu merubah berbagai sektor, salah satunya sektor Pendidikan dalam pembelajaran akuntansi tingkat SMK. Dengan hadirnya teknologi pembelajaran akuntansi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penerapan manual dan berbasis komputerisasi. Adanya narasi bahwa teknologi memudahkan kegiatan manusia membuat peneliti tertarik untuk membandingkan keefektifan antara penerapan siklus akuntansi secara manual dan komputerisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan kuisioner untuk memperoleh data serta menggunakan studi literatur dari penelitian terdahulu yang relevan. Studi literatur digunakan untuk memperkuat permasalahan yang dikaji dan menjadi dasar dalam memberikan argumen mengenai kelebihan dan kekurangan dalam penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi maupun berbasis manual. Penerapan siklus akuntansi secara manual masih digunakan karena konsep dasar siklus akuntansi ini tetap dipelajari dan lebih mudah dipahami oleh para peserta didik dan dari segi biaya juga tidak memerlukan biaya yang besar. Penerapan siklus akuntansi secara komputer lebih efektif dan efisien dalam mengolah data. Minimnya ketelitian dan pengerjaan yang tidak rapi menjadi kelemahan dalam penerapan siklus akuntansi menggunakan metode manual. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer menjadi kelemahan dalam penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi, maka dari itu penerapan siklus akuntansi berbasis komputerisasi lebih kompleks selain itu tidak semua orang juga mampu memiliki akses terhadap komputer.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS ISLAM DAN AKTIVISME MAHASISWA DALAM KERANGKA DEMOKRASI: STUDI KASUS MAHASISWA FPEB UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Suryanovianti, Elsa; Armayra , Miza; Raihan , Muhammad; Simangunsong, Naomi Oktavia; Syahidah , Nasywa; Suresman , Edi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1867

Abstract

Mahasiswa sering kali muncul sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi, terutama dalam masyarakat yang berdemokrasi. Hal ini tentu harus diimbangi dengan pengetahuan individu mengenai ajaran dan nilai-nilai islam agar aktivitas yang dilakukan tetap sesuai ajaran agama yang telah ditentukan. Identitas Islam tidak hanya merujuk pada keyakinan keagamaan personal, tetapi juga melibatkan pengalaman budaya, politik, dan sosial yang ditafsirkan melalui perspektif agama Islam. Bagi sebagian mahasiswa, identitas Islam memainkan peran kunci dalam membentuk sikap dan tindakan politik mereka. Konsep-konsep seperti keadilan, kebebasan, dan solidaritas sosial yang diperintahkan ajaran Islam sering menjadi sumber motivasi mahasiswa untuk terlibat aktivisme.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelajahi hubungan antara identitas aktivisme mahasiswa dan Islam dalam konteks kerangka demokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menjelaskan hasil dari jawaban yang didapatkan melalui penyebaran kuisioner melalui google form dengan sampel penelitian yaitu 100 responden yang merupakan Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kuat antara identitas islam dengan aktivisme mahasiswa. Mahasiswa setuju bahwa identitas islam membentuk sikap, dan tindakan politik sebagai mahasiswa. Identitas islam juga menjadi sumber keberagaman dan diakui dalam aktivisme mahasiswa. Serta segala aktivisme mahasiswa yang berlandaskan identitas islam bersifat positif.