Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Persepsi Pedagang UMKM Terhadap Eksistensi Bank Syariah di Banjarmasin Yamani Naufal
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/0zs61792

Abstract

Penelitian ini memberikan pandangan terhadap persepsi pedagang UMKM di kota Banjarmasin dalam eksistensi bank syariah terhadap penggunaannya. Karena masyarakat Banjarmasin ini dikenal dengan regiliusitasnya dalam agama sehingga menjadikan esensi dalam bank syariah ini penting untuk ditelaah pada pedagang dalam melaksanakan transaksi muamalah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan data analisis sebagai data yang menjadi rujukan terhadap pedagang UMKM di Banjarmasin sekaligus memberikan catatan dan wawancara dalam observasi eksistensi bank syariah ini. Namun problematika ini muncul karena bank syariah kurang diminimati bahkan kurang diketahui oleh pedagang UMKM di Banjarmasin karena kurang terstarateginya sosialisasi dan edukasi kepada pedagang untuk menaikkan ekonomi dan memberikan pinjaman, pembayaran dan jasa pada bank syariah. 
Legal Protection Of Trade Secret Owners Through Non Disclosure Agreements To Guarantee Investment Security Afif Khalid; Yamani Naufal
International Journal of Sociology and Law Vol. 1 No. 2 (2024): May : International Journal of Sociology and Law
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsl.v1i2.40

Abstract

The protection of trade secrets against non-disclosure agreements is increasingly necessary in every cooperation agreement as a form of intellectual property protection. The purpose of this research is to know and understand the urgency of the inclusion of confidential information in the clause of the cooperation agreement so that it is fundamental to the principle of pacta sunt servanda. This research uses an analytical approach method to examine research materials through analysis of legal materials using normative legal research methods (Legal Research) In the protection of trade secrets, it also has a consequential impact on the abuse of the authority of the trade secret agreement contract because it has the nature of information that must be protected and not informed anywhere.
Upaya Preventif Penanganan Kenakalan Remaja Melalui Penyuluhan Hukum Di SMA IT Assalam Martapura Yamani Naufal; Muhammad Haris; Muhammad Mustangin; Dian May Syifa
Journal of Society and Scientific Studies Vol 1 No 3: Desember 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/scientiva15

Abstract

Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan hukum mengenai kenakalan remaja dan potensi terkena tindak pidana anak kepada siswa/i SMA IT Assalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai upaya preventif. Kenakalan remaja yang merupakan aset masa depan bangsa menjadi permasalahan aktual di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dengan munculnya arus degradasi moral yang dipicu antara lain oleh kemajuan teknologi dan ketidaksesuaian dengan norma sosial. Metode yang digunakan adalah Pengabdian Masyarakat melalui sosialisasi atau penyuluhan hukum, yang dilaksanakan secara tatap muka pada hari Selasa, 4 Februari 2024, di Aula SMA IT Assalam Martapura. Tim Penyuluhan terdiri dari Pamong dan Pembimbing Praktikum, serta 5 orang mahasiswa/i praktikum A, dengan peserta sekitar 30 orang siswa-siswi kelas 10 dan 11. Mekanisme kegiatan meliputi tahap persiapan dengan pembuatan spanduk, sesi pembukaan, penyampaian materi, dan sesi tanya jawab interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kenakalan remaja sebagai perilaku menyimpang serta tindak pidana anak sebagai bentuk kenakalan remaja yang lebih berat, yang merujuk pada perilaku pidana oleh individu di bawah 18 tahun. Para siswa aktif bertanya mengenai perbedaan keduanya dan upaya pencegahan serta penanggulangan tindak pidana anak. Novelty dari kegiatan ini adalah membagi jenis kenakalan remaja menjadi tiga (biasa, menjurus pada pelanggaran/kejahatan, dan khusus) dan menyasar langsung siswa/i sekolah menengah atas, dengan implikasi penting dalam memberikan bekal pemahaman hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.  
Telaah Problematika Goncangan Degradasi Intelektual dan Dekadensi Moral pada Mahasiswa: Ditinjau dari Pemikiran Al-Ghazali Dian May Syifa; Yamani Naufal
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Februari)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i1.568

Abstract

The development of the times that occurred in this digital era gave rise to various kinds of impacts felt by all elements of society, as well as students. The inability to stem the negative impacts of technological advances has resulted in intellectual degradation and moral decadence for students in the digital era. Moving on from these problems, through a juridical approach, this research was conducted by relying on reading materials in the form of books, scientific research journals and social realities that occur in society, so as to get answers to what is the formulation of the problem. By associating the relevance of the problematical shocks of intellectual degradation and moral decadence in students in the digital era with Al-Ghazali's theory of thought, by reflecting on Al-Ghazali's theory to obtain results in the form of strategies in dealing with threats and challenges of intellectual degradation and moral decadence in students in the digital era is by realizing that the intention to study is to achieve enjoyment in this world and in the hereafter, which should be accompanied by support from an education system that applies Islamization or involves religious aspects in all knowledge given as Al-Ghazali's theory of thought
Analisis Hukum Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis di Era Digitalisasi Yamani Naufal; Dian May Syifa; Bambang Sutiyoso
AHKAM Vol 5 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i2.9781

Abstract

Although the role of Artificial Intelligence (AI) in dispute resolution has received considerable attention in previous studies, research that specifically analyzes its legal implications using a comprehensive theoretical framework remains limited. This study aims to analyze the role of AI in business dispute resolution in the digital era and to examine its legal implications through a normative approach. This study used a normative legal method with a conceptual approach and a statutory approach. The research data consisted of secondary data collected through literature study and analyzed using descriptive-analytical techniques. The results show that AI is able to improve efficiency, speed, and access to justice in dispute resolution, both through litigation and nonlitigation mechanisms, such as Online Dispute Resolution (ODR). However, the use of AI still faces fundamental challenges, including a lack of algorithmic transparency, unclear accountability, the risk of bias, and issues related to human rights protection. From the perspective of Gustav Radbruch’s theory of legal purposes, the use of AI shows a tension between justice, legal certainty, and utility. AI tends to excel in the aspect of utility, but it has the potential to reduce justice and create legal uncertainty if not supported by adequate regulation. These findings provide a theoretical contribution by integrating studies of technology law and Radbruch’s theory as an analytical framework for AI-based dispute resolution. The conclusion of the study emphasizes that the use of AI in business dispute resolution requires comprehensive regulation and human oversight so that its implementation remains fair, transparent, and accountable.