Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PRAKTIK JUAL BELI LISENSI PADA MITRA PAYTREN DI BAN-JARMASIN Muhammad Haris; Miswari Miswari
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.632 KB) | DOI: 10.18592/jils.v1i2.2611

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi dari aplikasi PayTren yang dapat diaktifkan secara gratis dan dapat dioperasikan secara penuh tanpa mengikuti bisnis Multi Level marketing (MLM), sedangkan pembelian lisensi merupakan syarat untuk dapat memasarkan barang dan meraih bonus, lalu tujuan utama orang untuk membeli lisensi ini adalah untuk ikut MLM serta meraih bonus yang dijanjikan, dalam layanan aplikasi tersebut terdapat beberapa layanan yang tidak dapat dinikmati oleh pembeli karena belum adanya kerjasama antara perusahaan PayTren dengan perusahaan daerah setempat, namun penjual tidak menjelaskan hal tersebut ketika jual beli berlangsung, dan harga dari lisensiaplikasi yang dijual lebih mahal dari pada aplikasi sejenis yang lain, padahal manfaat dari kegunaan aplikasinya sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli lisensipada mitra PayTrendan pandangan hukum Islam terhadap praktik jual beli lisensi pada mitra Paytren di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan datang langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan dan penggalian data ke Mitra PayTren, pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah.Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan: Pertama, transaksi tujuan utama pembelian  adalah  untuk peluang bisnis namun sah saja karena ini salah satu manfaat dari pembelian aplikasi, ketika menjual kembali menjelaskan kelebihan dari aplikasi tanpa menjelaskan secara rinci kekurangan aplikasi, pada kasus ini terdapat garar namun hanya garar ringan yang tidak mempengaruhi akad yang terdapat pada pelengkap akad saja bukan pada inti akad yaitu tidak dijelaskannya secara rinci layanan pada aplikasi PayTren, jadi rukun dan syarat jual beli masih terpenuhi. Kedua, transaksi dilakukan karena manfaat lisensi sebagai alat untuk mengaktifkan aplikasi dan menjelaskan kelebihan maupun kekuranan aplikasi makarukun dan syarat jual beli telah terpenuhi.Ketiga, transaksi tujuan utama pembelian  adalah  untuk peluang bisnis besar namun sah saja karena ini salah satu manfaat dari pembelian aplikasi, pada penjualan terdapat garar namun hanya garar ringan yang tidak mempengaruhi akad yang terdapat pada pelengkap akad bukan pada inti akad yaitu tidak dijelaskannya secara rinci layanan pada aplikasi PayTren, mereka mengangap bahwa tidak ada kekurangan sama sekali pada PayTren, harga dari lisensi tidak termasuk mark up yang berlebih karena sesuai dengan layanan yang akan didapatkan, jadi rukun dan syarat jual beli terpeuhi. Kata Kunci: Jual Beli, Lisensi, PayTren
Reaktualisasi Persyaratan Perempuan Menjadi Saksi Perkara Perdata Dalam Fikih Klasik Dan Korelasinya Pada Hukum Modern Akhmad Wafi; Almejiem Aditya Wijaya; Muhammad Noor Ridani; Budi Rahmat Hakim; Muhammad Haris
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v7i2.11550

Abstract

Abstract: Testimony between men and women in muamalah (civil) cases in Islamic courts is explicitly verbis mentioned in Surah Al-Baqarah verse 282. But in the contemporary era whether the concept of testimony in the view of the law can be reactualized so as to cause two different points of view. This article proposes a reactualization of a new understanding of how the concept of male and female testimony in the contemporary era is in accordance with the times through an in-depth review by looking at two aspects, namely the influence of modernization on legal novelty and how it is viewed through an Islamic perspective. This research aims to gain a better understanding of the progressivity of Islamic law in line with the times. The research method used is normative law, including analysis of the arguments contained in the Qur'an and relevant Hadith and added some thoughts and literature from scholars. Based on this, the results show that the approach of modernization that affects legal novelty explains that Islamic law always has suitability in any time and place and the reactualization of understanding of the concept of gender in witnesses in Islamic courts can be adjusted by paying attention to legal facts in the trial. Keywords: Contemporary Law; Islamic Court; Witnesses; Women Witnesses
Perspektif Notaris Kota Banjarmasin dalam Mengimplementasikan Cyber Notary Amelia Fatmawati; Rizqa Ananda; Muhammad Haris
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v6i2.12519

Abstract

Rapidly developing technological developments affectalmost all human affairs, including business matters. Thedevelopment of this technology has led to the concept of certifyingcertificates through electronics, namely cyber notaries. Basically anotary plays a role in guaranteeing legal certainty in the civilrelations of the parties in the engagement relationship. With theterm cyber notary, notaries are faced with the ability to utilizetechnology in carrying out their notary duties. Cyber notary has abasic function as certification and authentication in electronictransactions. However, there are several dilemmas in this cybernotary, namely regarding legal certainty and knowledge of thenotary himself. In the city of Banjarmasin, business development isalso very fast, so it is important to have research on theimplementation of cyber notaries in the city of Banjarmasin. Thisstudy uses empirical legal research or also called non-doctrinal.Subjects in this study, namely notaries who are in the city ofBanjarmasin with the classification of having carried out theirduties for a minimum of five years of office. The purpose of thisresearch is to find out the perspective of a Banjarmasin city notaryregarding the urgency, readiness, and constraints in implementingcyber notary. It can be concluded that the notary perspective of thecity of Banjarmasin on the urgency of implementing cyber notarydepends on the understanding of the notary himself, not allnotaries of the city of Banjarmasin have known the concept of cybernotary. Notaries in Banjarmasin City are also not ready and areworried about several obstacles in implementing cyber notaries,such as legal certainty
Upaya Penyelesaian Sengketa Pencurian Listrik melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Banjarmasin Siti Alpisah; Muhammad Haris; Fuad Luthfi; Amelia Rahmaniah
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v6i2.12522

Abstract

This research is motivated by the many violationscommitted by electricity service users or electricity customerswhich are often referred to as unlawful use of electric current.Consumers who object if their rights are not fulfilled submit alawsuit to BPSK (Consumer Dispute Resolution Agency).Consumers always have their complaints rejected regardingviolations of P2TL (Issuance of Electrical Inspections) because PLNalways makes excuses and takes refuge in PT Directors'Regulations. PLN and as long as the resolution method chosen ismediation, which is essentially an agreement between the parties,the BPSK panel cannot impose sanctions on PLN or grant consumercomplaints. Consumer protection is any effort that ensures legalcertainty to provide protection to consumers. There are 8 (Eight)cases related to consumer and PT problems. PLN (Persero) BPSKBanjarmasin City, one of the authors took a case regardingconsumer problems and PT. BPSK PLN (Persero) Case Number:18/PN BPSK.BJM/VIII/2022. This research aims to find out howthe dispute resolution process works and how legal protection is forconsumers in resolving disputes between consumers and PT. PLN(Persero) at BPSK Banjarmasin City. This type of research usesempirical law and uses a case study approach. The data obtainedwas collected using interview and documentation techniques. Thecollected data was then processed and analyzed using qualitativedescriptive methods. Based on the results of this research, in theprocess of resolving BPSK case Number: 18/PNBPSK.BJM/VIII/2022, the parties agreed to choose disputeresolution through mediation. According to the author's analysis,the resolution of mediation according to BPSK and according toIslam based on explanations is in harmony in its resolution. bothuse a peace agreement between the parties without forcing orpressuring the parties. According to the author's analysis, theprotection carried out by BPSK has implemented the theory of legalprotection as appropriate for consumers, starting from their rightsin receiving complaints to determining the results of disputeresolution.
Persepsi Pedagang Rebana di Martapura terhadap Kebijakan Sertifikasi Halal pada Produk Barang Gunaan Syarif Hidayat; Muhammad Haris
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jils.v8i1.12861

Abstract

Sertifikasi halal adalah pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkaan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdasarkan fatwa tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Sebelumnya, sertifikasi halal di Indonesia hanya berlaku pada produk pangan, obat-obatan, dan kosmetik. Namun, semenjak lahirnya Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, muncul kategori baru, yaitu produk barang gunaan. Munculnya kategori baru ini tentunya menuai pro dan kontra di Masyarakat. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti persepsi pedagang rebana di Martapura terhadap kebijakan sertifikasi halal pada produk barang gunaan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian hukum empiris, jenis penelitian hukum yang mengkaji bekerjanya hukum di masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang rebana di Martapura terbagi pada dua persepsi berbeda terhadap kebijakan sertifikasi halal pada produk barang gunaan. Pertama, mereka yang berpendapat bahwa kebijakan sertifikasi halal pada produk barang gunaan cukup penting untuk dilakukan guna menjamin keamanan dan kepercayaan konsumen. Kedua, mereka yang berpendapat bahwa sertifikasi halal pada produk barang gunaan khususnya rebana tidak terlalu penting untuk dilakukan, karena mereka berpendapat selama kulit yang digunakan dari hewan yang halal dan telah dilakukan penyamakan itu sudah cukup walaupun belum dilakukan proses sertifikasi oleh BPJPH. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor fungsional dan faktor struktural. Faktor fungsional dilatarbelakangi oleh faktor pendidikan dan faktor kebutuhan individu. Sedangkan, faktor struktural dilatarbelakangi oleh faktor lingkungan, budaya, dan norma sosial Masyarakat Martapura.
PENYALURAN ZAKAT FITRAH KEPADA BIDAN PNS DI KABUPATEN BARITO KUALA Rizqa Ananda; Muhammad Haris
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Oktober 2024
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.50862

Abstract

Abstrak Zakat fitrah harus diserahkan kepada orang yang berhak menerima zakat atau mustahik zakat. Di Kecamatan Mekarsari, orang tua menyalurkan zakat fitrah anaknya secara langsung kepada bidan yang membantu proses persalinannya yang mana bidan tersebut berprofesi sebagai PNS. Berdasarkan praktik tersebut peneliti menemukan sebuah permasalahan, yaitu sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah SWT., Q.S. at-Taubah/9:60 disebutkan bahwa terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahik zakat). Diantara delapan mustahik tersebut tidak terdapat penyebutan secara jelas mengenai bidan sebagai mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dan alasan masyarakat menyalurkan zakat fitrah kepada bidan PNS di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian hukum empiris (sosiologis) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala menyatakan bahwa praktik penyaluran zakat fitrah anak kepada bidan PNS merupakan tradisi. Zakat fitrah anak disalurkan oleh orang tuanya secara langsung sebanyak satu kali setelah lahir pada tahun pertama kelahiran kepada bidan yang menolong proses kelahiran anak tersebut sebagai ucapan terima kasih. Zakat fitrah anak yang disalurkan kepada bidan merupakan suatu bentuk menjalankan tradisi orang tua terdahulu. Kata Kunci: Praktik, Zakat fitrah, Bidan PNS Abstract Zakat fitrah must be handed over to the person entitled to receive zakat or mustahik zakat. In Mekarsari District, parents distribute their child's zakat fitrah directly to midwives who help with the delivery process, for which the midwife works as a civil servant. Based on this practice, researchers found a problem, namely, as found in the Word of Allah SWT., Q.S. at-Taubah/ 9:60 mentions that there are eight groups entitled to receive zakat (mustahik zakat). Among the eight mustahiks there is no clear mention of midwives as mustahiks. This study aims to find out the practices and reasons of people distributing zakat fitrah to civil servants midwives in Mekarsari District of Barito Kuala Regency. The type of research used in this study is empirical legal (sociological) research and uses a qualitative descriptive approach by collecting data through interviews and documentation studies. The results of this study concluded that the people of Mekarsari District of Barito Kuala Regency stated that the practice of distributing child zakat fitrah to civil servant midwives is a tradition. The child's zakat fitrah is delivered by his parents directly once after birth in the first year of birth to the midwife who helps the child's birth process as a thank you. The zakat fitrah of the child passed on to the midwife is a form of carrying out the traditions of the previous parents. Keywords: Practices, Zakat Fitrah, Civil Servant Midwife
Analisis Tanggung Jawab Notaris Terhadap Notaris Pengganti Dalam Pembuatan Akta Nor Annisa; Nur Azizah; Muhammad Haris
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/47seqt90

Abstract

Dikalangan masyarakat, peran seorang notaris dianggap sangat penting, terutama dalam konteks penegakan hukum di Indonesia, yang mencakup fungsi pembuatan akta. Keterlibatan notaris dalam proses pembuatan akta memberikan kontribusi signifikan terhadap kepastian hukum dan perlindungan hak-hak individu. Oleh karena itu, keberadaan notaris dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai seorang pegawai negeri, seorang notaris memiliki hak untuk mengambil cuti. Namun, ketika seorang notaris sedang berlibur atau cuti, diperlukan penunjukan seorang notaris pengganti. Notaris pengganti yang ditunjuk untuk menggantikan jabatan notaris harus memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas notaris yang digantikannya.
Analisis Tantangan dan prospek Masa Depan Jabatan Notaris di Indonesia dalam Era Digitalisasi dan Perkembangan Ekonomi Nurhalisa; Siti Nur Annisa; Muhammad Haris
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/ynx0xq68

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penanganan tantangan yang dialami notaris dan memberikan pandangan komprehensif terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi masa depan jabatan notaris di tengah perubahan digital dan dinamika ekonomi di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, disusun secara sistematis sesuai permasalahan dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku agar mudah diambil kesimpulan sebagai jawaban atas hasil permasalahan ini.  Notaris dapat memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk mempermudah proses pendaftaran properti yang sebelumnya memakan waktu dan manual.  Oleh karena itu, menghadapi era digitalisasi dan perkembangan perekonomian di Indonesia, notaris harus memanfaatkan kemajuan teknologi agar dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.
Tinjauan Yuridis Mengenai Legalisasi Akta Dibawah Tangan Noor Fadela; Raudhatul Jannah; Muhammad Haris
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/pbrfpf39

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tinjauan yuridis mengenai legalisasi akta di bawah tangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan bahan hukum studi kepustakaan. Pengkajian yang dilakukan menunjukkan Akta dibawah tangan merupakan akta yang dibuat secara langsung dan ditandatangani oleh seseorang dengan sengaja. Tanda tangan pada akta tersebut penting karena mencirikan atau mengidentifikasi akta tersebut. Namun, sebagai bukti dalam sidang pengadilan, akta di bawah tangan tidak memiliki kekuatan pembuktian yang kuat seperti akta otentik. Legalisasi akta di bawah tangan dilakukan untuk memastikan tanggal dan tanda tangan para pihak serta menjelaskan isi akta oleh seorang Notaris. Hal ini mencegah pihak yang menandatangani untuk menyangkal isi akta dan identitas mereka yang tercantum dalam pernyataan tersebut.
PRAKTIK AKAD MURABAHAH BIL WAKALAH PADA PEMBIAYAAN KONSUMTIF DI KOPERASI KARYAWAN SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN Noor Halimah; Muhammad Haris
El-Iqthisadi Volume 6 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.vi.44997

Abstract

Abstrak Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin (Kopkar SMB) memiliki produk pembiayaan yang pada awalnya masih menerapkan prinsip konvensional, namun atas dasar kesadaran dari para anggota untuk bermuamalah secara syariah, praktik pembiayaan diubah menggunakan akad murabahah bil wakalah dengan skema akad berdasarkan arahan dari salah satu anggota. Sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah praktik akad tersebut telah sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad murabahah bil wakalah yang dilaksanakan belum sesuai dengan prinsip syariah karena akad wakalah dan murabahah dilaksanakan berurutan dalam satu waktu, pembelian barang dilaksanakan atas nama anggota, dan barang tidak diserahterimakan saat akad berlangsung. Ketidaksesuaian ini menyebabkan tidak terpenuhinya syarat murabahah, yaitu objek jual beli dimiliki penjual secara penuh dan dapat diseraterimakan, sehingga akad menjadi tidak sah. Kata Kunci: Murabahah bil Wakalah, Koperasi, Pembiayaan.   Abstract Sabilal Muhtadin Banjarmasin Employee Cooperative (Kopkar SMB) has financing product which initially still applied conventional principles, but based on the awareness of the members to practice in accordance to sharia, financing in practice has changed to using murabahah bil wakalah contract scheme based on instructions from one of the members. Research is needed to find out whether contract practices are in accordance with sharia principles. The type of this research is empirical legal research. The research results show that the murabahah bil wakalah contract implemented is not in accordance with shariah principle because the wakalah and murabahah contracts are implemented sequentially at one time, purchase of goods is carried out in the name of the member, and goods are not handed over at the time contract take places. This discrepancy causes the murabahah terms to not be fulfilled, namely the object of sale and purchase is fully owned by the seller and can be handed over, so the contract becomes invalid. Keywords: Murabahah bil Wakalah, Cooperative, Financing.