Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Wali Kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Zasiyah Auliyatulloh; Utami, Dewi; Humaeroh, Iis
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i2.6708

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan generasi yang berkualitas. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah motivasi belajar siswa. Tingkat motivasi belajar yang tinggi dapat membantu siswa mencapai hasil akademik yang lebih baik dan memperoleh pengetahuan secara efektif. Motivasi belajar adalah sesuatu yang menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar dan menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya maka, motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar dan mengetahui apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung wali kelas dalam Meningkatkan Motivasi belajar siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al-Zaytun. Hasil dari penelitian ini, peran yang dilakukan oleh wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah Ma’had Al-Zaytun yaitu, Wali kelas memiliki peran penting dalam mendorong dan menginspirasi siswa untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaik mereka. Seorang wali kelas tidak hanya bertugas memberikan materi pelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai figur yang memberikan dukungan emosional, membangun hubungan yang baik dengan siswa, dan membantu mereka merasa termotivasi untuk meraih tujuan akademik dan pribadi.. faktor penghambat wali kelas yaitu, masih didapati siswa yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung, tidak semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, tidak fokus dalam belajar, masih homesick atau rindu dengan suasana dirumah, sedangkan faktor pendukungnya adalah adanya media dan alat bantu untuk kegiatan pembelajaran, wali kelas sangat aktif dan kreatif, wali kelas mempunyai tujuan yang jelas dan dapat berkolaborasi dengan orang tua dirumah.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA ANAK BERBASIS NILAI KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR Lutfia Rosidah; Siti Hajar; Zasiyah Auliyatulloh; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v1i1.71

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterbatasan buku bacaan sebagai implementasi penanaman nilai karakter dan belum adanya pengembangan buku cerita anak berbasis nilai karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Anak usia Sekolah Dasar harusnya diberikan elective untuk menanamkan nilai karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air berupa buku cerita berbasis nilai karakter tersebut, dari pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan mengembalikan nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yaitu pendefinisian (Characterize), Perencanaan (Plan), Pengembangan (Create) dan penyebaran (Dessiminate)Berdasarkan hasil validasi ahli media mendapatkan persentase rata 93.5% dengan kriteria "Sangat Layak". Hasil validasi ahli bahasa mendapatkan persentase 78.5% dengan kriteria "Layak". Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 82.25% dengan kriteria"Sangat Layak. Hasil respon penilaian pendidik mendapatkan hasil akhir dengan persentase 84% dengan kriteria "Sangat Layak".
KONSEP MANUSIA, POTENSI PENDIDIKAN DAN MANAJEMEN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI MUHAMMAD SAW F Ramdhan, Dadan; Corina Dwi C. N. J; Ita Juwita; Zasiyah Auliyatulloh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39882

Abstract

This research aims to explore human theory, potential, and management from the perspective of Hadith. This journal uses a qualitative approach with a literature review method. Humans are the most noble creatures created by Allah compared to other creatures. Every human being certainly has their own potential or strengths. Potential can support every educational process, as education is one of the fundamental aspects of human life that plays a crucial role in shaping character, developing potential, and preparing future generations. In the Islamic perspective, education is not just a process of transferring knowledge, but a holistic process that encompasses the development of the spiritual, intellectual, emotional, and social aspects of humans. This study will discuss the concepts of human nature, educational potential, and management in depth, analyzed from the perspective of the Hadith of Prophet Muhammad (PBUH).
KESENJANGAN ANTARA DESAIN KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM KURIKULUM MERDEKA: TINJAUAN LITERATUR PADA PENDIDIKAN DASAR Jamil, Ikhwan; Salman Hasan Ansori; Zasiyah Auliyatulloh; Luthfi Khairunnisa; Dodo Murtado
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58330

Abstract

This study analyzes the gap between policy design and the implementation of deep learning within the Merdeka Curriculum in primary education. The research is motivated by the persistence of discrepancies between the intended policy of meaningful and student-centered learning and its actual implementation in classroom practices. A qualitative approach using a thematic literature review was employed by analyzing relevant national and international studies from 2015–2025 indexed in Scopus, ERIC, and SINTA. Data were collected through systematic documentation and analyzed using thematic analysis to identify patterns related to policy design, classroom implementation, teacher interpretation, and implementation barriers. The findings reveal that although the Merdeka Curriculum emphasizes deep learning as a core pedagogical approach, its implementation in primary schools remains limited and tends to focus on administrative compliance rather than meaningful learning practices. Teachers’ varying interpretations, limited pedagogical understanding, and systemic constraints contribute significantly to the implementation gap. The study concludes that there is a substantial policy implementation gap between curriculum design and classroom reality. This indicates that successful curriculum reform requires not only sound policy design but also strong teacher capacity and systemic support at the school level.