Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Analisis Potensi Wisata Alam di Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang Jawa Barat Sahara, Lala Siti; Nova, Nova Dian Aprianty; Musyafa, Muhammad Akmal; Arrizkia, Nissa
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): SATWIKA: Volume 3, Number 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/satwika.030207

Abstract

Medalsari Village is located in Base District, Karawang Regency which has the potential tobecome a tourist destination, one of which is natural tourism with a waterfall called GreenCanyon. The main problem faced is the lack of optimal management of natural tourism andthe lack of awareness of local park tourism activists about the innate potential possessed byMedalsari Village. The purpose of this service is to identify and analyse the natural tourismpotential of Medalsari Village and how the direction of its development, using the method ofobserving natural tourism sites, conducting interviews and FGDs with local tourism activists toobtain data used as SWOT analysis material on natural tourism potential so that local tourismactivists, Medalsari Village government understand the concept of natural tourism potentialand its development. The results of the assistance illustrate that Medalsari Village has naturaltourism potential, there are waterfalls and rivers, but it has yet to be maximised in developingthese potentials. Using SWOT analysis, we know the potential, opportunities and challengesthat must be done in developing natural tourism in Medalsari Village.
Peran Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Destinasi Wisata Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru, Kab. Karawang – Jawa Barat Hasan, Rinie Octaviany; Sahara, Lala Siti; Abidin, Jenal; Erfinda, Yosi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18278

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kolaborasi pentahelix dalam pengembangan destinasi wisata di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kolaborasi pentahelix melibatkan lima pilar utama: pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis, dan media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran masing-masing pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata, menganalisis kontribusi mereka, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pariwisata di Desa Mekarbuana. Pemerintah berfokus pada pengembangan infrastruktur dan pelatihan masyarakat, akademisi memberikan edukasi dan penelitian, komunitas terlibat dalam pengelolaan dan promosi, bisnis mendukung dengan investasi dan pemasaran, serta media membantu dalam promosi dan peningkatan kesadaran publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kelima pilar ini sangat penting untuk keberlanjutan dan keberhasilan pengembangan pariwisata desa.
Transformasi peran perempuan melalui wisata edukasi berbasis masyarakat: Studi kasus Desa Sukamandi Masagi Sahara, Lala Siti; Abidin, Jenal; Hasan, Rinie Octaviany
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.913

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wisata edukasi berbasis masyarakat dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan perempuan di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Subang, Jawa Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses transformasi peran perempuan dalam konteks pariwisata berkelanjutan. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi interpretif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi perempuan pengelola homestay, anggota UMKM, pelaku seni tradisional tutunggulan, fasilitator program wisata edukasi, serta pemangku kepentingan desa. Data pendukung diperoleh dari dokumen dan arsip desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengambilan data dilaksanakan pada April-Mei 2025. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wisata edukasi berbasis model live-in telah memberdayakan perempuan dalam empat dimensi utama: (1) Dimensi psikologis: peningkatan kepercayaan diri dan kesadaran kesetaraan gender melalui interaksi dengan wisatawan; (2) Dimensi sosial-budaya: perempuan berperan aktif dalam pelestarian budaya lokal dan pengambilan keputusan di tingkat desa, termasuk munculnya dua kepala dusun perempuan sebagai koordinator program; (3) Dimensi ekonomi: peningkatan pendapatan melalui pengelolaan homestay, UMKM makanan tradisional, dan budidaya jamur tiram; (4) Dimensi politik: keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan struktur organisasi pariwisata desa. Temuan ini memverifikasi kerangka pemberdayaan Scheyvens (2002) dalam konteks Community-Based Tourism (CBT). Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu desa wisata sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke konteks lain. Penggunaan pendekatan kualitatif berpotensi mengandung subjektivitas informan dan peneliti. Penelitian berfokus pada kerangka CBT dan teori pemberdayaan tradisional, belum banyak menyinggung aspek digitalisasi dan transformasi sosial modern dalam konteks pariwisata. Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan digital marketing, kepemimpinan, dan komunikasi publik, serta penyusunan kebijakan inklusif yang memberi ruang bagi perempuan dalam struktur organisasi pariwisata seperti Pokdarwis. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor swasta diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya teori pemberdayaan dalam konteks CBT dengan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bersifat multidimensi dan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, membuka peluang penelitian lanjutan tentang integrasi pemberdayaan perempuan dan inovasi digital dalam pariwisata berkelanjutan yang berkeadilan gender.