Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi wisata digital di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Potensi wisata alam dan budaya belum optimal karena keterbatasan keterampilan promosi digital. Metode yang digunakan adalah hands-on workshop melalui tahap persiapan, demonstrasi, serta praktik dan pendampingan pada 7–20 April 2026. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan perangkat desa dalam mengelola Instagram. Capaian meliputi terbentuknya akun resmi, penyusunan content plan satu bulan, serta kemampuan produksi konten mandiri. Kegiatan ini meningkatkan eksposur wisata desa dan membuka peluang ekonomi masyarakat melalui promosi produk dan jasa lokal, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan promosi digital desa secara berkelanjutan. Dari aspek keberlanjutan, program ini dirancang agar dapat terus berjalan dengan sumber daya terbatas melalui optimalisasi perangkat desa sebagai pengelola utama, pemanfaatan perangkat digital sederhana (smartphone), serta penyusunan panduan konten yang mudah diterapkan. Selain itu, keberlanjutan juga didukung oleh pembagian peran pengelola akun dan penjadwalan konten yang realistis. Pemanfaatan Instagram terbukti mampu meningkatkan visibilitas dan memperluas jangkauan promosi potensi wisata desa. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan promosi wisata desa berbasis digital yang berkelanjutan. This community service initiative aims to enhance the capacity of village officials to utilize social media as a tool for digital tourism promotion in Kawungluwuk Village, Tanjungsiang Subdistrict, Subang Regency. The potential for natural and cultural tourism has not been fully realized due to limited digital promotion skills. The method employed was a hands-on workshop comprising preparation, demonstration, practice, and mentoring sessions held from April 7–20, 2026. The results show an improvement in the village officials’ ability to manage Instagram. Achievements include the creation of an official account, the development of a one-month content plan, and the ability to produce content independently. This activity increases the exposure of village tourism and opens economic opportunities for the community through the promotion of local products and services, as well as encourages active community participation in the sustainable management of the village’s digital promotion. From a sustainability perspective, this program is designed to continue operating with limited resources by optimizing the role of village officials as primary managers, utilizing simple digital tools (smartphones), and developing easy-to-implement content guidelines. Additionally, sustainability is supported by the division of account management roles and realistic content scheduling. The use of Instagram has proven effective in increasing visibility and expanding the promotional reach of the village’s tourism potential. Therefore, this community service initiative serves as a strategic step in supporting the development of sustainable, digital-based village tourism promotion.