Farida, Muharoma Chomsatul
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN METODE QUANTUM TEACHING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR FIRMAN TUHAN BAGI ANAK USIA DINI Farida, Muharoma Chomsatul; Hulu, Nurma Winda
Inculco Journal of Christian Education Vol 4, No 2 (2024): Vol 4, No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v4i2.195

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak-anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Melalui pendidikan anak usia dini, diharapkan anak mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Quantum Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang dinamis yang menekankan interaksi antara guru dan siswa. Pendekatan ini mendorong guru untuk melibatkan siswa sebagai subjek yang aktif dalam proses pembelajaran Model pembelajaran Quantum Teaching memiliki ciri khas yang unik terutama dalam hal rancangan belajar yaitu “TANDUR” yang dapat dijabarkan sebagai berikut: pertama, Tumbuhkan : tumbuhkan minat siswa untuk belajar firman Tuhan. kedua, Alami. (Guru Menciptakan atau menghadirkan pengalaman umum yang dapat dipahami oleh Siswa). Ketiga, Namai Setelah siswa mengalami pengalaman belajar 'alami' mereka dapat menamai apa yang telah mereka peroleh. Keempat, Demonstrasikan. Melalui pengalaman belajar, siswa memahami dan mengetahui bahwa mereka memiliki kemampuan dan informasi yang cukup, kini sudah saatnya bagi siswa untuk  menunjukkannya di hadapan Guru, teman, dan saudara-saudaranya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan firman Tuhan.kelima, Ulangi. Dalam proses pembelajaran, Pengulangan sangat penting dalam proses belajar mengajar bagi anak usia dini. Hal ini juga relevan dengan firman Tuhan yang tertulis dalam Ulangan 6: 7. keenam, Rayakan. Guru dapat merayakan keberhasilan siswanya dengan memberikan apresiasi sehingga anak merasa dihargai. Early childhood education is an effort aimed at children from birth to six years old. Through early childhood education, it is hoped that children can develop their full potential. Quantum Teaching is a dynamic learning approach that emphasizes interaction between teachers and students. This approach encourages teachers to involve students as active subjects in the learning process. The Quantum Teaching learning model has unique characteristics, especially in terms of learning design, which can be outlined as follows: first, Cultivate: cultivate students' interest in learning the word of God. Second, Experience: (Teachers create or present common experiences that can be understood by students). Third, Name: After students experience 'natural' learning experiences, they can name what they have gained. Fourth, Demonstrate: Through learning experiences, students understand and realize that they have sufficient ability and information, now it is time for students to demonstrate it in front of the teacher, friends, and siblings. The teacher gives students the opportunity to apply the word of God. Fifth, Repeat: In the learning process, repetition is very important in the teaching and learning process for early childhood. This is also relevant to the word of God written in Deuteronomy 6:7. Sixth, Celebrate: Teachers can celebrate their students' successes by giving appreciation so that children feel valued. 
PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI BENTENG PERTAHANAN ROHANI PESERTA DIDIK UNTUK MELAWAN BRAIN ROT DI ERA DIGITAL Farida, Muharoma Chomsatul
Inculco Journal of Christian Education Vol 5, No 3 (2025): Vol 5, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v5i3.259

Abstract

Brain rot adalah kondisi menurunnya kinerja otak yang terjadi karena terlalu sering mengonsumsi konten yang tidak bernilai positif dalam kurun waktu yang lama. Fenomena brain rot sering dialami oleh peserta didik di era digital ini. Peserta didik yang mengalami brain rot ditandai dengan menurunnya kemampuan kognitif, kemerosotan moral serta melemahnya kehidupan rohani. Fenomena ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai iman kristen karena dapat merusak pola pikir dan perilaku peserta didik. Dalam konteks ini, kehadiran Pendidikan Agama Kristen adalah sebagai benteng pertahanan rohani yang tidak hanya mengajarkan tentang pengetahuan teologis, tetapi juga berfungsi melindungi peserta didik dari dampak negatif perkembangan teknologi di era digital. Melalui pendidikan agama kristen, peserta didik diarahkan untuk memiliki iman yang teguh, mampu membedakan yang benar dan yang salah, aktif dalam persekutuan iman serta mampu menemukan kebenaran sejati melalui pemahaman firman Tuhan. Pendidikan agama kristen menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan rohani peserta didik di tengah arus budaya digital yang berpotensi menggerus iman, merusak cara berfikir dan karakter peserta didik.
PENTINGNYA PENERAPAN KETERAMPILAN MENGAJAR BERVARIASI OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR FIRMAN TUHAN Sihombing, Lidia; Farida, Muharoma Chomsatul
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 3 (2022): Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.165 KB) | DOI: 10.59404/ijce.v2i3.103

Abstract

Keterampilan Mengajar Bervariasi merupakan sebuah kemampuan guru dalam membuat atau melakukan perubahan-perubahan dan perbedaan-perbedaan dalam kegiatan proses pembelajaran, baik perubahan dalam gaya mengajar, keanekaragaman media pembelajaran yang sesuai serta perubahan pola interaksi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Apakah ada dampak yang dihasilkan dari penerapan Keterampilan Bervariasi dalam Mengajar? ; (2). Bagaimana strategi guru dalam meningkatkan minat belajar Firman Tuhan peserta didik di SMA NEGERI 1 Desa Saribudolok Kecematan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara?; (3). Apakah penerapan Keterampilan Mengajar Bervariasi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatkan minat belajar Firman Tuhan bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara? Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui penyebaran angket, di mana sampel diambil dari populasi yang berjumlah 223 orang, dan sampel diberikan kesempatan untuk memberi respon. Yang menjadi sampel yaitu 30% dari populasi yaitu berjumlah 67 orang.  Hasil penelitian: (1)Dampak yang dihasilkan dari penerapan keterampilan bervariasi dalam mengajar yakni mampu meningkatkan minat belajar Firman Tuhan. Sebagai guru Pendidikan Agama Kristen, menerapkan keterampilan variasi sangat penting, karena dapat membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik baik dalam pelajaran umum maupun pelajaran khusus yaitu pembelajaran Firman Tuhan. Oleh sebab itu penerapan keterampilan mengajar bervariasi oleh guru sangat penting untuk mengurangi kebosanan peserta didik dalam belajar. (2) Strategi Guru dalam meningkatkan minat belajar Firman Tuhan peserta didik di SMA NEGERI 1 Desa Saribudolok Kecematan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara: Pertama, Menjadi seorang motivator bagi peserta didik sekaligus menjadi seorang konselor. Kedua, Menjadi seorang fasilitator dalam pembelajaran baik dalam ruangan maupun materi yang diajarkan. Ketiga, Penggunaan metode dalam mengajar, karena merupakan salah satu variasi mengajar yang mampu menjadikan peserta didik fokus dalam mengikuti pembelajaran. (3) Terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara Penerapan Keterampilan Mengajar Bervariasi terhadap Peningkatan Minat Belajar Firman Tuhan. Hal ini berarti semakin tinggi Penerapan Keterampilan Mengajar Variasi, maka Minat Belajar Firman Tuhan bagi Peserta Didik akan meningkat.Varied Teaching Skills is a teacher's ability to make or make changes and differences in the learning process activities, both changes in teaching styles, diversity of appropriate learning media and changes in student interaction patterns in teaching and learning activities. Objectives : (1)Are there any impacts resulting from the application of Varied Skills in Teaching? ; (2). What is the teacher's strategy in increasing the interest in learning the Word of God for students at SMA NEGERI 1 Saribudolok Kecematan Silimakuta Village, Simalungun Regency, North Sumatra Province?; (3). Can the application of Varied Teaching Skills by Christian Religious Education Teachers increase the interest in learning the Word of God for students at SMA Negeri 1 Saribudolok, Silimakuta District, Simalungun Regency, North Sumatra Province? Research Methods: quantitative. Research results: (1) The resulting impact of applying varied skills in teaching is to increase interest in learning God's Word. (2) Teacher Strategies in increasing the interest in learning the Word of God for students at SMA NEGERI 1 Saribudolok Kecematan Silimakuta Regency, Simalungun Regency, North Sumatra Province: First, Become a motivator for students as well as become a counselor. Second Become a facilitator in learning. Third Make students focus on following learning. (3) The application of Varied Teaching Skills (Variable X) has a positive and significant influence on the Increased Interest in Learning the Word of God Learners.
KOMPETENSI SPIRITUAL GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IMAN SISWA Farida, Muharoma Chomsatul; Laia, Unima; Sanja, Putri Rambu
Inculco Journal of Christian Education Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v4i1.178

Abstract

Seorang guru yang profesional dikarakterisasi oleh lima kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi spiritual. Dalam konteks guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), memiliki kompetensi spiritual dianggap sebagai hal yang sangat penting. Sebagai pendidik profesional, guru PAK memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan siswa agar memahami Alkitab dengan benar serta meningkatkan pertumbuhan iman mereka. Guru PAK yang memiliki tingkat kompetensi spiritual yang tinggi juga berfungsi sebagai contoh yang baik bagi siswa. Oleh karena itu, guru PAK harus memenuhi standar kualitas rohani yang baik, termasuk memiliki kepribadian yang bertanggung jawab, berwibawa, mandiri, dan disiplin. Guru Pendidikan Agama Kristen yang memiliki kompetensi spiritual yang baik akan memiliki kemampuan untuk memengaruhi kehidupan siswa melalui proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di dalam kelas. Hal ini akan menyebabkan siswa mengalami pertumbuhan dalam iman mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana informasi yang diperoleh berasal dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset sebelumnya. Data yang dikumpulkan dari referensi-referensi ini dianalisis secara kritis dan mendalam untuk mendukung proposisi dan gagasan yang diajukan. Tujuan penelitian ini adalah dua. Pertama, memberikan penjelasan tentang hakikat kompetensi spiritual seorang guru Pendidikan Agama Kristen. Kedua, menjelaskan pentingnya kompetensi spiritual seorang guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan pertumbuhan iman siswa. A professional teacher is characterized by five competencies, namely: pedagogic competence, social competence, personality competence, professional competence, and spiritual competence. In the context of Christian Religious Education (PAK) teachers, having spiritual competence is considered very important. As professional educators, PAK teachers have a responsibility to guide and direct students to understand the Bible correctly and promote their faith growth. PAK teachers who have a high level of spiritual competence also serve as good examples for students. Therefore, PAK teachers must meet good spiritual quality standards, including having a responsible, authoritative, independent, and disciplined personality. Christian Education teachers who have good spiritual competence will have the ability to influence students' lives through the learning process of Christian Education in the classroom. This will cause students to experience growth in their faith. This research uses qualitative methods, where the information obtained comes from various sources such as books, journals, and previous research. The data gathered from these references are critically and deeply analyzed to support the propositions and ideas put forward. The objectives of this study are twofold. First, it provides an explanation of the nature of spiritual competence of a Christian Education teacher. Second, explain the importance of spiritual competence of a Christian Education teacher in increasing students' faith growth.
Typology of Christian Religious Education in a Pluralistic Indonesian Society in the Era of Globalization Farida, Muharoma Chomsatul; Sari, Evi Catur
Jurnal Teologi Trinity Vol. 1 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v1i2.14

Abstract

Globalization has a significant impact on Indonesia's diverse society. Based on these issues, it is necessary to provide relevant Christian religious education considering Indonesia's diverse society. Society tends to become more individualistic and focused on personal needs. Typologies of Christian Religious Education include: first, Bible and Church-centered, second, Theology-centric, third, Ecumenical-Reformative, fourth, Multicultural Christian Religious Education. Multicultural Christian Religious Education is an approach in Christian religious education that emphasizes tolerance, respect, and understanding of cultural diversity, beliefs, and traditions within and outside the Christian community. This research utilizes qualitative methods, through a literature review approach encompassing relevant theories related to the discussed issues. A literature review approach is a type of research conducted by collecting data or scientific literature as the focus of the research, or collecting data in the form of literature, and conducting in-depth analysis of relevant literature to solve a problem.