Rustamadji, Albert Tri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manifestasi Klinis dan Manajemen Autoimmune Anemia Hemolytic (AIHA): Laporan Kasus Pada Pasien Perempuan Usia 40 Tahun Setiawan, Jodi; Rustamadji, Albert Tri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autoimmune hemolytic anemia (AIHA) is decompensated acquired hemolysis caused by the body's immune system working against its own red blood cell antigens. A 40-year-old female patient came to the emergency room with complaints of black stools like tar, her eyes looked yellow, her body felt weak and she had a headache that had been felt for 5 days before she was admitted to hospital. The patient had a similar complaint which was felt approximately 4 years ago. On physical examination of the eyes, anemic conjunctiva and icteric sclera were found. On abdominal examination, grade 1-2 splenomegaly was found. Laboratory examination revealed a decrease in the number of erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, platelets and an increase in the number of SGPT, SGOT, total bilirubin, direct bilirubin and indirect bilirubin. On examination of the peripheral blood images, mild anisocytosis, polychromasis and thrombocytopenia were found. Treatment for these patients is by using corticosteroids.
VERTIGO PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II : LAPORAN KASUS Septianti, Nurlita Saf’na; Halim, Samuel; Rustamadji, Albert Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51778

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang menyebabkan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Kerusakan ini dapat berdampak pada sistem vestibular melalui jalur sentral akibat dari vaskular ensefalopati dan juga jalur perifer sehingga terjadi disfungsi vestibular yang mengatur dan mempertahankan keseimbangan tubuh. Manifestasi disfungsi vestibular fase akut paling sering berupa gejala vertigo. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan kajian data mengenai kasus vertigo pada pasien dengan diabetes melitus. Laporan kasus dilakukan secara metode deskriptif dengan cara mengkaji data pasien melalui rekam medis serta melakukan pemantauan perkembangan kondisi pasien dari awal hingga pasien membaik dan diperbolehkan pulang. Laporan kasus ini membahas bahwa disfungsi vestibular merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada individu dengan diabetes melitus dengan berupa gejala serangan vertigo. Terapi Betahistin pada vertigo dengan penyakit diabetes memerlukan dosis konservatif yang lebih tinggi dibandingkan pasien vertigo tanpa penyakit diabetes melitus. Pasien dengan diabetes melitus memiliki resiko terjadi disfungsi vestibular berupa gejala vertigo dan pentingnya mempertimbankan penyesuaian management dosis betahistin dan mengobati penyakit yang mendasari yaitu Diabetes Melitus sebagai tatalaksana yang komprehensif
LAPORAN KASUS : HEMATOMA REGIO FEMORALIS PADA PASIEN DENGAN HEMOFILIA A Himawan, Alister Garcia; Herwanto, Velma; Rustamadji, Albert Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51829

Abstract

Hemofilia A adalah kelainan perdarahan yang disebabkan oleh kekurangan atau tidak adanya faktor koagulasi VIII, yang ditandai dengan perdarahan spontan; perdarahan setelah trauma atau operasi; perdarahan pada sendi atau otot; dan perdarahan jaringan lunak. Kami melaporkan kasus seorang laki- laki berusia 22 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan utama perdarahan serta pembengkakan di paha kiri. Pasien memiliki riwayat hemofilia A sedang dan pernah menerima terapi penggantian faktor VIII, namun putus berobat dan tidak menerima terapi faktor VIII selama satu tahun sebelum masuk rumah sakit. Perdarahan berhasil diatasi setelah pemberian 1500 IU konsentrat faktor VIII rekombinan secara intravena. Kasus ini menunjukkan pentingnya terapi penggantian faktor sebagai profilaksis jangka panjang pada pasien hemofilia A.