Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

Edukasi Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Dibawah Usia 6 Bulan di Puskesmas Batang Beruh Sidikalang Nurcahaya Nainggolan; Marta Imelda Br Sianturi; Desy Lustiyani Rajagukguk
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemberian ASI eksklusif pada bayi dibawah 6 bulan. Permasalahan yang dihadapi adalah faktor-faktor yang menyebabkan ibu memberikan MP- ASI dini yaitu pengetahuan ibu yang kurang contohnya bayi yang terus menangis dianggap bayinya lapar dan tidak cukup hanya diberikan ASI saja. Selain itu masalah sosial budaya menyangkut masalah kebiasaan yang berkembang di masyarakat seperti pemberian pisang dan bubur yang di buat sendiri pada bayi sebelum berumur enam bulan disebabkan ASI ibu dianggap tidak mencukupi kebutuhan makanan bayi. Selain itu adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu terhadap pemberian MP-ASI dini. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang kurang sangat mendukung sikap ibu dalam pemberian MP-ASI dini pada bayinya. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini ialah disaat pra sosialisasi 93% menyatakan belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi dibawah usia 6 bulan. Sedangkan 7% lainnya menyatakan mengerti pemberian ASI ekslusif pada bayi dibawah usia 6 bulan karena sudah pernah melahirkan sebelumnya. Selanjutnya pasca sosialisasi 100% ibu nifas yang dirawat di Puskesmas Batang Beruh mengetahui dan memahami dengan baik tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi dibawah usia 6 bulan. Peserta mulai memaknai pentingnya pengetahuan tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi dibawah usia 6 bulan dengan baik.
PENGUATAN IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NAMOHALU ESIWA Taruli Rohana Sinaga; Manurung, Kesaktian; Desy Lustiyani Rajagukguk; Yohanes Mercius Ndruru; Anjelin Juni Kristin Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6207

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Namohalu Esiwa, implementasi PIS-PK menghadapi beberapa tantangan, antara lain kurangnya pemahaman petugas kesehatan terkait indikator keluarga sehat, keterbatasan dalam pengelolaan data, serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program kesehatan keluarga. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memperkuat pelaksanaan PIS-PK dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, pendampingan dalam pelaksanaan kunjungan rumah, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya indikator keluarga sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan teori dan praktik untuk petugas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan SOP untuk pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petugas dalam implementasi PIS-PK, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan model untuk penguatan implementasi PIS-PK di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.
PENYULUHAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN POLA ASUH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL Sitorus, Mido Ester J.; Frida Liharis Saragih; Desy Lustiyani Rajagukguk
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6883

Abstract

Latarbelakang: Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara memiliki karakteristik masyarakat dengan tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi balita, seperti perubahan pola konsumsi, keterbatasan waktu pengasuhan, serta masih beredarnya informasi yang kurang tepat mengenai gizi anak. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu balita mengenai gizi seimbang dan pola asuh yang benar masih sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan edukasi gizi seimbang dan pola asuh pada ibu balita di Kecamatan Medan Sunggal perlu dilaksanakan sebagai upaya mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Tujuan: Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu balita sehingga mampu berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Metode: Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Penyuluhan Edukasi Gizi Seimbang dan Pola Asuh untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Kecamatan Medan Sunggal, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta. Penyuluhan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait gizi seimbang dan pola asuh yang tepat, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, ibu balita juga menunjukkan peningkatan kesadaran dan sikap positif dalam menerapkan praktik pemberian makan yang sesuai usia anak serta memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa edukasi gizi dan pola asuh merupakan kebutuhan nyata bagi masyarakat. Kesimpulan: Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kondisi lokal, kegiatan ini berpotensi berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat keluarga dan Masyarakat.