Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA BUKITTINGGI Anida, Niki; Armal, Khairil; Farnandi, Rido
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan keluaran “outcome” layanan kesehatan tentang peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kepuasan pasien diartikan sebagai suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Badan penyelenggara jaminan sosial atau yang lebih dikenal dengan BPJS merupakan sebuah badan hukum untuk menyelenggarakan program jaminan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Instalasi farmasi adalah unit pelaksanaan fungsional yang menyelenggarakan seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, Instalasi Farmasi bertanggung jawab pada penggunaan obat yang aman dan efektif di Rumah Sakit secara keseluruhan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode sampling probabilitas, penelitian dilakukan dengan jumlah sampel 100 responden dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dimana responden diminta untuk mengisi kuesioner adalah pasien rawat jalan peserta BPJS kesehatan..Tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS terhadap pelayanan kesehatan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi ketanggapan 80,8% (Puas), kehandalan 80,6% (Puas), kepastian 80,2% (Puas), empati 80,6% (Puas)dan bukti langsung 84,4% (Sangat Puas) dengan tingkat kepuasan rata-rata adalah 81,12% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Uji karakteristik responden yaitu jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan tidak mempengaruhi tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS kesehatan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Kata kunci: Kepuasan Pasien, BPJS Kesehatan, Instalasi Farmasi
Inovasi Teknologi Pharmacy Home Care Masyarakat Cerdas Obat Berbasis Mobile-App di Jorong Aie Sanam, Kabupaten Solok Afriani, Tika; Kirana Efmisa, Ariesta; Harsep Rosi, Devahimer; Farnandi, Rido; Prima Putra, Allans
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1680

Abstract

Keterbatasan jangkauan layanan Puskesmas dalam memantau pengobatan pasien di daerah terpencil menjadi hambatan utama kepatuhan terapi. Kegiatan Home Pharmacy Care sangat diperlukan oleh masyarakat karena keterbatasan layanan puskesmas setempat untuk menjangkau semua pasien. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi Home Pharmacy Care berbasis aplikasi mobile dalam meningkatkan pengetahuan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan pemahaman penyakit kronis pada masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi terintegrasi, demonstrasi penggunaan aplikasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-post test untuk mengukur pergeseran tingkat pengetahuan, serta kuesioner tervalidasi untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-intervensi. Pengetahuan tentang cara penggunaan obat meningkat sebesar 11,76%, sementara cara penyimpanan obat meningkat 16,34%. Terjadi peningkatan pemahaman yang lebih substansial pada materi penyakit, yaitu hipertensi (32,8%) dan diabetes mellitus (27,2%). Uji statistik (Wilcoxon) menunjukkan nilai p < 0,05, yang mengonfirmasi bahwa intervensi aplikasi efektif meningkatkan literasi kesehatan. Meskipun demikian, tingkat kepatuhan pengobatan masyarakat masih berada pada kategori sedang (61,44%). Intervensi teknologi Home Pharmacy Care terbukti efektif meningkatkan aspek kognitif masyarakat, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan melalui fitur pengingat (reminder) pada aplikasi untuk mengonversi pengetahuan menjadi kepatuhan jangka panjang.