Penelitian ini bertujuan mengembangkan Batik Bhumi Phala sebagai representasi identitas Kabupaten Temanggung melalui eksplorasi unsur alam dan budaya lokal. Menggunakan metode penciptaan seni, penelitian dilakukan melalui tiga tahap: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi mengidentifikasi sumber ide visual khas Temanggung yaitu daun tembakau, buah dan bunga kopi, Tugu Jam, serta Gunung Sumbing dan Sindoro. Pada tahap perancangan, sumber ide tersebut ditransformasikan menjadi motif batik melalui stilisasi untuk tembakau, kopi, dan Tugu Jam, serta deformasi untuk Gunung Sumbing dan Sindoro, kemudian ditata dalam komposisi simetris. Tahap perwujudan meliputi pengutipan motif, nglowong, pewarnaan, nglorod, dan penjemuran dengan penggunaan pewarna alam ekstrak daun tembakau dan fiksator tunjung. Produk Batik Bhumi Phala memuat nilai filosofis sekaligus mencerminkan identitas budaya Temanggung sehingga berfungsi sebagai penguat karakter kultural masyarakat. This study aims to develop Batik Bhumi Phala as a representation of Temanggung Regency’s identity through the exploration of local natural and cultural elements. Employing an artistic creation method, the research was conducted through three stages: exploration, design, and realization. The exploration stage identified distinctive visual sources from Temanggung, including tobacco leaves, coffee fruits and flowers, the Clock Tower, and Mount Sumbing and Mount Sindoro. In the design stage, these sources were transformed into batik motifs using stylization techniques for tobacco, coffee, and the Clock Tower, and disformation techniques for Mount Sumbing and Mount Sindoro, arranged into symmetrical compositions. The realization stage involved motif tracing, nglowong, dyeing, pelorodan, and drying, utilizing natural dyes extracted from dried tobacco leaves with tunjung as the fixative. Batik Bhumi Phala embodies philosophical values and reflects the cultural identity of Temanggung, thereby strengthening the community’s cultural character.