Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konstruksi Sosial Transgender di Kabupaten Jember Pasca Jember Fashion Carnival: Perspektif Hak Asasi Manusia Rosyid, Muhammad Aenur; Anam, Syamsul
Jurnal HAM Vol 14, No 1 (2023): April Edition
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2023.14.91-104

Abstract

The issue of discrimination and negative stigmatization of transgender people in the Jember Regency is considered an obstacle to the freedom of expression for every individual. This study aims to analyze the views of the people of the Jember Regency in regard to transgender women’s right to freedom of expression after the Jember Fashion Carnival event. This research utilizes an empirical juridical research method with sociological approach and legal approaches. The results of this study indicate that the community's social construction of the rights of transgender expression after the Jember Fashion Carnival event is demonstrated through the community's appreciation of the transgender people’s works at the event and the provision of space for their expression to develop creativity. Although the government of Jember Regency has not implemented specific policies to protect the rights of transgender people in expressing themselves and developing their potential, the government and residents of Jember have recognized the transgender community as citizens with equal rights and positions to express themselves and contribute to the progress of Jember Regency.
Loopholes in Law: Why Local Strategies Fail to Curb Child Marriage in Jember Regency Muslifah, siti; Rosyid, Muhammad Aenur; Arfan, Iklil Athroz
Sakina: Journal of Family Studies Vol 9 No 3 (2025): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v9i3.18220

Abstract

In the last three years, the rate of early marriage in Jember Regency has been quite high, and in 2023 it ranked first in East Java. Raising the minimum age limit for prospective female brides has not been able to reduce child marriage rates because it can still be circumvented through dispensation applications. Therefore, synergy between relevant stakeholders is needed, especially the role of the Jember Regency government in reducing early marriage to create a child-friendly Jember Regency. The purpose of this research is to understand community perceptions of the high rate of early marriage in Jember Regency, analyze government efforts to prevent early marriage, and measure the legal effectiveness of the implemented measures. This research uses qualitative methods with a sociological juridical approach. The results of this research are as follows. First, according to community perceptions, the high rate of early marriage in Jember Regency is influenced by several factors such as parents' economic problems, low education levels, arranged marriage culture leading to early marriage, parents' culture of indebtedness to their helpers, engagement customs conducted simultaneously with unregistered (sirri) marriage ceremonies, parents' concerns about their daughters being stigmatized as unmarriageable, pregnancy outside marriage, and misinterpretation of religious teachings. Second, Jember Regency Government's efforts to reduce early marriage rates through Circular Letter Number 474/196/35.09.317/2024 concerning dispensation application services. Third, from the perspective of legal effectiveness theory, the Jember Regency government's efforts to reduce early marriage rates have not been effective because the Jember Regency government only issues a Regent's Circular Letter regulating administrative requirements for marriage dispensation applications, which has a weak legal position and is easily circumvented by the community.
Kualitas Kesaksian Testimonium De Auditu pada Putusan Mahkamah Syar’iyyah Aceh Terhadap Tindak Pidana Perkosaan Anak Rosyid, Muhammad Aenur; Nisa, Hoirun
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 9 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2023.9.1.76-91

Abstract

Meningkatnya jarimah pemerkosaan terhadap anak tidak diimbangi dengan penegakan hukum yang berpihak pada korban. Banyak putusan mahkamah syar’iyyah aceh yang justru membebaskan pelaku karena minimya alat bukti. kesaksian saksi testimonium de auditu ditolak untuk dipertimbangkan karena saksi dianggap tidak melihat, mendengar dan mengalami langsung peristiwa pidana yang disaksikannya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar perimbangan hakim dalam menilai kualitas kesaksian saksi testimonium de aiditu dalam Putusan No. 7/JN/2021/MS.Aceh dan menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum positi dan fikih jinayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hakim dalam memutus jarimah pemerkosaan terhadap anak di bawah umur pada Putusan Nomor 7/JN/2021/MS.Aceh menilai bahwa kualitas kesaksisan saksi testimonium de auditu tidak dapat diterima sehingga tidak terdapat minimum dua alat bukti yang sah yang dapat membuktikan bahwa Terdakwa telah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kualitas kesaksian saksi testimonium de auditu ditinjau dari hukum positif meskipun bukan atas apa yang dilihat, di dengar dan dialami sendiri tetap dapat dijadikan alat bukti petunjuk. Sedangkan ditinjau dari fiqih jinayah kesaksian testimonium de auditu tidak boleh dikesampingkan atau ditolak sepenuhnya oleh hakim karena Hakim harus mendengarkan keterangan semua pihak demi terciptanya keadilan.
Konstruksi Sosial Berger dan Hukum Islam: Tradisi Rokat Pandhaba Penganten Pra-Nikah di Dawuhanmangli Tamam, Badrut; Rosyid, Muhammad Aenur
MAHAKIM Journal of Islamic Family Law Vol 9 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mahakim.v9i1.679

Abstract

Tradisi Rokat merupakan prosesi pembersihan diri atau ruwatan yang wajib dijalani oleh anak yang masuk dalam kategori Pandhaba sebelum akad nikah. Tradisi ini sering dianggap membutuhkan biaya yang besar dan dikaitkan dengan mitos-mitos yang mengarah pada kemusyrikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik pelaksanaan tradisi Rokat Pandhaba penganten di Desa Dawuhan Mangli serta menganalisis konstruksi masyarakat terhadap tradisi tersebut. Data diperoleh melalui studi lapangan (field research) menggunakan pendekatan hukum empiris. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan tokoh masyarakat, observasi langsung saat ritual berlangsung, serta dokumentasi berupa foto dan rekaman terkait tradisi ini. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rokat Pandhaba wajib dijalankan bagi anak kategori Pandhaba melalui rangkaian ritual yang dipimpin oleh Kiai Rokat (Imam Rokat) pada malam hari, diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz. Setelah itu, dilakukan ritual mandi dengan perlengkapan yang ditentukan oleh Kiai Rokat, dilanjutkan oleh sanak keluarga, dan diakhiri dengan doa serta pembagian sesajen. Tradisi Rokat Pandhaba penganten dikonstruksikan oleh masyarakat sebagai sarana penyucian jasmani dan rohani serta penolak bala, seperti kesialan dan ketidakdamaian dalam lingkungan keluarga, yang merepresentasikan eksternalisasi nilai tradisi leluhur