Implementasi model pembelajaran inovatif yang berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Project-Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan kegiatan berbasis proyek sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman nyata, kolaborasi, serta pemecahan masalah secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi model Project-Based Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta mengkaji implikasinya terhadap penguatan manajemen kurikulum di SMKN 1 Cermee. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa yang terlibat dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Project-Based Learning mampu meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif dalam pembelajaran, meningkatnya tanggung jawab terhadap tugas proyek, berkembangnya kemandirian belajar, serta meningkatnya antusiasme siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penerapan PjBL juga memberikan implikasi terhadap penguatan manajemen kurikulum melalui perencanaan pembelajaran yang lebih kontekstual, pengelolaan pembelajaran yang fleksibel, peningkatan kolaborasi antar guru, serta penerapan evaluasi pembelajaran yang autentik. Dengan demikian, model Project-Based Learning tidak hanya efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat sistem manajemen kurikulum di sekolah vokasi.