Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisa Hubungan Shift Kerja Dengan Stres Kerja Dan Kelelahan Pada Perawat Rumah Sakit X Batam Tahun 2022 Krismadies, Krismadies; Maulina, Diina
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2478

Abstract

Pekerjaan perawat di bagian rawat inap mewajibkan mereka bekerja dengan sistim shift. Bergantian antara shift pagi, shift sore dan shift malam. Bekerja dengan sistim shift akan menyebabkan gangguan siklus sirkardian yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kelelahan dan juga bisa menimbulkan stress kerja. Berdasarkan data dari penelitian didapat dilihat bahwa peasrson Chi-square dengan nilai Asymp.sig. sebesar 0,470 > dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan Kelelahan Kerja. Nilai chi square hitung adalah sebesar 42.58. nilai chi square tabel untuk df =40 pada signifikansi (a) 5% atau 0,050 pada distribusi nilai maka chi square tabel adalah sebesar 55,75. Karena nilai chi square hitung 42,58 < chi square tabel 55,75, sehingga dapat di artikan bawha tidak ada hubungan antara shift kerja dengan stress kerja.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Keselamatan Dan Kesehatan Lingkungan Kerja Karyawan PT.X Kota Batam Tahun 2024 Krismadies, Krismadies; Maulina, Diina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1730

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kunci untuk mencegah Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja. Perilaku aman dan sehat dimulai dari pemahaman pekerja tentang pentingnya K3 di tempat kerja. Pengetahuan ini akan diikuti dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan standar K3 sehingga target untuk menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa dicapai. Data kunjungan rawat jalan pasien dari PT.X masih ditemukan beberapa kasus kecelakaan kerja sehingga penulis tergerak hatinya untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di PT.X berupa Upaya Peningkatan Pengetahunan K3 lingkungan Kerja. Pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan mengenai K3 Lingkungan Kerja. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pretest dan post test. Hasil penelitian ditemukan peningkatan yang signifikan tingkat pengetahuan pekerja sesudah penyuluhan dilakukan. Sebelum penyuluhan tidak ada pekerja yang mempunyai nilai baik, hanya nilai sedang dan kurang. Setelah penyuluhan ditemukan 6 orang mendapat nilai baik. Nilai kurang juga berkurang dari 6 orang menjadi 4 orang. Bahkan ada pekerja yang mendapat nilai 100. Nilai rata rata juga meningkat sangat tinggi dimana sebelum penyuluhan diperoleh nilai rata rata 59,6 sedangkan sesudah penyuluhan diperoleh nilai rata rata 70,8. Terdapat peningkatan 11,2 poin.Peningkatan pengetahuan ini diharapkan bisa mengubah sikap dan perilaku kearah yang lebih baik sesuai dengan standar K3 sehingga risiko timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bisa diturunkan.
Analisa Hubungan Shift Kerja Dengan Stres Kerja Dan Kelelahan Pada Perawat Rumah Sakit X Batam Tahun 2022 Krismadies, Krismadies; Maulina, Diina
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2478

Abstract

Pekerjaan perawat di bagian rawat inap mewajibkan mereka bekerja dengan sistim shift. Bergantian antara shift pagi, shift sore dan shift malam. Bekerja dengan sistim shift akan menyebabkan gangguan siklus sirkardian yang dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kelelahan dan juga bisa menimbulkan stress kerja. Berdasarkan data dari penelitian didapat dilihat bahwa peasrson Chi-square dengan nilai Asymp.sig. sebesar 0,470 > dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan Kelelahan Kerja. Nilai chi square hitung adalah sebesar 42.58. nilai chi square tabel untuk df =40 pada signifikansi (a) 5% atau 0,050 pada distribusi nilai maka chi square tabel adalah sebesar 55,75. Karena nilai chi square hitung 42,58 < chi square tabel 55,75, sehingga dapat di artikan bawha tidak ada hubungan antara shift kerja dengan stress kerja.
Association of Ergonomic Risk Exposure with Cholesterol Levels in Workers Aged Over 40 Years at PT. X Electronics Manufacturing Batam, 2025 Maulina, Diina; Krismadies, Krismadies; Kartika Wijaya, Juhanda; Sarbiah, Andi; Rahmani, Ardhi Arsala
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 2 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i2.476

Abstract

Introduction: Elevated cholesterol levels among workers aged over 40 years constitute an important risk factor for cardiovascular disease. Work conditions with ergonomic risk exposures such as static postures, repetitive movements, and limited rest periods are presumed to contribute to disturbances in lipid metabolism. Objective: This study aimed to analyze the association between ergonomic risk exposure and cholesterol levels among older workers at PT. X Manufacturing Elektronik Batam. Method: A cross-sectional design was employed involving 173 respondents. Data were collected through ergonomic observations, questionnaires, and laboratory examinations of total cholesterol. Result and Discussion: Bivariate analysis using the Chi-square test revealed that workers with static postures had a higher prevalence of dyslipidemia (36.7%) compared to those with non-static postures (19.2%) (p=0.083). Workers with high repetitive movements also showed a higher prevalence of dyslipidemia (37.0%) compared to those with light–moderate repetition (18.5%) (p=0.063). Furthermore, workers with inadequate rest had a higher prevalence of dyslipidemia (57.1%) compared to those with adequate rest (31.8%) (p=0.143). Although the results were not statistically significant, the observed trends indicate a potential relationship between ergonomic risk factors and cholesterol levels. Conclusion: These findings provide an important foundation for future longitudinal studies and ergonomic interventions aimed at preventing metabolic disorders in the workplace
Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Kadar Kolesterol melalui Penyuluhan Kesehatan bagi Pekerja Usia Produktif di PT. X Kota Batam: Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Kadar Kolesterol melalui Penyuluhan Kesehatan bagi Pekerja Usia Produktif di PT. Giken Precision Indonesia Kota Batam Maulina, Diina; Krismadies, Krismadies; Wijaya, Juhanda Kartika; Sarbiah, Andi; Rahmani, Ardhi Arsala
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2295

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pekerja usia produktif mengenai risiko kolesterol tinggi serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat melalui pendekatan penyuluhan interaktif. Kegiatan dilaksanakan di PT. X Kota Batam dan diawali dengan asesmen kebutuhan mitra untuk mengidentifikasi kebiasaan makan, aktivitas fisik, serta tingkat literasi kesehatan pekerja. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok, penyajian materi edukatif, refleksi perilaku, dan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap faktor risiko kolesterol, serta munculnya komitmen untuk menerapkan pola makan seimbang dan aktivitas fisik sederhana di lingkungan kerja. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat partisipasi pekerja dalam upaya menciptakan budaya kerja sehat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan komunitas kerja sehat dan dapat dikembangkan sebagai kegiatan berkelanjutan di perusahaan.