Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan Sarbiah, Andi
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hasil kajian literatur tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja dengan fokus pada peran karyawan. K3 menjadi faktor kunci dalam memastikan kesejahteraan karyawan dan produktivitas organisasi. Penelitian ini berdasarkan evaluasi terhadap berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, laporan industri, dan pedoman regulasi K3. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik K3 yang efektif memberikan dampak positif dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja, penyakit terkait pekerjaan, dan absensi karyawan. Selain itu, peran penting manajemen dalam mendorong budaya keselamatan di tempat kerja dan mendukung inisiatif K3 ditekankan dalam artikel ini. Karyawan yang merasa didukung oleh manajemen lebih cenderung untuk patuh terhadap prosedur keselamatan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang aman. Kesimpulannya, penerapan K3 yang efektif bukan hanya memenuhi standar etis, tetapi juga meningkatkan produktivitas organisasi dan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, artikel ini menyediakan dasar untuk pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya penerapan K3 di tempat kerja dan peran karyawan serta manajemen dalam mencapai kesuksesan jangka panjang dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja.
Relationship Between Sitting Position and Sitting Duration with Low Back Pain Complaints in Back Office Sarbiah, Andi; Maulina, Diina; Sunsaru, Agung; Wijaya, Juhanda Kartika
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 3 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i3.1422

Abstract

Low Back Pain is a musculoskeletal disorder resulting from incorrect implementation of ergonomics. The main symptoms of Low Back Pain is pain in the spinal area of the back. This study aims to determine the relationship between sitting position and sitting time with Low Back complaints Pain in back office at the Mandiri Inhealth Batam Operational Office in 2020. The research method used is a quantitative method with an analytical survey research design with a cross research design sectional on each subject using the Chi- square test , namely comparing the frequency of occurrence (observation) with the frequency of expectations (expectations) with a sample of 30 respondents. From the results of this research, it was concluded that there was a relationship between sitting position (P- Value = 0.003) and sitting time (P- Value = 0.030) with Low Back complaints. Pain . Advice for workers to pay attention to their sitting position and take the time to stretch their muscles when doing work to prevent or reduce complaints of Low Back Pain and for companies providing health education about ergonomics.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN Rais, Rinovian; Aris, Muhammad; Mahendika, Devin; Supinganto, Agus; Sarbiah, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20619

Abstract

Kader posyandu merupakan penggerak utama seluruh kegiatan yang dilaksanakan di posyandu. Keberadaan kader penting dan strategis, ketika pelayanan yang diberikan mendapat simpati dari masyarakat akan menimbulkan implikasi positif terhadap kepedulian dan partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan kader posyandu dengan kejadian stunting di Kelurahan Pejaten Barat Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 10-20 Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader posyandu UPT Puskesmas Pasar Minggu yaitu sebanyak 30 kader dengan menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu pengukuran antropometri tinggi badan menggunakan microtoise untuk mengetahui kejadian stunting dengan indeks TB/U, tingkat pengetahuan kader dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariate Chi Square. Hasil penelitian didapat sebanyak 22 kader (73,3 %) memiliki pengetahuan yang tidak baik dan 21 (70,0%) balita mengalami stunting. Hasil analisis Uji Chi Square dapat diketahui bahwa p-value (0,003) < ? (0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka hasilnya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Kelurahan Pejaten Barat Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan. Saran dari peneliti kader posyandu diharapkan lebih aktif lagi untuk mencari ilmu terbaru mengenai stunting pada balita dan Pemerintah Daerah agar lebih perduli terhadap kader posyandu dan balita yang memiliki permasalahan gizi.
The Effect of Work Shifts on Fatigue and Work Stress in Medical Personnel at Hospital X Batam City in 2025 Sarbiah, Andi; Kartika Wijaya, Juhanda; Utami, Leni
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 10 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i10.386

Abstract

Introduction: Work shifts are a work system that is commonly applied in hospitals to ensure that health services last for 24 hours. However, the implementation of work shifts, especially night shifts and irregular rotations, can have a negative impact on the physiological and psychological conditions of medical personnel, such as fatigue and work stress. Objective: This study aims to analyze the effect of work shifts on the level of fatigue and work stress in medical personnel at the Batam City Regional Hospital. Method: The research uses a quantitative method with a cross-sectional approach. Samples were taken purposively as many as 100 medical personnel working with a shift system. The instruments used included the Standard Shiftwork Index (SSI) and Job Stress Scale (JSS) questionnaires. Result and Discussion: The results of the analysis showed a significant relationship between the type of work shift and the level of fatigue (p < 0.05) and work stress (p < 0.05). Medical personnel who work night shifts and rotational shifts tend to have higher fatigue and stress scores compared to morning shifts. Conclusion: The study concludes that a poorly managed work shift system can increase the risk of fatigue and work stress, which can ultimately impact patient safety and work productivity. Therefore, hospital management needs to consider more ergonomic shift scheduling as well as provide a stress management and workforce recovery program.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN 5R PADA KARYAWAN BAGIAN BENGKEL TRAILER DAN WORKSHOP AREA PT. X Sarbiah, Andi; Maulina, Dina; Pramawati, Anita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 01 (2019): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i01.493

Abstract

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) adalah proses pembersihan semua kotoran agar dapat menggunakan benda yang diperlukan pada waktu yang diperlukan dalam jumlah yang secukupnya. Pemahaman tentang penerapan 5R yang baik pada karyawan di PT. X Batam bertujuan agar para karyawan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang karyawan bagian bengkel trailer dan workshop area PT.X Batam Tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dan analisis statistic menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan 5R (p-value=0,025), hubungan ketersediaan fasilitas dengan penerapan 5R (pvalue=0,024) dan hubungan pelatihan dengan penerapan 5R (p-value=0,003). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan fasilitas dan pelatihan dengan penerapan 5R, sehingga disarankan untuk perusahaan agar meningkatkan penerapan program 5R dan melakukan sosialisasi pada karyawan mengenai pentingnya penerapan 5R di tempat kerja, serta mengadakan pelatihan 5R bagi karyawan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN 5R PADA KARYAWAN BAGIAN BENGKEL TRAILER DAN WORKSHOP AREA PT. X pramawati, anita; Sarbiah, Andi; Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.496

Abstract

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) adalah proses pembersihan semua kotoran agar dapat menggunakan benda yang diperlukan pada waktu yang diperlukan dalam jumlah yang secukupnya. Pemahaman tentang penerapan 5R yang baik pada karyawan di PT. X Batam bertujuan agar para karyawan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang karyawan bagian bengkel trailer dan workshop area PT.X Batam Tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dan analisis statistic menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan 5R (p-value=0,025), hubungan ketersediaan fasilitas dengan penerapan 5R (p-value=0,024) dan hubungan pelatihan dengan penerapan 5R (p-value=0,003). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan fasilitas dan pelatihan dengan penerapan 5R,sehingga disarankan untuk perusahaan agar meningkatkan penerapan program 5R dan melakukan sosialisasi pada karyawan mengenai pentingnya penerapan 5R di tempat kerja, serta mengadakan pelatihan 5R bagi karyawan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN PRODUKSI Ulla Amalia, Rizqi; Sarbiah, Andi; Herdianti
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i02.497

Abstract

Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena beberapa faktor yang saling berinteraksi yaitu faktor pengemudi (manusia), lalu lintas, jalan, kendaraan dan lingkungan. Faktor manusia (pengendara), dan lingkungan. Dalam hal Ini faktor manusia memiliki kontribusi terbesar pada kecelakaan sepeda motor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Obyekpenelitian ini adalah PT Bintang Lima Imada Kota Batam Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 39 responden ada 22 responden yang memiliki faktor manusia kurang, 25 respondeng memiliki faktor kendaraan kurang, 9 responden memiliki faktor lingkungan buruk, dan 24 responden pernah mengalami kejadian kecelakaan. Terdapat hasil yang signifikan antara faktor manusia terhadap kejadian kecelakaan dengan hasil p velue = 0,00. Terdapat hasil yang signifikan antara faktor kendaraan terhadap kejadian kecelakaan dengan hasil p velue = 0,002. Terdapat hasil yang signifikan antara faktor lingkungan terhadap kejadian kecelakaan dengan hasil p velue = 0,007. Disarankan bagi salesman karyawan PT Bintang Lima Imada untuk beristirahat apabila kondisi tubuh terlalu lelah, melakukan service kendaraan rutin minimal sebulan sekali, selalu focus saat berkendara, dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Association of Ergonomic Risk Exposure with Cholesterol Levels in Workers Aged Over 40 Years at PT. X Electronics Manufacturing Batam, 2025 Maulina, Diina; Krismadies, Krismadies; Kartika Wijaya, Juhanda; Sarbiah, Andi; Rahmani, Ardhi Arsala
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 2 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i2.476

Abstract

Introduction: Elevated cholesterol levels among workers aged over 40 years constitute an important risk factor for cardiovascular disease. Work conditions with ergonomic risk exposures such as static postures, repetitive movements, and limited rest periods are presumed to contribute to disturbances in lipid metabolism. Objective: This study aimed to analyze the association between ergonomic risk exposure and cholesterol levels among older workers at PT. X Manufacturing Elektronik Batam. Method: A cross-sectional design was employed involving 173 respondents. Data were collected through ergonomic observations, questionnaires, and laboratory examinations of total cholesterol. Result and Discussion: Bivariate analysis using the Chi-square test revealed that workers with static postures had a higher prevalence of dyslipidemia (36.7%) compared to those with non-static postures (19.2%) (p=0.083). Workers with high repetitive movements also showed a higher prevalence of dyslipidemia (37.0%) compared to those with light–moderate repetition (18.5%) (p=0.063). Furthermore, workers with inadequate rest had a higher prevalence of dyslipidemia (57.1%) compared to those with adequate rest (31.8%) (p=0.143). Although the results were not statistically significant, the observed trends indicate a potential relationship between ergonomic risk factors and cholesterol levels. Conclusion: These findings provide an important foundation for future longitudinal studies and ergonomic interventions aimed at preventing metabolic disorders in the workplace