Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Verba Mencuci “Kumbah” dalam Bahasa Jawa: Kajian Metabahasa Semantik Alami Khoirul Huda, Muhammad; Nikmatullah, Miftahula Rizqin; Nurahmah, Nusaiba; Herpindo
Dharma Sastra : Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ds.v3i2.2959

Abstract

Javanese is a language used in the daily lives of people who pay attention to the norms in speaking. But unfortunately, the use of Javanese language has begun to fade, which can be proven by the neglect of the use of Javanese language in conversation, and not a few people also do not know Javanese language, including verbs. There are many verbs in the Javanese language, but the researcher wants to focus on the verb washing "kumbah" in Javanese language analysed with the theory of Metabahasa Semantik Alami (MSA). The verb wash "kumbah" has 11 forms of equivalents asah-asah, ngumbahi, wijik, wisuh, mususi, raup, sibin, kemu, kramas, jamasan, and padusan. Of all the "kumbah" washing verbs, there are differences in each verb which can be seen from the procedure for washing and the object being washed. The verb wash "kumbah" in Javanese has a different object in its application, and can be explained by using the explication A wants B to become C. The difference in meaning is obtained by analysing the meaning of the verb. The difference in meaning is obtained by analysing the original meaning combined with uncompositional polysemy.
MENINGKATKAN EFISIENSI PEMETAAN DAN PERENCANAAN DI KABUPATEN CIREBON MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL Khoirul Huda, Muhammad; Faqih, Ahmad; Dwilestari, Gifthera
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6184

Abstract

Pengembangan geoportal berbasis website untuk Kabupaten Cirebon bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah dan memperbaiki akses terhadap data geospasial untuk perencanaan pembangunan. Penelitian ini menjelaskan efisiensi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengelola data geografis dan membandingkannya dengan sistem sebelumnya.  Metodologi yang digunakan meliputi, analisis pengembangan, desain, implementasi, serta pengujian dan evaluasi dengan menggunakan model ADDIE . Aplikasi ini dikembangkan menggunakan UML dan flowchart untuk memastikan proses yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi berani dan survei untuk menilai reaksi pengguna terhadap antarmuka dan fitur sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG baru lebih efisien, sederhana, dan cepat dibandingkan sistem sebelumnya, dengan rata-rata penilaian pengguna sebesar 4,8625.  Kesimpulannya, SIG ini meningkatkan efisiensi pengelolaan data spasial di Kabupaten Cirebon dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan. Abstrak. Pengembangan geoportal berbasis website untuk Kabupaten Cirebon bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah dan memperbaiki akses terhadap data geospasial untuk perencanaan pembangunan. Penelitian ini menjelaskan efisiensi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengelola data geografis dan membandingkannya dengan sistem sebelumnya. Metodologi yang digunakan meliputi, analisis pengembangan, desain, implementasi, serta pengujian dan evaluasi dengan menggunakan model ADDIE . Aplikasi ini dikembangkan menggunakan UML dan flowchart untuk memastikan proses yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi berani dan survei untuk menilai reaksi pengguna terhadap antarmuka dan fitur sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG baru lebih efisien, sederhana, dan cepat dibandingkan sistem sebelumnya, dengan rata-rata penilaian pengguna sebesar 4,8625. Kesimpulannya, SIG ini meningkatkan efisiensi pengelolaan data spasial di Kabupaten Cirebon dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
ASAL-USUL PEMAHAMAN TEKSTUAL TERHADAP HADIS NABI Khoirul Huda, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 4 No. 01 (2023): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan menelusuri asal-usul pemahaman tekstual terhadap hadis Nabi. Sumber primer penelitian ini adalah karya para sarjana modernis seperti Khaled Abou El Fadl, Abdullah Saeed, Yusuf al-Qardawi, dan Adis Duderija. Sumber lainnya digunakan untuk mendukung tesis-tesis yang dikembangkan para sarjana tersebut. Peneliti menganalisis dokumen-dokumen tersebut dengan mengkomparasikannya dengan dokumen lain yang relevan. Kesimpulan artikel ini adalah bahwa pemahaman tekstual berakar pada era Nabi Muhammad dan menjadi lebih kompleks ketika muncul kodifikasi hadis dan berkembangnya epistemologi bayani. Ahli hadis memiliki peran penting perkembangan tekstualisme dalam Islam
MENINGKATKAN EFISIENSI PEMETAAN DAN PERENCANAAN DI KABUPATEN CIREBON MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL Khoirul Huda, Muhammad; Faqih, Ahmad; Dwilestari, Gifthera
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i2.6184

Abstract

Pengembangan geoportal berbasis website untuk Kabupaten Cirebon bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah dan memperbaiki akses terhadap data geospasial untuk perencanaan pembangunan. Penelitian ini menjelaskan efisiensi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengelola data geografis dan membandingkannya dengan sistem sebelumnya.  Metodologi yang digunakan meliputi, analisis pengembangan, desain, implementasi, serta pengujian dan evaluasi dengan menggunakan model ADDIE . Aplikasi ini dikembangkan menggunakan UML dan flowchart untuk memastikan proses yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi berani dan survei untuk menilai reaksi pengguna terhadap antarmuka dan fitur sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG baru lebih efisien, sederhana, dan cepat dibandingkan sistem sebelumnya, dengan rata-rata penilaian pengguna sebesar 4,8625.  Kesimpulannya, SIG ini meningkatkan efisiensi pengelolaan data spasial di Kabupaten Cirebon dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan. Abstrak. Pengembangan geoportal berbasis website untuk Kabupaten Cirebon bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah dan memperbaiki akses terhadap data geospasial untuk perencanaan pembangunan. Penelitian ini menjelaskan efisiensi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mengelola data geografis dan membandingkannya dengan sistem sebelumnya. Metodologi yang digunakan meliputi, analisis pengembangan, desain, implementasi, serta pengujian dan evaluasi dengan menggunakan model ADDIE . Aplikasi ini dikembangkan menggunakan UML dan flowchart untuk memastikan proses yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui observasi berani dan survei untuk menilai reaksi pengguna terhadap antarmuka dan fitur sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIG baru lebih efisien, sederhana, dan cepat dibandingkan sistem sebelumnya, dengan rata-rata penilaian pengguna sebesar 4,8625. Kesimpulannya, SIG ini meningkatkan efisiensi pengelolaan data spasial di Kabupaten Cirebon dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Deixis in Hate Speech in the 2024 Presidential Election Campaign on Social Media X: A Cyber Pragmatic Study Herpindo, Herpindo; Astuty, Astuty; Khoirul Huda, Muhammad; Shohibul Ghoni, Ahmad; Aulia Rahman, Fandi
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v13n1.p179-202

Abstract

The purpose of this study is to analyze the systematic use of deictic expressions in hate speech targeting presidential candidates on platform X during Indonesia's 2024 election campaign period. This research seeks to understand how linguistic mechanisms, particularly deixis, function as strategic tools for constructing power relationships, facilitating dehumanization, and undermining democratic discourse in digital political communication. The study employs a descriptive qualitative design using a cyber-pragmatic approach to analyze hate speech on social media platform X during Indonesia's 2024 presidential election campaign, with data collected through observation and screenshot documentation of linguistic phenomena containing deictic expressions, followed by analysis using note-taking techniques to identify hate speech components and their linguistic patterns. Based on the analysis of 45 hate speech incidents targeting Indonesian presidential candidates on social media platform X during the 2024 election campaign, the study reveals that Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka received the highest targeting (44.4%), followed by Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (37.8%), with insults and profanity comprising the dominant category (34.8%) of hate speech. The deictic analysis demonstrates that social deixis shows the strongest correlation with ethnic attacks and stereotyping, while systematic dehumanizing language patterns vary distinctly across candidate pairs, reflecting deep political polarization facilitated through strategic linguistic positioning mechanisms. The systematic distribution of hate speech through deictic linguistic strategies during Indonesia's 2024 presidential election campaign, which disproportionately targeted certain candidates through social deixis-facilitated ethnic attacks and dehumanization, necessitates the immediate implementation of AI-powered pattern recognition systems, real-time monitoring protocols, and comprehensive digital literacy programs to protect democratic discourse integrity and safeguard future electoral processes.