Utami, Annisa Novanda Maharani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Penanggulangan Kasus Positif COVID-19 di Asia Tenggara: Systematic Review Utami, Annisa Novanda Maharani; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.63883

Abstract

Abstrak Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Asia Tenggara sampai dengan 13 Desember 2022, terdapat sebanyak 35.458.772 dan 363.819 kematian akibat COVID-19. Negara anggota ASEAN dengan jumlah kasus tertinggi adalah Vietnam dengan jumlah kasus sebanyak 11.521.022 dan negara dengan angka kematian tertinggi akibat COVID-19 adalah Indonesia sebanyak 160.287 kematian. Tingginya jumlah kasus COVID-19 harus dihadapi dengan melakukan berbagai upaya untuk menanggulanginya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait strategi pemerintah pada negara-negara di wilayah Asia Tenggara dalam menanggulangi COVID-19, sekaligus sebagai acuan bagi peneliti berikutnya dalam menentukan strategi keberlanjutan guna menciptakan suatu program penanggulangan yang efektif. Penelitian ini merupakan systematic literature review dengan alur PRISMA sebagai pedoman dalam pengumpulan artikel, kemudian dianalisis dengan teknik meta-sintesis. Pemerintah dari setiap negara di wilayah Asia Tenggara telah menentukan kebijakan yang sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan oleh WHO dan ASEAN terkait penanggulangan COVID-19, diantaranya kebijakan lock down, social distancing, karantina, perluasan cakupan vaksinasi, testing, surveilans, mengoptimalkan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat, serta penguatan sistem kesehatan dan sistem kesehatan berbasis digital. Abstract The number of confirmed cases of COVID-19 in Southeast Asia as of December 13 2022, there were 35,458,772 and 363,819 deaths due to COVID-19. The ASEAN member country with the highest number of cases is Vietnam with 11,521,022 cases and the country with the highest death rate due to COVID-19 is Indonesia with 160,287 deaths. The high number of COVID-19 cases must be faced by making various efforts to overcome them. This article aims to provide an overview regarding the government's strategy for countries in the Southeast Asian region in tackling COVID-19, as well as a reference for future researchers in determining a sustainability strategy to create an effective response program. This research is a systematic literature review with the PRISMA flow as a guide in collecting articles, then analyzed using meta-synthesis techniques. The governments of each country in the Southeast Asian region have determined policies that are in accordance with the strategies set by WHO and ASEAN regarding the handling of COVID-19, including policies on lock down, social distancing, quarantine, expanding the scope of vaccination, testing, surveillance, optimizing empowerment and involvement community, as well as strengthening health systems and digital-based health systems.
Implementasi Posbindu PTM sebagai Salah Satu Indikator untuk Mendukung UNNES menjadi Kampus Sehat Nisa, Alfiana Ainun; Nugroho, Efa; Wijayantiningrum, Tutuk; Ediyarsari, Puput; Utami, Annisa Novanda Maharani; Suci, Cahyani Wulan; Laily, Linuria Asra; Siswanti, Siswanti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.69311

Abstract

Petugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi pada tahun 2018 meningkat sebesar 8,56%, diabetes mellitus 3,7%, dan stroke 0,26%. Hasil survei dari Global School-Based Student Health Survey (GSHS) tahun 2015 menyatakan gaya hidup remaja saat ini diakui berisiko untuk menderita PTM karena kurangnya pemahaman dan komitmen untuk hidup sehat dan memantau kesehatannya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk suatu implementasi program kesehatan berupa Posbindu PTM di kampus sebagai salah satu indikator kampus sehat. Posbindu PTM di Kampus UNNES dilaksanakan selama 8 bulan serta berkolaborasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Sekaran. Alur pembentukan Posbindu PTM dimulai dari analisis situasi, pembentukan dan pelatihan tim Posbindu PTM, penyusunan rencana kerja, implementasi program, pelaporan dan pencatatan, serta monitoring dan evaluasi. Dengan adanya Posbindu PTM dan konseling secara rutin, maka civitas akademika yang memiliki faktor risiko dapat lebih terpantau kondisi kesehatannya, serta menerapkan gaya hidup sehat secara mandiri.
Social Determinants of HIV/AIDS: a Public Health Perspective Nugroho, Efa; Utami, Annisa Novanda Maharani; Nirmala, Elvina Dian; Yuswantoro, Rico Novian; Janah, Sifa Ul
Journal of Health Education Vol 8 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v8i2.62855

Abstract

Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome or commonly known as HIV/AIDS is a disease that is still a problem in many countries, including Indonesia. HIV AIDS cases in Indonesia continue to increase from year to year. HIV cases in Indonesia reached its peak in 2019, which was 50,282 cases. This study aimed to determine the effect of social determinants of health according to healthy people on the incidence of HIV/AIDS in Indonesia. The study design in this study uses a literature review to examine knowledge, ideas, or findings in academic-oriented literature. The type of data used is secondary data, namely data from journal articles, and literature reviews about HIV/AIDS. This research was conducted in November 2021. Based on the analysis of the articles collected, according to healthy people, there are several variables that influence the incidence of HIV/AIDS in Indonesia. In Economic Factors there are variables of employment and poverty that affect, on the determinants of education there are variables of early childhood education and development, enrollment in higher education, secondary school education, and literacy. Meanwhile, on the determinants of neighbors and the environment there are variables of crime and violence as well as variables of environmental conditions, and on the determinants of health and health services there are variables of access to health services that affect the incidence of HIV/AIDS.