Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

IbM Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Univet Bantara Sukoharjo Tari, A. Intan Niken; Hartati, Sri; Siswanti, Siswanti; Suparjono, Suparjono; Suharno, Suharno
WIDYATAMA Vol 20, No 2 (2011)
Publisher : WIDYATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IbM Mahasiswa Teknologi Hasil  Pertanian Univet Bantara Sukoharjo A.     Intan Niken Tari, Sri Hartati, Siswanti, Suparjono, Suharno Fak. Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara  SukoharjoJl. Letjen S. Humardani No. 1 Kampus Jombor Sukoharjo 57521Tel +62-271-593156,fax. +62-0271-591065 Abstract Soft skill  merupakan kemampuan non teknis yang intangible (tidak terlihat) namun sangat diperlukan, salah satunya jiwa kewirausahaan. Bagi mahasiswa THP angkatan baru (2011) jiwa kewirausahaan penting ditanamkan agar lebih siap dan mandiri dalam menghadapi perkuliahan. Sedangkan bagi mahasiswa THP angkatan 2008, 2009 dan 2010, penanaman jiwa kewirausahaan penting dilakukan untuk tujuan :  memperpendek masa tunggu setelah lulus , mempertinggi  daya serap dunia kerja terhadap lulusan dan meningkatkan kemampuan menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah : menanamkan pentingnya pengembangan soft skill melalui jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian. Kegiatan dimulai dengan pretest, diikuti  penyampaian  materi/ teori dengan metode ceramah/diskusi tentang pengembangan soft skill dan motivasi berwirausaha di bidang bakery, dilanjutkan dengan pelatihan kewirausahaan dengan metode baking visit dan baking class ke perusahaan Roti Ganep,  praktek dan pendampingan kewirausahaan dengan memproduksi roti kering selama 1 bulan dan diakhiri dengan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pengembangan soft skill dan motivasi berwirausaha di bidang bakery  sebesar 62,5%. Dari praktek kewirausahaan dengan produksi roti kering selama 1 bulan, dapat disimpulkan bahwa produksi roti kering merupakan kegiatan kewirausahaan yang menjanjikan secara ekonomi, dengan modal Rp 250.000, dapat untung Rp 36.000, PPC 6,9 bulan dan B/C ratio 1,11 Kata-kata kunci :   Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Iptek bagi masyarakat 
KAJIAN KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA BUBUR INSTAN BERBASIS TEPUNG MILLET PUTIH (Panicum miliceum L.) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Anandito, R. Baskara Katri; Siswanti, Siswanti; Kusumo, Dewi Tri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.293 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.12848

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula bubur instan berbasis tepung millet putih dan tepung kacang merah berdasarkan sifat sensoris dan menentukan sifat kimia bubur instan formula terpilih. Bubur instan dibuat dari tepung millet putih (Panicium milaceum L), tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.), susu bubuk, gula, dan garam. Pemilihan formula terpilih berdasarkan sifat sensoris terhadap lima atribut mutu, yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan. Selanjutnya, dilakukan analisa proksimat dan nilai kalori pada bubur instan formula terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terpilih bubur instan berdasarkan sifat sensoris adalah 39.59 % tepung millet putih, 31.25 % tepung kacang merah, 17.71 % susu bubuk, 10.41 % gula halus, dan 1.04 % garam. Sedangkan komposisi kimia bubur instan formula terpilih kadar air 5.46 %, kadar abu 4,12 %, kadar lemak 5,42 %, kadar protein 10.73 % , dan kadar karbohidrat 74.27 %. Nilai kalori setiap 48 gram adalah 205.38 kkal.Kata Kunci : bubur instan, tepung millet putih, tepung kacang merah, sifat sensoris, komposisi kimia
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORI COOKIES BERBAHAN DASAR TEPUNG KOMPOSIT UWI (Dioscorea alata), KORO GLINDING (Phaseolus lunatus) DAN TEPUNG TERIGU Kurniawan, Junjung Agung; Anandito, R. Baskara Katri; Siswanti, Siswanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.779 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i1.29090

Abstract

Functional food is processed foods containing one or more food components having certain physiological functions beyond their basic functions, proven not harmful and beneficial to health. Sources of functional food are found in local food as yam and lima beans. Yam and lima beans has a high water content that is not durable, then made a handler that is used as composite flour. Along with the development of snack products such as pastries are increasingly varied, then necessary to develop new products to improve the quality of existing products both in terms of nutritional content and appearance. This research to determine the effect of composite versus formulation on physical, chemical and sensory characteristics of cookies. This research use Completely Randomized Design (CRD) with one factor, that is variations of composite flour with wheat flour (F1= 0:100; F2= 20:80; F3= 40:60; F4= 60:40; F5= 80:20) (%b/b). The results of this research indicate that there are significantly different results on physical characteristics (texture), chemistry (moisture content, ash content, carbohydrate content, coarse fiber, calories and antioxidant activity) and sensory (color, taste and overall). The best formulation is F2 with the compositions (20% composite flour, fine granulated sugar 30 g, margarine 30 g, butter 7 g, vanilli 0,2 g, egg whites 25 g, egg yolk 7 g, cream of tar-tar 0,4 g, skim milk 14 g, salt 0,8 g, baking soda 0,2 g)Fungsional Food, Yam, Lima Beans, Composite Flour, Cookies
Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Kusta Siswanti, Siswanti; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.23619

Abstract

Abstrak Jumlah penderita kusta di kota Semarang pada tahun 2017 sebanyak 68 dan di Puskesmas Bandarharjo sebanyak 33 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko lingkungan dengan kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tahun 2018. Penelitian dilakukan pada Mei 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus-kontrol. Besar sampel masing-masing kelompok adalah 29 responden, diambil dengan teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketinggian lantai (p-value= 0,008), kepadatan hunian kamar (p-value= 0,002), luas ventilasi (p-value= 0,015), kebiasaan membuka jendela (p-value= 0,032), jenis lantai (p-value= 0,007), jenis dinding (p-value= 0,004), riwayat kontak serumah (p-value= 0,002) dan status ekonomi (p-value= 0,002) dengan kejadian kusta. Ketinggian lantai, kepadatan hunian kamar kamar, luas ventilasi rumah, kebiasaan membuka jendela rumah, jenis lantai, jenis dinding, riwayat kontak serumah dan status ekonomi merupakan faktor risiko kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo.  Abstract The number of leprosy patients in the city of Semarang in 2017 was 68 cases and at Bandarharjo Health Center was 33 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental risk factors with the incidence of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area in 2018. The study was conducted in May 2018. This research was analytic observational with case-control approach. The samples of each case and control groups were 29 taken by purposive sampling. Data were processed using chi-square test and logistic regression. The result shows that there was correlation between floor height (p-value= 0,008), occupancy density (p-value= 0,002), ventilation area (p-value= 0,015), habit of opening window (p-value= 0,032), floor type (p-value= 0,007), type of wall (p-value= 0,004), household contact history (p-value= 0,002) and economic status (p-value= 0,002) with the incidence of leprosy. Floor height, occupancy density, ventilation area, habit of opening window, floor type, type of wall, household contact history and economic status were risk factors of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area.  Keyword : Risk Factors, Environment, Incidence of leprosy
Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Kusta Siswanti, Siswanti; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.23619

Abstract

Abstrak Jumlah penderita kusta di kota Semarang pada tahun 2017 sebanyak 68 dan di Puskesmas Bandarharjo sebanyak 33 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko lingkungan dengan kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo tahun 2018. Penelitian dilakukan pada Mei 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kasus-kontrol. Besar sampel masing-masing kelompok adalah 29 responden, diambil dengan teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketinggian lantai (p-value= 0,008), kepadatan hunian kamar (p-value= 0,002), luas ventilasi (p-value= 0,015), kebiasaan membuka jendela (p-value= 0,032), jenis lantai (p-value= 0,007), jenis dinding (p-value= 0,004), riwayat kontak serumah (p-value= 0,002) dan status ekonomi (p-value= 0,002) dengan kejadian kusta. Ketinggian lantai, kepadatan hunian kamar kamar, luas ventilasi rumah, kebiasaan membuka jendela rumah, jenis lantai, jenis dinding, riwayat kontak serumah dan status ekonomi merupakan faktor risiko kejadian kusta di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Abstract The number of leprosy patients in the city of Semarang in 2017 was 68 cases and at Bandarharjo Health Center was 33 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental risk factors with the incidence of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area in 2018. The study was conducted in May 2018. This research was analytic observational with case-control approach. The samples of each case and control groups were 29 taken by purposive sampling. Data were processed using chi-square test and logistic regression. The result shows that there was correlation between floor height (p-value= 0,008), occupancy density (p-value= 0,002), ventilation area (p-value= 0,015), habit of opening window (p-value= 0,032), floor type (p-value= 0,007), type of wall (p-value= 0,004), household contact history (p-value= 0,002) and economic status (p-value= 0,002) with the incidence of leprosy. Floor height, occupancy density, ventilation area, habit of opening window, floor type, type of wall, household contact history and economic status were risk factors of leprosy in Bandarharjo Health Center’s work area. Keyword : Risk Factors, Environment, Incidence of leprosy
Adsorpsi Zat Warna Remazol Brilliant Blue R Pada Limbah Industri Batik Menggunakan Adsorben dari Mahkota Buah Nanas Siswanti, Siswanti; Oktafiana, Afifah Hasna; Putri, Yobellya
Eksergi Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i1.10669

Abstract

Industri batik banyak yang menggunakan zat warna reaktif Remazol Brilliant Blue R (RBBR) pada proses pewarnaan. RBBR merupakan zat warna yang memberikan warna cerah namun sulit terdegradasi dan bersifat karsinogenik. Proses pewarnaan ini menghasilkan limbah cair yang berbahaya sehingga perlu dilakukan pengolahan. Adsorpsi menggunakan karbon aktif sebagai adsorben menjadi salah satu cara untuk menurunkan konsentrasi RBBR dalam limbah cair industri batik. Dalam penelitian ini adsorben yang digunakan berasal dari mahkota buah nanas, dengan pertimbangan kandungan selulosanya tinggi serta mahkota buah nanas masih jarang dimanfaatkan dan hanya menjadi sumber limbah di lingkungan. Variabel dalam penelitian ini adalah massa adsorben 1, 2, 3, 4, dan 5 gram serta waktu kontak proses adsorpsi 10, 20, 30, hingga 110 menit. Penelitian dimulai dari pembuatan adsorben mahkota buah nanas, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva standar, serta pengukuran kadar RBBR sebelum dan setelah adsorpsi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Adsorben mahkota buah nanas berukuran -80 + 100 mesh, dengan kadar air 13,33 ± 0,0245%, luas permukaan 297,9 m2/g, volume pori 29,91 cm3/g dan berdiameter pori 2079,47 Å. Dengan penggunaan adsorben 4 gram dan waktu kontak 100 menit, menghasilkan kemampuan adsorpsi maksimum 74,55% dengan kadar RBBR akhir pada limbah 47,0209 ppm.
Implementasi Posbindu PTM sebagai Salah Satu Indikator untuk Mendukung UNNES menjadi Kampus Sehat Nisa, Alfiana Ainun; Nugroho, Efa; Wijayantiningrum, Tutuk; Ediyarsari, Puput; Utami, Annisa Novanda Maharani; Suci, Cahyani Wulan; Laily, Linuria Asra; Siswanti, Siswanti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.69311

Abstract

Petugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi pada tahun 2018 meningkat sebesar 8,56%, diabetes mellitus 3,7%, dan stroke 0,26%. Hasil survei dari Global School-Based Student Health Survey (GSHS) tahun 2015 menyatakan gaya hidup remaja saat ini diakui berisiko untuk menderita PTM karena kurangnya pemahaman dan komitmen untuk hidup sehat dan memantau kesehatannya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk suatu implementasi program kesehatan berupa Posbindu PTM di kampus sebagai salah satu indikator kampus sehat. Posbindu PTM di Kampus UNNES dilaksanakan selama 8 bulan serta berkolaborasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Sekaran. Alur pembentukan Posbindu PTM dimulai dari analisis situasi, pembentukan dan pelatihan tim Posbindu PTM, penyusunan rencana kerja, implementasi program, pelaporan dan pencatatan, serta monitoring dan evaluasi. Dengan adanya Posbindu PTM dan konseling secara rutin, maka civitas akademika yang memiliki faktor risiko dapat lebih terpantau kondisi kesehatannya, serta menerapkan gaya hidup sehat secara mandiri.
Pengaruh penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan terhadap kualitas filet ayam: Sweet orange peel essential oil addition effect in chitosan edible coating on chicken fillet quality Siswanti, Siswanti; Aunillah, Nadiya Fistianati; Widowati, Esti; Atmaka, Windi; Widowati , Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i8.55251

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah didapatkan dalam bentuk karkas utuh, potongan bagian-bagian tertentu, atau filet. Umur simpan filet ayam relatif rendah dan memiliki risiko kerusakan fisikokimia dan mikroba yang tinggi selama proses penyimpanan. Upaya untuk menjaga kualitas daging filet ayam selama penyimpanan salah satunya melalui aplikasi edible coating dari kitosan kombinasi dengan minyak asiri. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik penambahan minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating kitosan filet ayam selama 12 hari penyimpanan suhu dingin berdasarkan parameter susut masak, TPC, pH, TBA, dan TVB. Penelitian dilakukan melalui pembuatan edible coating menggunakan beberapa konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis, pengaplikasiannya pada filet ayam, dan penyimpanan suhu dingin (4oC; 12 hari). Variasi konsentrasi minyak asiri kulit jeruk manis pada edible coating, yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% (v/v). Perlakuan terbaik ditentukan dengan metode Bayes yang dilanjutkan Independent Samples T-Test terhadap sampel tanpa perlakuan coating. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi 1% minyak asiri kulit jeruk manis merupakan perlakuan terbaik selama penyimpanan 3 hari (suhu dingin; 4oC) dengan kisaran nilai susut masak 16,65-25,17%; pH 5,39-6,49; TPC 4,46-7,50 log cfu/mL; TBA 0,061-0,258 mg malonaldehid/kg; TVB 15,81-17,54 mgN/100 g. Kualitas sampel perlakuan terbaik berbeda signifikan dan lebih baik daripada sampel tanpa coating berdasarkan semua parameter (kecuali TVB). Oleh sebab itu, lapisan kitosan dan 1% minyak asiri pada filet ayam mengindikasikan perlindungan potensial terhadap kualitas fisikokimia dan mikroba selama penyimpanan suhu dingin.
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL FISIKA PADA PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL KELAS X IPA SMA YPK OIKOUMENE MANOKWARI Widyaningsih, Sri Wahyu; Sebayang, Sri Rosepda; Siswanti, Siswanti
Al-Khazini Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-khazini.v3i2.37721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas butir soal fisika dengan menggunakan Model Rasch yang ditinjau berdasarkan tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektivitas pengecoh soal pada Penilaian Akhir Semester Gasal kelas X IPA SMA YPK Oikoumene Manokwari tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yakni evaluasi hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, dengan sampel sebanyak 28 peserta didik dari kelas X IPA 1-X IPA 3. Penelitian ini difokuskan pada soal pilihan ganda yang terdiri dari 15 soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) berdasarkan tingkat validitasnya, 8 butir soal (60%) yang valid dan 7 butir soal (40%) yang tidak valid. 2) Berdasarkan reliabilitasnya, soal tersebut reliabel karena mempunyai nilai pada butir soal sebesar 0,01 berkriteria lemah, sedangkan untuk reliabilitas antara peserta didik dengan butir soal sebesar 0,94 yang berkriteria bagus sekali. 3) Berdasarkan tingkat kesukaran soalnya, masuk dalam kriteria kurang baik dengan jumlah 6 butir soal (40%) didominasi oleh soal yang mudah. 4) Berdasarkan daya pembeda soalnya, masuk dalam kriteria cukup dengan jumlah 12 soal (80%). 5) Berdasarkan efektivitas pengecoh soalnya, masuk dalam kriteria baik karena terdapat 8 butir soal (60%) dengan option pengecohnya berfungsi dengan baik. Kesimpulannya bahwa analisis kualitas butir soal menggunakan Model Rasch pada penilaian akhir semester gasal dapat dinyatakan valid, reliabel, tingkat kesukaran soal kurang baik, daya pembeda soal cukup dan efektivitas pengecoh soalnya baik.
Peranan KKN Tematik Sebagai Potensi Untuk Memulihkan Ekonomi di Desa Sindangmekar Yogaswara, Dendi; Ramdani, Hadi Sa’ban; Chaerunisa, Adinda; Putra, Aditia Pratama; Faujiah, Aeni; Ramadhana, Alfin; Muspiana, Ana; Rahayu, Asri Nurjati; Taofik, Fahmi Moh.; Gumilar, Febri; Gumilar, Gugum Rahmat; Jami, Hikmatu; Khoer, Miftahul; Ilmayasa, Muhammad Qalam; Nuraeni, Noni; Lestari, Putri Zakiyah; Nugeraha, Reksya Adi; Riyanto, Rival; Siswanti, Siswanti; Hamidah, Ucu Siti; Fathir, Mirza
Jurnal PkM MIFTEK Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PkM MIFTEK
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/miftek/v.3-2.1316

Abstract

Real Work Lecture (KKN) is a form of application of knowledge that has been obtained during lectures that is applied in social life. The KKN which was carried out in Sindangmekar Village, Wanaraja District, Garut Regency, West Java lasted for 1 month starting from August 1 to August 31 2022. Sindangmekar Village was the village chosen as the destination for the implementation of KKN by Group 7. The potential of the existing villages Most of them are in agriculture, where this is one of the livelihoods for the community. This is because agricultural land in Sindangmekar Village is more suitable for use in rainfed agriculture, where the agriculture relies on rainwater so that the type of plant that is widely cultivated is corn which is used as a livelihood for the surrounding community. But not only in the agricultural sector, the potential that exists in Sindangmekar Village is also in the textile sector, namely MSMEs that produce Muslim Clothing & Veils. KKN begins with the village observation process and sees the potential of the village which will be the main target in the implementation of KKN. The implementation of the KKN program is carried out in a balanced manner starting with planning, implementation, and evaluation. The results achieved from the entire KKN work program include developing community skills and helping in human resource development to increase the potential of the local village. As well as developing concepts in the processing and utilization of corncob waste for the community and students. Briefing on the importance of protecting the environment to avoid waste. And planting 1000 plant seeds as a form of greening activities.
Co-Authors A. Intan Niken Tari Agnesia, Priscilla Yolanda Alfadila, Rauda Ali Djamhuri Anggraita, Dwi Atik, Setiawan Aunillah, Nadiya Fistianati Bambang Sigit Amanto, Bambang Sigit Chaerunisa, Adinda Delinda, Monika Vania Destian Hargo Saputro, Destian Hargo Dimas Rahadian Aji Muhammad Dopinsa, Rexyvo Yurist Kusuma Dwi Ishartani Dyah Widowati Ediyarsari, Puput Efa Nugroho Esti Widowati, Esti Fathir, Mirza Faujiah, Aeni Fitri, Amiza Gumilar, Febri Gumilar, Gugum Rahmat Gusti Fauza, Gusti Haidar Rozaan, Rivanno Haidar Hamidah, Ucu Siti Ilmayasa, Muhammad Qalam Imawan, Moh Luthfi Indahyani, Titi Jami, Hikmatu Katri A, R. Baskara Kawiji Kawiji Khoer, Miftahul Kurniawan, Junjung Agung Kurniawan, Leonardo Kevin Kusumo, Dewi Tri Laily, Linuria Asra Lestari, Putri Zakiyah Lyman, Dario M.A Martina Andriani, M.A Martina Maryani Maryani Mayasari, Anastasia Melda Suhita, Byba Muspiana, Ana Nisa, Alfiana Ainun Norma Eralita Nugeraha, Reksya Adi Nur Her Riyadi Parnanto Nur Kusuma Dewi Nuraeni, Noni Oktafiana, Afifah Hasna Putra, Aditia Pratama Putri, Yobellya R. Baskara Katri Anandito Rahayu, Asri Nurjati Ramadhana, Alfin Ramdani, Hadi Sa’ban Riyanto, Rival Saputri, Luthfi Hanum Sasti, Tabita Gita Setyaningrum Ariviani Sri Hartati Sri Rosepda Sebayang, Sri Rosepda Suci, Cahyani Wulan Suhardjo, Nathanael Sanliago Sujarwo, Baskoro Aji Suparjono Suparjono Syifahaque, An-Nida Taofik, Fahmi Moh. Tirtasari , Ni Luh Tirtasari, Ni Luh Utami, Annisa Novanda Maharani Wahyu Widyaningsih Wardani, Ridya Widowati , Dyah Wijayantiningrum, Tutuk Windi Atmaka, Windi Yogaswara, Dendi Yuly Peristiowati Yuni Wijayanti