Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Health Education Intervention Using Peer Group Approach for Adolescents in Addressing Delinquent Behavior Ro'isah; Laili, Nurul
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v2i2.262

Abstract

Background: Adolescence is a transition period experienced by teenagers, and this period is prone to the emergence of delinquency problems. At this time, teenagers begin to determine and get to know their peers in daily interactions. Peers are an environmental factor in developing oneself optimally. Purpose: To determine the effect of health education interventions using a peer group approach on juvenile delinquency prevention behavior in Probolinggo. Methods: This research includes pre-experimental research with a one-group pre-post-test design. The sample population is all teenagers in Kali Buntu Village, Probolinggo Regency, with 60 teenagers. The sample is some teenagers who meet the research criteria using a simple random sampling technique, a total of 60 teenagers. This research is about juvenile delinquency prevention behavior, and the independent variable is health education intervention. The intervention was conducted by providing education using a peer group approach according to the SOP for 60 minutes. Data were collected using a questionnaire sheet and analyzed statistically using SPSS with the Marginal Homogeneity Test. Result: The research findings revealed that the preventive behavior before the intervention was essentially the same, and after the intervention, there was a significant change, indicating the influence of health education with a peer group approach on preventing adolescent delinquency (P=0.000 < α= 0.05). Conclusion: There is expected to be an improvement in knowledge, attitudes, and skills for preventing adolescent delinquency.
Health Education Intervention Using Peer Group Approach for Adolescents in Addressing Delinquent Behavior Ro'isah; Laili, Nurul
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v2i2.262

Abstract

Background: Adolescence is a transition period experienced by teenagers, and this period is prone to the emergence of delinquency problems. At this time, teenagers begin to determine and get to know their peers in daily interactions. Peers are an environmental factor in developing oneself optimally. Purpose: To determine the effect of health education interventions using a peer group approach on juvenile delinquency prevention behavior in Probolinggo. Methods: This research includes pre-experimental research with a one-group pre-post-test design. The sample population is all teenagers in Kali Buntu Village, Probolinggo Regency, with 60 teenagers. The sample is some teenagers who meet the research criteria using a simple random sampling technique, a total of 60 teenagers. This research is about juvenile delinquency prevention behavior, and the independent variable is health education intervention. The intervention was conducted by providing education using a peer group approach according to the SOP for 60 minutes. Data were collected using a questionnaire sheet and analyzed statistically using SPSS with the Marginal Homogeneity Test. Result: The research findings revealed that the preventive behavior before the intervention was essentially the same, and after the intervention, there was a significant change, indicating the influence of health education with a peer group approach on preventing adolescent delinquency (P=0.000 < α= 0.05). Conclusion: There is expected to be an improvement in knowledge, attitudes, and skills for preventing adolescent delinquency.
Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap Kepatuhan dan Self awareness Pasien Tuberkulosis (TB), “Loss to follow-up” (LTFU) Ro'isah; Laili, Nurul; Trinoharini, Sulistiani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.927

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 8,2 juta kasus baru setiap tahun. Strategi End TB WHO menargetkan penghentian epidemi TB pada 2035 dengan tingkat keberhasilan pengobatan ≥90%. Kabupaten Probolinggo menempati urutan kedua kasus TB tertinggi di Jawa Timur. Hingga 18 Maret 2025, dari target 16.466 terduga, ditemukan 3.532 kasus dengan 713 pasien positif (21%). Namun, hanya 638 (89%) yang terdaftar memulai terapi, dan capaian pengobatan tetap 21%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cognitive behavioral therapy (CBT) terhadap kepatuhan dan kesadaran diri pasien TB kategori “loss to follow-up” (LTFU). Desain yang digunakan adalah metode campuran (sequential exploratory). Tahap pertama berupa penelitian kualitatif fenomenologi untuk menggali fenomena perilaku pasien TB yang tidak berobat melalui FGD dan wawancara yang dianalisis tematis. Tahap kedua merupakan pra-eksperimen dengan desain one-group pre-post test pada 40 pasien LTFU dari populasi 45 orang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa konseling oleh pakar keperawatan jiwa selama 4 minggu (1 kali/minggu, 6 sesi, 30–40 menit). Hasil menunjukkan pemahaman dan pengalaman dalam pengobatan TB, pasien merasa malu dan khawatir terhadap lamanya pengobatan. CBT terbukti meningkatkan kepatuhan dan kesadaran diri, sehingga direkomendasikan diterapkan pada pasien maupun keluarga. Kata kunci: Cognitive Behavioral Therapy; Kepatuhan; Kesadaran Diri; Tuberkulosis; loss to follow up   Abstract Tuberculosis (TB) remains a critical global health challenge, with an estimated 8.2 million new cases reported annually. The WHO End TB Strategy aims to eliminate the epidemic by 2035, with a recommended treatment success rate of ≥90%. Probolinggo Regency ranks second in East Java for TB incidence. As of March 18, 2025, 3,532 suspected cases were identified from a target of 16,466, with 713 confirmed cases (21%). However, only 638 (89%) initiated treatment, resulting in an overall treatment success of 21%. This study examined the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) in improving adherence and self-awareness among TB patients categorized as “loss to follow-up” (LTFU). A mixed-method sequential exploratory design was employed. The qualitative phase used a phenomenological approach through focus group discussions and interviews, analyzed thematically. The quantitative phase applied a pre-experimental one-group pre-post test involving 40 purposively selected LTFU patients. Counseling sessions were delivered by psychiatric nursing experts over four weeks (once weekly, six sessions, 30–40 minutes). Results revealed that CBT interventions enhanced understanding, reduced anxiety, and significantly improved adherence and self-awareness, suggesting its applicability for both patients and families. Keywords: Cognitive Behavioral Therapy; Adherence; Self-Awareness; Tuberculosis; Loss to Follow-up
Pengaruh Pelatihan Saka Bakti Husada terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri : The Effect of Saka Bakti Husada Training on Increasing Compliance with Iron Tablet Consumption among Female Adolescents Miswantoro; Ro'isah; Marfuah; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.220

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi kunci dalam pencegahannya. Namun, kepatuhan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Populasi sebanyak 54 responden dengan Sampel sebanyak 48 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur kepatuhan yang digunakan adalah Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), dengan analisis data menggunakan SPSS-uji Wilcoxon signed ranks test.  Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 33 orang (68,8%), dan setelah pelatihan meningkat menjadi kategori tinggi pada 26 responden (54,2%). Uji wilcoxon signed ranks test menunjukkan nilai α sebesar -5,687 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan Saka Bakti Husada efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil ini sejalan dengan teori perubahan perilaku yang menyebutkan bahwa edukasi yang baik dapat meningkatkan kepatuhan individu terhadap intervensi kesehatan. Oleh karena itu, pelatihan ini direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif dalam program penanggulangan anemia pada remaja.
Hubungan Kunjungan Posyandu Lansia dengan Kemampuan Pengendalian Hipertensi Lansia di desa Bades Kecamatan Pasirian: The Relationship between Elderly Health Center Visits and the Ability to Control Hypertension in the Elderly in Bades Village, Pasirian District Faizah, Miftahul; Ro'isah; Marfuah; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.231

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Posyandu Lansia memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang mengikuti Posyandu Lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian pada bulan Juni 2025 sebanyak 201 responden, dengan jumlah sampel 134 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Contingency Coefficient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kunjungan aktif ke Posyandu Lansia, yaitu sebanyak 84 responden (62,7%). Selain itu, mayoritas responden juga memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 91 responden (67,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan pengendalian hipertensi pada lansia (koefisien kontingensi = 0,651; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kunjungan aktif ke Posyandu Lansia berperan penting pada kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu dapat memperkuat pemantauan tekanan darah, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta mendorong kepatuhan terhadap pengobatan.