Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Posyandu Lansia memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang mengikuti Posyandu Lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian pada bulan Juni 2025 sebanyak 201 responden, dengan jumlah sampel 134 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Contingency Coefficient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kunjungan aktif ke Posyandu Lansia, yaitu sebanyak 84 responden (62,7%). Selain itu, mayoritas responden juga memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 91 responden (67,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan pengendalian hipertensi pada lansia (koefisien kontingensi = 0,651; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kunjungan aktif ke Posyandu Lansia berperan penting pada kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu dapat memperkuat pemantauan tekanan darah, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta mendorong kepatuhan terhadap pengobatan.
Copyrights © 2026