Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler di SDN 268 Panyileukan dan SD Priangan Istiqomah Azna Dewi Wulandari; Meisya Siti Zainab; Putri Nur Isnaini; Agus Mulyana
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler yang ada di sekolah negeri dan swasta yakni SDN 268 Panyileukan dan SD Priangan Istiqamah. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif  menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler di SDN 268 Panyileukan ataupun SD Priangan Istiqamah sudah beragam bentuk menyesuaikan minat dan kebutuhan para peserta didik meliputi ekskul di bidang akademik seni, olahraga, kerohanian serta pramuka. Namun pada SDN 268 Panyileukan setiap jenjang kelas mempunyai ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh peserta didik pada jenjang tersebut. Sedangkan di SD Priangan Istiqamah hanya terdapat satu ekstrakurikuler wajib, yaitu pramuka. Adapun hambatan yang dirasakan oleh SDN 268 Panyileukan yaitu mengenai keterbatasan ruangan pelaksanaan ekstrakurikuler. Sedangkan pada SD Priangan Istiqamah tidak ada guru yang bisa menjadi pelatih atau pembina dari beberapa ekstrakurikuler sehingga harus mencari pelatih dari luar dengan pendanaan yang berbeda.
PERAN PEMBELAJARAN IPS DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER GREEN BEHAVIOUR PADA SISWA Putri Nur Isnaini; Chendi Maulana; Tin Rustini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.622

Abstract

Karakter Green Behaviour adalah salah satu program pembiasaan dari sikap peduli lingkungan yang termasuk ke dalam pilar pembangun SDGs yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pembelajaran IPS dalam menumbuhkan karakter Green Behaviour pada siswa. Adapun metode yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan atau (library research). Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran IPS memiliki kepedulian terhadap isu permasalahan lingkungan dengan dikemas ke dalam sajian materi ekologi yang meliputi dari memelihara, melestarikan serta pengembangan potensi alam. Materi IPS yang berhubungan dengan lingkungan hidup dikembangkan dalam kompetensi dasar yang harus dicapai oleh setiap peserta didik salah satunya kepedulian siswa akan lingkungannya. Pada pembelajaran IPS di sekolah dasar, green behaviour ini dapat dilakukan melalui perilaku yang dilandasi oleh nilai, norma dan kaidah yang ditujukan untuk menjaga lingkungan hidup seperti, menyiram, memupuk, dan penggunaan air secara bertanggung jawab.
IMPLEMENTASI KERANKA OPERASIONAL PLURALIS MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN Anisa Nur Arifah; Putri Nur Isnaini; Amelia Masrurrotun Nadhiroh; Ahmad Manshur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia berada dalam konteks sosial yang sangat plural, ditandai oleh keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya yang tersebar luas di seluruh wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kerangka operasional pluralis multikultural dalam pendidikan di Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berbasis pluralisme berperan penting dalam membangun sikap toleransi, inklusivitas, serta penghargaan terhadap perbedaan. Implementasinya dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui integrasi nilai dalam kurikulum, strategi pembelajaran kolaboratif, serta keteladanan guru dan budaya sekolah yang inklusif. Dampak yang dihasilkan antara lain meningkatnya interaksi sosial, empati, serta berkurangnya konflik antar peserta didik. Namun, terdapat kesenjangan antara konsep dan praktik yang disebabkan oleh keterbatasan kompetensi guru, kurangnya dukungan sarana, serta belum optimalnya integrasi dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek implementasi agar pendidikan multikultural dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.