Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Media Loose Parts untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD RA Chairunnisa Annafi' Nurul 'Ilmi Azizah; Astutik; Wahyu Widayanti; Ana Nisaul Arifah; Alfaein Nisa Nur Salamah; Rizky Amalia Muflihah
Zuriah Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/jc7v9c41

Abstract

Learning Outcomes in improving cognitive development of early childhood by using varied learning media made from natural materials and used materials around the school. The purpose of this study is to improve children's cognitive through loose parst media at PAUD RA CHAIRUNNISA. The research method used is descriptive qualitative method with the type of class action research. The research was conducted in class B aged 5-6 years PAUD RA CHAIRUNNISA in the village of Dukuh, Sukoharjo District, the research subjects amounted to 20 children. This research was conducted with a round of 2 cycles. Data collection techniques obtained through documentation and observation with four stages in each cycle, namely planning, implementation, observation and reflection. Data analysis used data reduction, data display and conclusion drawing. And the expected success indicator in this study is 75% in the category of developing very well. Based on the results of the study can show that the use of loose part media can improve children's cognitive abilities. The increase can be seen in the pre-research data from 20 children. After taking action in cycle I which developed very well there were 9 children (45%), in cycle II which developed very well there were 18 children (90%). This research was stopped until cycle II because it had met the predetermined success standards of developing very well.
PERSEPSI GURU PRASEKOLAH TENTANG PERMAINAN BERISIKO PADA ANAK USIA DINI Wardani, Anita; Widayanti, Wahyu; Astutik; Nisa Salamah, Alfein Nisa
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 10 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v10i1.1052

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pemahaman guru tentang permainan berisiko. Sudut pandang guru mencerminkan pendapat mereka tentang permainan berisiko di luar ruangan. Pendapat ini sangat terkait dengan cara mereka menginterpretasikan permainan berisko pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali persepsi guru prasekolah mengenai permainan berisiko pada anak usia dini. Metode deskriptif kualitatif dipilih karena sesuai untuk memahami secara mendalam pandangan, pengalaman dan pemahaman guru terkait topik yang diteliti. bahwa semua guru yang telah diwawancarai memiliki susdut pandang positif terkait bermain berisiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru percaya bahwa permainan berisiko memiliki manfaat yang lebih banyak dari pada dampak negatifnya. Guru sadar akan perannya dalam mendampingi anak bermain berisiko sebagai upaya preventif dalam mengurangi dampak dari permainan berisko itu sendiri. Guru juga sadar untuk mendukung anak dalam pelaksanaan permainan berisiko. Beberapa hambatan dihadapi guru dalam pelaksanaan permainan berisko pada anak diantaranya adalah ketika kurangnya pengawasan guru saat anak bermain berisko, hambatan lain yang dihadapi adalah terkang orang tua tidak bisa memaffkan ketika anak mengalami cedera disekolah saat pelaksanaan bermain berisiko.
Perluasan Tanggungjawab Hukum Rumah Sakit Setelah Berlakunya Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Prilian Cahyani; Astutik; Yunita Dian Ashari; Nayla Sarachenita Arrsya
Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Vol. 2 No. 4 JULI 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by changes in regulations regarding the responsibility of hospitals as corporations for losses resulting from negligence of health human resources in hospitals. UU Number 17 of 2023 concerning Health which was ratified on August 8 2023 was prepared using an omnibus law system. Several changes have occurred, one of which is the regulation of hospital legal responsibilities. As a result, legal issues arise regarding the expansion of the hospital's object of responsibility as a health services business entity for losses resulting from negligence. The aim of this research is to analyze the impact of changes in hospital responsibility arrangements on losses due to negligence of health human resources in hospitals. This research is normative juridical research using a statutory approach and a conceptual approach. The results of the research are changes in regulations regarding hospital legal accountability for hospital health workers as regulated in Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals, which was later amended by the Health Law, means that the objects of responsibility of hospitals are expanded to include medical personnel, health personnel, and supporting personnel or supporting personnel called health human resources.
The Influence Of Reproductive Health Education Through Small Group Discussion Method With Knowledge Of Sexual Abuse In Early Adolescence ( At SMP Negeri 1 Grabagan) Tuban Regency ) Damayanti, Tri Yunita Fitria; Astutik
INTERNATIONAL JOURNAL OF MIDWIFERY RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2024): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/ijmr.v4i1.87

Abstract

Sexual violence against children is increasingly common and is becoming global in almost all countries. Cases of sexual violence against children continue to increase from time to time. This increase is not only in terms of quantity or number of cases that occur, but also in terms of quality. The aim of the research is to determine the influence of reproductive health education through the small group discussion method with knowledge about sexual abuse in early adolescents at SMPN 1 Grabagan Tuban. This research used pre-experimental (One group pre-post test design). The sampling method used simple random sampling technique with a sample size of 44 respondents. The instruments used were SOPs and questionnaire sheets. Data analysis used the Wilcoxon test. The research results showed that knowledge about sexual abuse among female students at SMPN 1 before being treated was in the medium category at 30 (68.2). Based on analysis using SPSS For Windows with the Wilcoxon signed ranks test with a significance level of α = 0.05, the result was Asymp.Sig (2-tailed) = 0.000 < 0.05, it was concluded that H1 was accepted, meaning that there was an influence of Reproductive Health Education Through the Small Group Discussion Method with Knowledge about Sexual Abuse in Early Adolescents (At Smp Negeri 1 Grabagan, Tuban Regency). Based on these results, it can be concluded that the influence of reproductive health education using the Small Group Discussion method can increase knowledge about sexual abuse in early adolescents at SMP Negeri 1 Grabagan, Tuban Regency.
Pemidanaan Terhadap Penjual Atau Pemberi Minuman Yang Memabukan Kepada Orang Yang Sedang Dalam Keadaan Mabuk Dalam Hukum Pidana Di Indonesia Prilian Cahyani; Astutik
Riau Law Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Riau Law Journal
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/42gkgf74

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dasar pertimbangan hukum pidana dalam Pasal 424 ayat (1) Undang – undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang selanjutnya disebut dengan KUHP Nasional, tentang penjatuhan sanksi pidana bagi orang yang menjual atau memberikan minuman atau bahan yang memabukan kepada orang yang sedang dalam keadaan mabuk. Meskipun sebelumnya telah diatur dalam ketentuan Pasal 300 ayat 1 ke-1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1946 tentang KUHP yang selanjutnya disebut dengan KUHP kolonial. Terdapat perbedaan tentang syarat penjatuhan sanksi kepada pelaku yang sebelumnya dijatuhkan jika diberikan kepada seseorang yang telah kelihatan mabuk, namun dalam ketentuan KUHP Nasional yang mensyaratkan bahwa sanksi diberikan kepada setiap orang yang menjual atau memberikan minuman yang memabukan kepada orang yang sedang dalam keadaan mabuk. Sampai saat ini Indonesia tidak melarang orang menjual atau mongkonsumsi minuman atau bahan yang memabukan, namun hanya membatasi peredaran dan kandungan minuman yang mengandung etil alkohol. Larangan menjual atau memberikan minuman atau bahan yang memabukan kepada orang yang sedang dalam keadaan mabuk berpotensi menimbulkan permasalahan terkait pertanggungjawaban pidana bagi penjual orang perorangan dan korporasi. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Hasil kajian menunjukan bahwa pertimbangan diaturnya pasal 424 ayat (1) dalam KUHP adalah dalam rangka memberikan aturan yang ketat tentang penjualan atau pemberian minuman dan bahan memabukan terutama dalam kondisi yang bisa membahayakan individu lain. Konsep mabuk sebagai keadaan dimana seseorang kehilangan kesadaran atau mengalami penurunan kemampuan fisik serta mental sebagai akibat dari mengkonsumsi alkohol serta zat lain yang memabukan. Dengan demikian mengkonsumsi alkohol dapat berdampak pada timbulnya suatu kondisi yang dilarang yaitu mabuk. Di Indonesia, penjualan minuman yang mengandung etil alkohol diatur peredarannya dengan dikenakan cukai. Karena konsumsinya yang perlu dikendalikan, peredarannya yang perlu diawasi serta pemakaiannya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi tentang kualifikasi dari keadaan mabuk sebagai dasar penjatuhan pidana terhadap orang yang memberikan atau menjual minuman yang memabukan serta pihak yang bertanggungjawab atas penjulan atau pemberian minuman yang memabukan tersebut.