Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Degenerasi Petani Adanya Game Axie Infinity di Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Nandiatama, Rio Aditya; Nyoman, I; Nanda, Nanda
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol. 8 No. 1 Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jssh.v8i1.16984

Abstract

Degenerasi petani merupakan fenomena yang terjadi di kalangan pemuda sekarang. Pemuda-pemuda memiliki pandangan sendiri terkait pekerjaan di era modern. Pekerjaan modern tersebut contohnya perkembangan pasar digital. Perkembangan tersebut membuat pekerjaan sektor pertanian semakin menurun. Perkembangan pasar digital (termasuk NFT) menjadi pilihan baru bagi pemuda di Desa Sidomulyo. Salah satu game yang berkembang di desa tersebut adalah game Axie Infinity. Game tersebut membuat pemuda cenderung bekerja di sektor digital dibandingkan sektor pertanian. Adanya fenomena tersebut membuat degenerasi petani terjadi. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penemuan menunjukkan bahwa fenomena pemuda cenderung memilih untuk bekerja melalui game Axie Infinity dibandingkan dengan pertanian. Hal tersebut disebabkan adanya iklan antar individu. Iklan tersebut mampu memengaruhi pemuda satu sama lain agar bermain game tersebut. Sisi positif dari game tersebut dapat memberikan sumber pendapatan baru, waktu pengerjaan singkat, dan pemuda belajar tentang pasar digital. Sisi negatif dari game tersebut antara lain meningkatnya konsumerisme, kesenjangan sosial, dan penentu status sosial.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN RUMAH SAKIT MELALUI PENDEKATAN PEMASARAN INTI: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS TENTANG PENINGKATAN PENGALAMAN PASIEN Sutrisno, Imam; Nyoman, I; Maria, Hanna; Irwanda, Irwanda; Yolanda, Ivana; Rohendi, Acep
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA) Vol 5 No 1 (2026): JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA)
Publisher : PUBLISHER ABISATYA DINAMIKA ISWARA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58268/eb.v5i1.247

Abstract

Di tengah sengitnya persaingan di dunia layanan kesehatan, rumah sakit kini dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek klinis semata, melainkan juga merangkul pendekatan holistik yang menempatkan pasien sebagai pusat perhatian. Tinjauan literatur sistematis ini hadir untuk mengupas tuntas, menganalisis, dan menyatukan berbagai literatur yang menyoroti peran strategis pemasaran inti dalam mengoptimalkan pengelolaan rumah sakit demi peningkatan pengalaman pasien. Dengan panduan PRISMA, kami melakukan pencarian komprehensif pada basis data Semantic Scholar, PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara Januari 2016 hingga Januari 2026. Sebanyak 35 studi memenuhi kriteria inklusi dan data-datanya kami ekstrak. Hasil penelitian ini jelas menunjukkan bahwa pemasaran inti, yang meliputi orientasi pasien, manajemen hubungan, pengelolaan reputasi, pemasaran internal, dan segmentasi pasar, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan komunikasi, empati, efisiensi proses, lingkungan fisik yang mendukung, serta kepuasan dan loyalitas pasien. Beragam metode pengukuran pengalaman pasien, seperti survei kepuasan, SERVQUAL, dan PREMs, terbukti krusial untuk memantau seberapa efektif strategi ini berjalan. Meskipun penerapan pemasaran inti dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti resistensi budaya dan keterbatasan sumber daya, namun peluang yang dibukanya, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital dan personalisasi layanan, sungguh sangat menjanjikan. Tinjauan ini secara tegas menyoroti betapa mendesaknya bagi para manajer rumah sakit untuk mengadopsi filosofi pasien-sentris dan berinvestasi dalam pelatihan staf serta teknologi guna menciptakan pengalaman pasien yang superior. Untuk penelitian di masa depan, kami menyarankan fokus pada studi intervensi, perbandingan lintas budaya, dan dampak teknologi baru.