Rodiyah Harahap
Universitas Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KATA TANYA DALAM KONSTRUKSI INTEROGATIF BAHASA MANDAILING Harahap, Rodiyah
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 8, No 1 (2018): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.149 KB) | DOI: 10.24114/sejpgsd.v8i1.9778

Abstract

This study discusses the polar interrogative construction in Mandailing. This study aims to analyze the form of interrogative in Mandailing. The research data is a mandailing sentence that comes from related literature on interrogative. This research employs questions words which of the thoughts of foreign and Indonesian linguists. The research method used is descriptive method which employs substitution, permutation, and reference techniques. The result of this research shows that: Question words as interrogative markers can indicate different interrogative contruction types.Key words: question words, interrogative construction, rhetoric interrogative
HOMONYM IN MANDAILING LANGUAGE Rodiyah Harahap; Abdul Gapur
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i1.97

Abstract

As a symbol of identity, pride, and support the development of Bahasa Indonesian, the study of the local language is required. One of them is Mandailing language, a local language with the majority of speakers in the area of Mandailing Natal Regency, Indonesia. This research deals with (1) what is the homonymy form in Mandailing language? (2) how is homonymy relation in Mandailing language. The objectives of this research are: (1) to explain homonymy forms in Mandailing language; (2) to describe homonymy relations in the Mandailing language. The research method used is descriptive qualitative. The data is oral data through key informants. Based on the analysis and discussion of data, it is known that (1) homonymy form in Mandailing language includes single form (free morpheme) and complex form (complex morpheme), (2) homonymy relations in Mandailing language include relations in two meanings and relations in three meanings.
KATA TANYA DALAM KONSTRUKSI INTEROGATIF BAHASA MANDAILING Rodiyah Harahap; Mulyadi Mulyadi
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 8, No 1 (2018): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : PGSD Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.149 KB) | DOI: 10.24114/sejpgsd.v8i1.9778

Abstract

This study discusses the polar interrogative construction in Mandailing. This study aims to analyze the form of interrogative in Mandailing. The research data is a mandailing sentence that comes from related literature on interrogative. This research employs questions words which of the thoughts of foreign and Indonesian linguists. The research method used is descriptive method which employs substitution, permutation, and reference techniques. The result of this research shows that: Question words as interrogative markers can indicate different interrogative contruction types.Key words: question words, interrogative construction, rhetoric interrogative
Strategi Terjemahan Metafora dalam Novel Bumi Manusia Rodiyah Harahap; Umar Mono; Muhizar Muchtar
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 3 (2020): KODE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.79 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i3.19974

Abstract

Sebagai ungkapan figuratif, metafora mengungkapkan perbandingan antara dua hal secara implisit banyak digunakan dalam komunikasi secara lisan dan tulisan. Penelitian ini terbatas pada analisis metafora dengan merujuk pada terjemahan novel bahasa Indonesia berjudul Bumi Manusia yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam menerjemahkan metafora dalam novel Bumi Manusia ke dalam bahasa Indonesia. Teori yang digunakan dalam analisis ini adalah teori strategi penerjemahan Larson. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 91 data yang dianalisis, terdapat 4 strategi yang digunakan dalam terjemahan metafora, yaitu metafora diterjemahkan ke dalam metafora yang sama sebanyak 59 data (65%), 14 data metafora diterjemahkan ke dalam metafora lain (15 %), 8 data (9 %) metafora diterjemahkan ke dalam bentuk simile, dan 10 data (11%) metafora yang diterjemahkan ke dalam ungkapan non-figuratif. Di antara strategi tersebut, metafora yang diterjemahkan ke dalam metafora yang sama paling dominan diterapkan oleh penerjemah. Kata kunci— metafora, terjemahan, strategi penerjemahan, bumi manusia
MAKNA ASOSIATIF DALAM PANTUN MERISIK PADA MASYARAKAT MELAYU BATU BARA Prayogo, Prayogo; Harahap, Rodiyah; Mulyani, Rozanna
Jurnal Korpus Vol 5 No 2: Agustus 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i2.16521

Abstract

Salah satu kajian dari bidang ilmu semantik adalah mengenai jenis makna dan salah satunya adalah jenis makna asosiatif atau makna asosiasi. Penelitian ini akan mendeskripsikan bagaimana masyarakat Melayu di Kabupaten Batu Bara memilih kata-kata serta mengasosiasikan secara tersirat kata-kata tersebut dengan benda dii luar bahasa kemudian dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk bait-bait pantun dan kemudian digunakan untuk  menyampaikan maksud dan tujuan dalam acara  merisik pada upacara adat perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bentuk penelittiannya adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pantun dalam acara merisik. Sumber data yang digunakan adalah buku dan datanya adalah data tertulis. Pemerolehan data dilakukan dengan cara mengumpulkan buku yang berkaitan dengan pantun merisik. Selanjutnya data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan teknik transkripsi, klasifikasi data dan analisis data dan terakhir dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data yang diperoleh menemukan tiga aspek makna asosiasi yang dipakai yaitu asosiasi tinggi, asosiasi berat, asosiasi besar, asosiasi keterbukaan dan ketegasan.