Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Deteksi Dini dan Penyuluhan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Mariat Fabanyo, Rizqi Alvian; Situmorang, Panel
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15692

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit kardiovaskuler di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko utama penyakit kardiovaskular adalah Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Tujuan pengabdian untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit kardiovaskular melalui pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular melalui penyuluhan kesehatan. Metode Pengabdian penyuluhan kesehatan dan deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 45 orang masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mariat. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular melalui pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol didapatkan yaitu 64,4% memiliki tekanan darah diatas normal dan 68,8% memiliki kadar kolesterol kategori agak tinggi dan tinggi. Penyuluhan kesehatan tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan dimana sebelum penyuluhan sebanyak 45 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Sedangkan setelah penyuluhan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 31 responden (68,9%) dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (31,1%). Beberapa masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mariat khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular dan penyuluhan kesehatan yang diberikan dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko penyakit kardiovaskular. Disarankan untuk keberlanjutan program dapat dilakukan upaya-upaya pendekatan lainnya atau pendampingan secara berkelanjutan terkait pengendalian dan pencegahan faktor risiko penyakit kardiovaskular pada masyarakat. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyuluhan Kesehatan, Faktor Risiko, Penyakit Kardiovaskular ABSTRACT The prevalence of cardiovascular disease in Indonesia continues to increase from year to year and is one of the highest causes of death. The main risk factors for cardiovascular disease are high blood pressure and high cholesterol. Purpose to identify cardiovascular risk factors through checking blood pressure and cholesterol and increase public knowledge about risk factors for cardiovascular disease through health education. Health education and early detection through blood pressure and cholesterol checks. The number of activity participants was 45 people from the Mariat Community Health Center working area. This service activity went well and smoothly. Based on the results of early detection of risk factors for cardiovascular disease through blood pressure and cholesterol checks, it was found that 64.4% had blood pressure above normal and 68.8% had cholesterol levels in the moderately high and high categories. Health education about risk factors for cardiovascular disease provided can increase adolescent knowledge before and after counseling where before counseling 45 respondents (100%) had a poor level of knowledge. Meanwhile, after counseling, the majority of respondents had a good level of knowledge, 31 respondents (68.9%) and 14 respondents (31.1%) had a fair level of knowledge. Several people in the Mariat Health Center working area, especially in the adult and elderly age groups, have risk factors for cardiovascular disease and the health education provided can help increase public knowledge about risk factors for cardiovascular disease. It is recommended that for the sustainability of the program, other approaches or ongoing assistance regarding the control and prevention of cardiovascular disease risk factors in the community can be carried out. Keywords: Early Detection, Health Education, Risk Factors, Cardiovascular Disease
Edukasi Dan Test Formalin, Zat Pewarna, dan Boraks (Natrium Tetraborat) Pada Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar Negeri 36 Perumnas dan Sekolah Dasar Moria Kota Sorong Supu, La; Rumayomi, Endang Jayanti; Fabanyo, Rizqi Alvian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12870

Abstract

ABSTRAK Anak-anak dan jajanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Anak-anak pada umumnya akan membeli aneka jajan terutama saat mereka sedang istirahat di sekolah. Namun keamanan makanan jajan yang dijajakan di lingkungan sekolah belum terjamin aman dari kandungan bahan-bahan kimia berbahaya seperti Formalin, Zat Pewarna dan Boraks. Makanan jajan yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut dapat memberi dampak negatif pada kesehatan anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui kemanan makanan jajan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 36 Perumnas dan SD Moria Kota Sorong melalui Tes Formalin, Zat Pewarna, Dan Boraks serta memberikan pemahaman kepada siswa tentang Makanan Jajan yang sehat. Metode pengabdian berupa Tes Keamanan makanan jajan melalui Tes Formalin, Zat Pewarna, Dan Boraks serta edukasi tentang makanan jajan yang sehat. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan pemeriksaan keamanan makanan jajan berupa tes kandungan Formalin, Zat Pewarna dan Boraks. Pada SDN 36 Perumnas ditemukan 4 Sampel Makanan jajan yang positif mengandung formalin, sedangkan pada SD Moria Kota Sorong ditemukan 2 sampel makanan jajan yang Positif mengandung formalin. Dan pada kedua sekolah tidak terdapat sampel makanan jajan yang positif mengandung zat pewarna dan Boraks. Hasil kegiatan edukasi tentang makanan jajan yang sehat pada siswa/siswi dapat meningkatkan pemahaman siswa/siswi. Sehingga disimpulkan bahwa di lingkungan SDN 36 Perumnas dan SD Moria Kota Sorong masih terdapat makanan jajan yang belum aman dari bahan berbahaya seperti Formalin. Sehingga perlunya pemberian edukasi tentang makanan jajan yang sehat secara berkala kepada anak sekolah, orangtua, pihak sekolah dan pedagang di lingkungan sekolah. Serta perlunya ketersediaan makanan jajan yang sehat dan aman dan pengadaan kantin sehat di sekolah. Kata Kunci: Makanan Jajan Anak Sekolah Dasar, Edukasi, Tes Keamanan Pangan  ABSTRACT Children and snacks are two things that cannot be separated. Children generally buy various snacks, especially when they are on break at school. However, the safety of snacks sold in the school is not guaranteed to be safe from the content of dangerous chemicals such as Formalin, Coloring Substances and Borax. Snacks that contain dangerous ingredients can have a negative impact on children's health. The aim of the service activity is to determine the safety of snacks in the 36 Perumnas Elementary School and Moria Elementary School at the Sorong City through Formalin, Coloring Substances and Borax Tests as well as providing students with an understanding of healthy snacks. The service method is in the form of a snack food safety test through formalin, coloring substances, and borax tests as well as education about healthy snack foods. The results of this service activity went well and smoothly. The results of snack food safety inspection activities include tests for the content of Formalin, Coloring Substances and Borax. At 36 Perumnas Elementary School, 4 snack food samples were found that were positive for containing formaldehyde, while at Moria Elementary School 2 snack food samples were found positive for containing formaldehyde. And in both schools there were no snack food samples that were positive for containing coloring substances and Borax. The results of educational activities about healthy snacks for students can increase students' understanding. So it is concluded that in the environment of 36 Perumnas Elementary School and Moria Elementary School there are still snacks that are not safe from dangerous ingredients such as formalin. So it is necessary to provide education about healthy snacks on children, parents, school and traders in the school. As well as the need for the availability of healthy and safe snacks and the provision of healthy canteens in schools. Keywords: Snacks For Elementary School Children, Education, Food Safety Tests
Edukasi Cerdik sebagai upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Klasaman Kota Sorong Parlaungan, Jansen; Fabanyo, Rizqi Alvian; Mustamu, Alva Cherry
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16911

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. CERDIK adalah sebuah program pemerintah melalui Kemenkes yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Klasaman tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan penerapan perilaku CERDIK. Edukasi kesehatan dengan pre-post test pengetahuan. Jumlah peserta kegiatan yang hadir sebanyak 35 orang masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Klasaman. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi dimana sebelum edukasi sebanyak 35 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Sedangkan setelah edukasi sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 responden (57,1%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 responden (42,9%), dan tidak ada responden dengan tingkat pengetahuan kurang. Edukasi  kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan penerapan perilaku CERDIK. Disarankan untuk keberlanjutan program dapat dilakukan upaya-upaya pendekatan lainnya atau pendampingan secara berkelanjutan terkait penerapan perilaku CERDIK pada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Edukasi CERDIK, Upaya Pencegahan, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT The prevalence of Non-Communicable Diseases in Indonesia continues to increase from year to year and is one of the leading causes of death. One of the efforts to prevent non-communicable diseases is to implement CERDIK behavior in everyday life. CERDIK is a government program through the Ministry of Health which stands for Regular health checks, Eliminate cigarette smoke, Diligent physical activity, Balanced diet, Adequate rest, and Manage stress. To increase public knowledge in the Klasaman Health Center work area about the Prevention of Non-Communicable Diseases by implementing CERDIK behavior. Health education with pre-post knowledge test. The number of participants who attended the activity was 35 people in the Klasaman Health Center work area. This community service activity went well and was in accordance with the objectives. The health education provided can increase public knowledge before and after education where before education 35 respondents (100%) had a low level of knowledge. Meanwhile, after education, most respondents had a good level of knowledge of 20 respondents (57.1%), a sufficient level of knowledge of 15 respondents (42.9%), and no respondents had a low level of knowledge. Health education provided can increase public knowledge about Prevention of Non-Communicable Diseases by implementing CERDIK behavior. It is recommended that for the sustainability of the program, other approaches or ongoing assistance can be carried out related to the implementation of CERDIK behavior in the community as an effort to prevent non-communicable diseases. Keywords: CERDIK Education, Prevention Efforts, Non-Communicable Diseases