Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Moringa oleifera's antibacterial and antibiofilm properties against Fusobacterium nucleatum and Staphylococcus aureus: an experimental study Fernando, Theodorus Aldo; Amin, Meiny Faudah; Ariwibowo, ⁠Taufiq; Binartha, Ciptadhi Oka; Kurnia, Dikdik
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 37, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol37no2.59343

Abstract

Introduction: Fusobacterium nucleatum and Staphylococcus aureus, both associated with pulp and periapical diseases, must be effectively eliminated during irrigation. Natural agents are generally more biocompatible and less harmful to bodily tissues, making them a promising alternative to chemical irrigants such as sodium hypochlorite. Fractions of Moringa oleifera have demonstrated potential as an alternative irrigant due to their antibacterial and antibiofilm properties. This study aimed to analyze the antibacterial and antibiofilm efficacy of Moringa oleifera fractions against Fusobacterium nucleatum and Staphylococcus aureus. Methods: The tube dilution method was used for antibacterial tests, while the biofilm assay method measured the optical density (OD) in a 96-well plate to evaluate antibiofilm effects against Fusobacterium nucleatum ATCC 25586 and Staphylococcus aureus ATCC 25923. Moringa oleifera fractions were tested at 20%, 40%, 60%, and 80% concentrations. A one-way ANOVA test was applied for normally distributed data, and the Kruskal Wallis test was used for non-normally distributed data. Post-hoc analyses were conducted to determine significant differences between groups, with the significance level set at 0.05. Results: The antibacterial test revealed statistically significant differences between Moringa oleifera groups in eliminating Fusobacterium nucleatum (p=0.003, p<0.05) and Staphylococcus aureus with p value (p=0.001, p<0.05). The antibiofilm test also showed statistically significant differences among the concentration groups for both bacteria. Conclusion: The antibacterial and antibiofilm effectiveness of Moringa oleifera’s fractions against Fusobacterium nucleatum and Staphylococcus aureus, supporting its potential as an alternative irrigant.
Pemberdayaan Kader Posyandu RPTA Mustika Kelurahan Cideng melalui Pengolahan Produk Milk Bun Dkelors (Moringa Oleifera) sebagai Makanan Tambahan 1000 Hari Pertama Kehidupan komariah, Komariah; Lestari, Sri; Suwartini, Tien; Laksmiastuti, Sri; Livia, Florencia; Darma, Joshua; Fernando, Theodorus Aldo; Lidwina, Naomi; Susanto, Shannon Winnie; Fitria, Nada; Aribah, Nada Erica
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15358

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis. Untuk mengatasi kekurangan gizi, perlu dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT), khususnya masukkan gizi seimbang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam memenuhi kebutuhan zat gizi, yang bertujuan mengurangi risiko stunting. Kader posyandu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Kelurahan Cideng, sebagai wadah layanan dan tombak penggerak kesehatan masyarakat, harus mempunyai pengetahuan yang baik untuk memperbaiki gizi dalam pencegahan stunting. Salah satunya pemberian makanan tambahan selama 1000 HPK berbasis bahan alam lokal yang tersedia dengan harga terjangkau, salah satunya tanaman kelor (Moringa oleifera). Daun kelor, baik segar maupun kering, dapat digunakan sebagai bahan fortifikasi dalam produk makanan seperti Milk bun Dkelors. Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader posyandu dalam meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat daun kelor segar dan kering, serta produk fortifikasi makanan yang dihasilkan sebagai makanan tambahan pada masa 1000 HPK. Kegiatan ini meliputi tahap persiapan, survei serta analisis masalah. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pre-test dan post-test materi paparan, yang diikuti dengan demonstrasi pembuatan produk makanan berbasis daun kelor, salah satunya Milk Bun Dkelors. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan kader posyandu serta ketertarikan terhadap pembuatan Milk Bun Dkelors berdasarkan hasil uji kesukaan. Terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang manfaat dan aplikasi fortifikasi daun kelor dalam produk makanan seperti Milk Bun Dkelors sebagai makanan tambahan selama 1000 HPK. Kata kunci: Stunting, daun kelor, makanan tambahan, milk bun dkelors  ABSTRACT Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition. To address malnutrition, it is essential to provide supplementary feeding (PMT), particularly by incorporating balanced nutrition during the first 1000 days of life (HPK) to meet nutritional needs and reduce the risk of stunting. Posyandu cadres at the Child-Friendly Integrated Public Space (RPTRA) Mustika in Cideng Village, as a service hub and health mobilization spearhead for the community, must have good knowledge to improve nutrition in stunting prevention. One approach is through supplementary feeding during the 1000 HPK based on locally available, affordable natural ingredients, such as the moringa plant (Moringa oleifera). Fresh or dried moringa leaves can be used as a fortification ingredient in food products, such as Milk Bun Dkelors. This activity aims to empower posyandu cadres by enhancing their knowledge about the benefits of fresh and dried moringa leaves and the fortified food products derived from them as supplementary feeding during the 1000 HPK. The activities include the preparation stage, survey, and problem analysis. The implementation stage includes a pre-test and post-test on the presented material, followed by a demonstration of making food products based on moringa leaves, such as Milk Bun Dkelors. The pre- and post-test results show an increase in posyandu cadres' knowledge and interest in making Milk Bun Dkelors, based on the preference test results. There was an increase in posyandu cadres' knowledge about the benefits and applications of moringa leaf fortification in food products like Milk Bun Dkelors as supplementary feeding during the 1000 HPK. Keywords: Stunting, moringa leaves, supplementary feeding, Milk Bun Dkelors