Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Profil Pengetahuan, Ketepatan Tindakan, dan Pemilihan Produk dalam Mengatasi Ketombe pada Mahasiswi Berhijab di Universitas Airlangga Prayogo, Diva Daeng; Meisya Nur Habibah; M. Rofiqi Azmi; Putri Annisa Dewi Maharani; Dhea Febriyanti Permatasari; Ulinnuha Akbar; Hansel Alexander; Khonsa Nabilah; Adisti Ratna Sari; Novreza Avistha Nugroho; Debby Puspitaningrum; Galuh Candra Wijayanti; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52621

Abstract

Ketombe adalah salah satu kelainan kulit kepala yang disertai dengan gatal. Menurut Riset Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 26% masyarakat Indonesia mengalami ketombe dan didominasi oleh kelompok usia remaja (15-24 tahun). Salah satu faktor penyebab terjadinya ketombe adalah kurangnya pasokan udara akibat pemakaian hijab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan ketepatan pemilihan produk dalam mengatasi ketombe pada mahasiswi baru Universitas Airlangga, Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik sampling penelitian ini menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini sejumlah 161 mahasiswa baru berhijab. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan ketepatan pemilihan produk sampo dalam mengatasi ketombe. Hasil penelitian didapatkan 86.30% responden pernah mengalami ketombe dan sebanyak 62.59% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Dari 87 responden berpengetahuan tinggi; 39 responden (28,06%) tepat dalam memilih tindakan mengatasi ketombe; 47 responden (33,81%) kurang tepat dan hanya 1 responden (0,71%) tidak tepat. Sementara itu, pada responden dengan tingkat pengetahuan tinggi, yang tepat dalam memilih sampo adalah sebanyak 51 (36,69%); kurang tepat 25 (17,98%); dan tidak tepat 11 (7,91%). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan pemilihan produk dalam mengatasi ketombe yang cukup baik. Akan tetapi edukasi tentang hal ini masih perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan ketiga hal tersebut.
Profil Pengetahuan dan Faktor Risiko terkait Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Non Kesehatan serta Ketepatan Tindakan Penanganannya Aisyah Hartiningrum; Amajanti Daniswara; Az Zahrah Cipta Aprilia; Santoso, Elizabeth Oktavia Putri; Fitri Indriyanti; Nabila Aulia Nur; Rivia Ghina Rahmi; Shalsa Delia; Shavira Priyantika Putri; Titin Khamidah; Tsamrotul Fu'adah Djawas; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52908

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan dengan gejala, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, mual, muntah, perut kembung, sendawa, ataupun perut terasa kenyang secara berlebihan. Dispepsia merupakan salah satu problem kesehatan di Indonesia maupun  dunia. Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gaya hidup yang tidak sehat, pola makan, stres, dan penggunaan obat NSAID. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa Universitas Airlangga fakultas non-kesehatan terkait dispepsia dan faktor risiko dispepsia serta tindakan penanganannya. Metode penelitian ini menggunakan studi observasional dengan metode survei secara accidental sampling. Berdasarkan penelitian menunjukkan profil pengetahuan 138 mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga terkait dispepsia yang  termasuk tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 69 (50,0%), 56 (40,6%), dan 13 (9,4%) responden. Profil pengetahuan terkait faktor risiko dispepsia juga menunjukkan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 85 (61,6%). Dari 96 responden yang mengalami dispepsia, sebanyak 80 (83,83%) responden sudah tepat dalam melakukan tindakan penanganan dispepsia. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga telah memiliki pengetahuan yang baik dan tindakan penanganan yang tepat terkait dispepsia.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dismenore, Pengetahuan dan Tindakan untuk Mengatasi Dismenore pada Mahasiswi Universitas Airlangga Dewi Mustikoningrum; Kristin, Alnike; Yuliana Rachmawati; Gazza Ayu Eka Prabowo; Putri, Rahmania Nabillah; Amelia Amanda Putri; Ariska Dwi Ramadhani; Rayya Afifah Ikhsani; Najmi Kinanti; Safitri, Zolfa; Mutiara Putri Pramesti; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i1.55205

Abstract

Dismenore merupakan suatu fenomena simptomatik meliputi nyeri abdomen, kram, dan sakit punggung sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa faktor yang mempengaruhi dismenore yaitu usia menarke, ekonomi, lama menstruasi, riwayat keluarga, junk food, pengetahuan terkait dismenore, konsumsi kopi, status merokok, frekuensi olahraga, dan tingkat stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dismenore, tingkat pengetahuan dismenore, dan penanganan dismenore mahasiswi Universitas Airlangga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif yang didasarkan pada analisis numerikal untuk mengukur hubungan antar variabel yang terjadi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Responden adalah 111 mahasiswi Universitas Airlangga yang sedang menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara faktor yang diteliti dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Universitas Airlangga (p>0,05). Pengetahuan mahasiswi Universitas Airlangga tentang dismenore sudah cukup baik (92% dapat menjawab >5 pertanyaan dengan tepat; n=102), namun terdapat pengetahuan responden yang masih kurang terkait dismenore, yaitu mengenai jamu kunyit asam yang dapat digunakan untuk membantu meringankan nyeri dismenore. Sebagian besar mahasiswi (68,5%, n=76) mengatasi dismenore dengan mengompres bagian perut bawah dengan air hangat (48,6%, n=37). Hanya sebagian kecil mahasiswi yang melakukan terapi farmakologi (17,1%, n=13) dimana sebagian besarnya menggunakan parasetamol.
Pengaruh Pengetahuan terhadap Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi dalam Pengobatan Common Cold Khansa, Weriyantika Bintang; Mia Oktavia; Stephanie Yohana; Muhammad Azfarreza Ilham; Zulfa Ulin Ni’mah; Revo Juan Nashir Khairi; Gladys Emeralda Ndoloe; Fahma Hilda Nur Imami; Hasan Munawir Sadzali; Khilma Tsania Izzatul Muna; Nailiy Salsabila; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73785

Abstract

Common cold merupakan infeksi ringan saluran pernapasan atas yang sering ditangani melalui swamedikasi. Swamedikasi merupakan tindakan perawatan mandiri tanpa resep dokter. Common cold bisa diatasi dengan swamedikasi namun perilaku swamedikasi seringkali tidak didasari pengetahuan yang memadai, sehingga menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap rasionalitas swamedikasi dan mengidentifikasi dasar pengetahuan yang digunakan masyarakat dalam memilih obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru. Penelitian menggunakan desain survei cross sectional dengan metode kuantitatif analitik. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan secara langsung dan dianalisis dengan uji Spearman. Survei diikuti oleh 110 responden berusia 17-65 tahun yang pernah melakukan swamedikasi common cold. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki profil pengetahuan tinggi, namun pemahaman terhadap terapi farmakologi tergolong sedang, terutama dalam penggunaan antibiotik (72,73%) dan vitamin C (48,18%). Rasionalitas penggunaan obat swamedikasi common cold menunjukkan rasionalitas yang tinggi. Namun, indikator tepat tindak lanjut dalam kesadaran berkonsultasi dokter (48,18%) dan waspada efek samping (50%) tergolong rendah. Uji spearman menunjukkan nilai p>0.05 antara profil pengetahuan dan rasionalitas swamedikasi common cold. Hal ini mengindikasikan bahwa profil pengetahuan masyarakat tidak berpengaruh signifikan terhadap rasionalitas mereka dalam menggunakan obat untuk swamedikasi common cold di Kelurahan Sukolilo Baru.
Profil Pengetahuan dan Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga Fania, Fania Aulia Rahma; Eisya Carnetha Novali; Diba Sudian Satta; Farah Ni'matuddini; Nanda Ayu Sari Wibowo; Lili Oktaviani Purba; Nabila Umaimah Shabira Putri; Amira Najda Maurilla Wiguna; Emya Arizka Karina Ginting; Erika Yuni Setiyo Putri; Muhammad Fakhri Arvianto; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.73796

Abstract

Pengetahuan dan pengelolaan obat-obatan di rumah tangga merupakan salah satu aspek dalam upaya menjaga kesehatan keluarga mengingat permasalahan yang timbul akibat dari kurangnya pemahaman pengelolaan obat (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang = DAGUSIBU). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengelolaan obat dalam rumah tangga pada masyarakat Kelurahan Keputih, Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif cross-sectional dan melibatkan 188 responden yang dipilih dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami konsep dasar pengelolaan obat seperti cara mendapatkan (65,7%), menggunakan (73,6%), menyimpan (74,8%), dan membuang obat (74,8%). Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik, seperti membuang obat tanpa prosedur yang benar dan menyimpan obat pada tempat yang tidak sesuai. Responden juga cenderung berhenti mengkonsumsi antibiotik sebelum waktunya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan walaupun mayoritas responden telah memahami pengelolaan obat tetapi, edukasi berkelanjutan tentang pengelolaan obat dalam rumah tangga untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.
PELATIHAN PENGELOLAAN OBAT-OBATAN "DAGUSIBU" DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL MUSTOFA DUSUN PUNDENSARI TULUNGAGUNG Gusti Noorrizka Veronika Achmad; I Nyoman Widjaja; Gesnita Nugraheny; Arie Sulistyarini; Yuni Priyandani; Abdul Rahem; Umi Athiyah
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/2swf9594

Abstract

The DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, and Dispose) training program on drug management was conducted at Pondok Pesantren Tulung Agung to improve the knowledge and skills of drug handlers and health workers. This study employed a pre–post test design with an intervention consisting of DAGUSIBU training involving 120 participants. Knowledge was assessed using written tests administered before and after the training, and data were analyzed statistically. The results demonstrated a significant improvement (p < 0.05) in participants’ knowledge scores, increasing from an average of 38.67 before training to 75.25 after training. These findings indicate that DAGUSIBU training is effective in enhancing drug management knowledge. This training model has the potential to be applied in Islamic boarding schools and other boarding-based educational institutions to improve the quality of drug management sustainably.